Sepuluh Destinasi Wisata Terbaik di Krimea

Wisata
ALEXANDRA GUZEVA
Semenanjung Krimea menawarkan pantai, pegunungan, dan bahkan istana-istana yang indah. Inilah sepuluh tempat yang tak boleh Anda lewatkan saat melancong ke Krimea.

1. Sevastopol

Mari awali perjalanan Anda di Semenanjung Krimea dari Sevastopol. Berstatus Kota Kejayaan Militer, Sevastopol adalah rumah Armada Laut Hitam Rusia. Sewalah perahu wisata di sepanjang Teluk Sevastopol dan Anda akan melihat banyak kapal, termasuk yang sedang berlayar. Jangan lupa, mampirlah ke Museum Pertahanan Sevastopol. Di sana, Anda bisa mengagumi sebuah lukisan penorama yang menggambarkan Perang Krimea pada 1854 – 1855.

Salah satu daya tarik utama kota itu adalah reruntuhan peradaban Yunani kuno Chersonesus Taurica. Pada abad ke-10, kota itu masuk dalam wilayah kekuasaan Byzantium. Konon, di sinilah Pangeran Vladimir memeluk Ortodoks dan membaptis seluruh Rus.

2. Foros

Foros adalah kota paling selatan di Krimea. Semasa Soviet, permukiman kuno dengan pantai berbatu yang indah, iklim yang sejuk, angin sepoi-sepoi, dan hutan pinus yang rindang ini adalah destinasi wisata favorit elite Partai Komunis. Sanatoriumnya bahkan masih beroperasi hingga kini.

Salah satu daya tarik utama Foros adalah Gereja Kebangkitan Kristus. Dari gereja abad ke-19 yang menghadap ke tebing curam tersebut, lanjutkan perjalanan Anda ke puncak gunung dan singgahlah di restoran Baydarskie Vorota untuk mencicipi chebureki (pai daging kambing) terbaik di Krimea dan menikmati pemandangan yang tak kalah menggiurkan.

3. Balaklava

Teluk Balaklava menawarkan pemandangan alam yang indah serta suasana kota pelabuhan sesungguhnya. Di sana, Anda akan menemukan banyak kapal pesiar dan perahu berlabuh menanti wisatawan. Sewalah sebuah perahu kecil dan berlayarlah ke laut terbuka menuju gua berbatu.

Meski begitu, objek wisata yang paling menarik di Balaklava adalah Museum Sejarah Militer. Terletak di bawah tanah, museum ini awalnya merupakan tempat perlindungan, fasilitas perbaikan kapal selam, dan sekaligus gudang senjata nuklir semasa Soviet.

4. Yalta

Ada banyak cara untuk menuju Yalta dari Bandara Simferopol. Namun, kami sarankan Anda menjajal rute bus listrik terpanjang di dunia. Terbentang sepanjang 86 kilometer, Anda akan disuguhkan pemandangan pegunungan dan laut yang indah di sepanjang perjalanan.

Yalta bisa dibilang sebagai ibu kota tak resmi pantai selatan Krimea. Inilah salah satu resor paling populer di semenanjung tersebut. Terkenal dengan pantainya yang berpasir, Yalta ramai sepanjang hari. Kota itu penuh dengan restoran yang menawarkan aneka hidangan ikan segar dan makanan laut lainnya. Suasana di kota ini kian meriah dengan atraksi seniman dan pesulap jalanan serta wisatawan-wisatawan asing yang memadati area sekitar pantai.

Penulis-penulis Rusia gemar berlibur ke Yalta untuk kesembuhan. Anton Chekhov, misalnya, menghabiskan enam tahun terakhir hidupnya di sini. Kini, pondoknya telah diubah menjadi museum. Di kota ini, Anda akan menemukan patung Chekhov dan monumen “perempuan dengan anjing piaraan”, salah satu judul cerpen sang penulis.

Tak jauh dari Yalta, terdapat “simbol” seluruh Krimea: Lastochkino Gnezdo (Sarang Burung Walet), sebuah kastil cantik yang dibangun pada awal abad ke-20 oleh pengusaha Jerman Baron von Steingel. Sewalah sebuah kapal pesiar dan berlayarlah di sepanjang pantai selatan Yalta. Sambil menikmati keindahan Laut Hitam, tengoklah bangunan megah yang bertengger seperti sarang burung di atas tebing terjal tersebut.

5. Ai-Petri

Selain rekreasi tepi laut, Anda juga bisa mendaki gunug di Krimea. Salah satu puncak tertinggi di Krimea, Ai-Petri (1.234 m), dapat dicapai dengan salah satu jalur kereta gantung tak berpenopang paling panjang di Eropa. Anda bisa juga mendaki melalui jalan setapak (meskipun berkelok-kelok), sambil menikmati pemandangan Air Terjun Uchan-Su.

Setelah sampai di puncak, mampirlah ke restoran untuk mencicipi aneka hidangan khas Tartar Krimea: pilaf, laghman (mi, daging, dan sayuran), dan chebureki. Jangan lupa, cicipi pula anggur asli Krimea. Pastikan Anda tetap berpakaian hangat, bahkan selama musim panas. Angin di puncak gunung sangat kencang!

6. Alupka

Dibangun dengan gaya Inggris, Istana Vorontsov merupakan daya tarik utama kota resor yang kecil ini. Anda bisa membaca lebih lanjut mengenasi istana di sini.

Pada abad ke-19, sebuah taman yang elegan seluas lebih dari 40 hektare dibangun di sekitar istana. Taman itu dihiasi sejumlah pahatan, air mancur, teras, dan ditanami lebih dari 200 spesies tanaman dari seluruh dunia. Alupka juga menawarkan pemandangan yang luar biasa, layaknya perpaduan Ai-Petri dan Laut Hitam. Itulah sebabnya, pelukis pemandangan laut terkenal Ivan Aivazovsky begitu menyukainya. Salah satu tebing di kota ini bahkan dinamai Aivazovsky sebagai penghormatan terhadap sang seniman.

7. Istana Livadia

Tak jauh dari Yalta terdapat salah satu istana paling mewah di Krimea, yang berfungsi sebagai kediaman musim panas Tsar Aleksandr II. Tsar-tsar Rusia biasa berlibur di sini keluarga mereka selama musim panas bersama. Belakangan, Nikolay II membangun sayap terpisah untuk dirinya sendiri.

Pada masa Soviet, istana kekaisaran diubah menjadi sanatorium untuk buruh dan petani. Penulis terkenal Maksim Gorky bahkan pernah menikmati fasilitas penyembuhan di sini. Pada Februari 1945, selama Perang Dunia II, Istana Livadia menjadi tuan rumah Konferensi Yalta antara pemimpin Blok Sekutu: Josef Stalin, Winston Churchill, dan Franklin Roosevelt.

8. Massandra

Kediaman musim panas kekaisaran lainnya dengan taman bergaya Prancis yang indah dapat dilihat di Massandra. Meski begitu, para tsar memang lebih memilih Livadia alih-alih Massandra. Baca lebih lanjut tentang istana misterius ini di sini.

Mengunjungi Krimea tak lengkap tanpa mencicipi anggur lokal. Kebetulan, pabrik anggur Massandra menawarkan tur di delapan cabangnya di Semenanjung Krimea. Di sana, Anda dapat mengunjungi kebun anggur, mengelilingi gudang anggur, mengamati proses pembuatan anggur, dan, tentu saja, mencicipinya!

9. Yevpatoria dan Danau Sasyk

Kota ini sangat ideal untuk keluarga dengan anak-anak. Yevpatoria menawarkan pantai berpasir dan laut dangkal yang hangat. Kota ini memiliki banyak kamp anak-anak yang telah berdiri sejak zaman Soviet. Di kota ini, Anda dapat menemukan satu-satunya madrasah di Krimea yang berasal dari abad ke XV – XVI dan Masjid Juma-Jami dari abad ke-16. Kedua bangunan ini merupakan bukti kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah atas Krimea selama berabad-abad.

Tak jauh dari Yevpatoria, Anda akan menemukan Danau Sasyk. Danau ini terpisah dari Laut Hitam oleh sebidang tanah sempit. Danau ini unik: Warnanya bervariasi antara merah muda hingga merah cerah. Ini terjadi karena mikroorganisme penghasil karoten yang hidup dalam danau. Pada zaman dahulu, orang-orang Yunani kuno mengekstraksi garam dari Danau Sasyk. Garam tersebut amat berkualitas sehingga sampai ke meja tsar Rusia pada kemudian hari.

10. Kerch

Terletak di pantai timur Krimea, Kerch adalah kota pertama yang menyambut para pengunjung yang datang melalui Jembatan Krimea yang baru dibangun. Kerch adalah kota tertua di Rusia. Kota ini didirikan oleh orang Yunani kuno pada akhir abad ke-7 SM.

Meski begitu, warisan-warisan arkeologis dari segala periode sejarah Krimea di Kerch terawat dengan baik: Mulai dari reruntuhan kuno dan basilika Byzantium abad ke-8, benteng Turki dari akhir abad ke-17, hingga benteng Rusia abad ke-19.

Taiga, vodka, hoki, banya, harimau, dan orang-orang Rusia itu sendiri .... Segala hal yang kita cintai tentang Rusia membuatnya jadi negara terindah di muka Bumi.