Kendarai Truk KAMAZ, Putin Resmikan Jembatan yang Hubungkan Daratan Rusia dengan Semenanjung Krimea

Sergei Bobylev/TASS
Empat tahun setelah referendum, Semenanjung Krimea dan daratan Rusia akhirnya terhubung. Jembatan yang menghubungkan kota Taman dengan semenanjung itu telah resmi dibuka dan mobil-mobil bisa dengan bebas melewatinya. Sementara itu, kereta api akan beroperasi tahun depan.

Pada Selasa (15/5), Presiden Vladimir Putin secara resmi membuka Jembatan Krimea yang terbentang sepanjang 19 km. Pembangunan ini berhasil diselesaikan dalam tempo dua tahun saja.

Sang presiden Rusia pun menjajal jembatan baru itu dengan mengendarai truk KAMAZ bersama dua pembangun jembatan di sebelahnya yang menjadi teman mengobrol selama perjalanan. Saat mengemudi, Putin juga bertanya apakah ada area-area tertentu di sepanjang jalan yang tak boleh dilalui terlalu cepat.

Meski begitu, jembatan belum dibuka sepenuhnya untuk semua kendaraan. Saat ini, hanya mobil yang diizinkan melintas dari daratan Rusia ke Krimea, dan sebaliknya. Jalur kereta api di atas laut direncanakan akan dibuka tahun depan.

Selama upacara pembukaan, Putin mengatakan orang-orang telah memimpikan adanya jembatan sejak zaman tsar, dan bahwa “akhirnya impian itu telah menjadi kenyataan.” Dia juga berterima kasih kepada semua orang yang telah mengerjakan proyek tersebut.

Sementara Putin secara resmi adalah manusia pertama yang menyeberangi Jembatan Krimea, ada pula Mostik (dalam bahasa Rusia berarti ‘jembatan kecil’), kucing lokal pertama yang telah menapakkan kaki-kaki mungilnya di jembatan itu. Mostik punya akun Instgram, dan sepertinya punya lebih banyak pengikut daripada Anda.

Bukan cuma jembatan, belum lama ini Krimea juga membuka terminal baru di Bandara Internasional Simferopol yang selesai dibangun hanya dalam tempo 22 bulan. Lihatlah foto-foto bandara baru ini di sini.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki