Rusia Berencana Perpanjang Masa Tinggal Turis Asing hingga Enam Bulan

Pavel Golovkin/AP
Pemerintah Rusia juga mempertimbangkan untuk menyederhanakan proses pengurusan visa.

Rusia tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang masa berlaku visa turis dari 30 hari menjadi enam bulan demi menarik wisatawan. Demikian hal tersebut dilaporkan surat kabar Izvestia, Rabu (5/2), mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Selain itu, menurut kemenlu, pengunjung dari negara mana pun nantinya cukup melampirkan bukti reservasi hotel untuk mengajukan permohonan visa turis. Sebagaimana yang berlaku hingga kini, setiap wisatawan asing yang hendak mengajukan permohonan visa harus melampirkan surat undangan (invitation letter) dari biro wisata yang terdaftar dalam database Pemerintah Rusia.

Berdasarkan jadwal badan legislatif, Kemenlu Rusia diharapkan menyerahkan perubahan hukum terkait pelonggaran peraturan visa tersebut kepada parlemen pada Desember 2020.

“Setiap keputusan, baik liberalisasi, penghapusan visa, maupun penyederhanaan administrasi, akan berdampak pada peningkatan pariwisata sebesar 10 – 30 persen atau lebih,” kata Wakil Ketua Serikat Industri Perjalanan Rusia Yury Barzykin.

Selain Partai Komunis Rusia, fraksi-fraksi partai politik di Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) dilaporkan mendukung usulan kementerian luar negeri. Sebagaimana yang dilaporkan Izvestia, Partai Komunis berpendapat bahwa parlemen seharusnya terlebih dahulu memprioritaskan peningkatan industri pariwisata domestik.

The Moscow Times menulis, kesulitan memperoleh visa sering kali menjadi penghalang bagi para wisatawan asing untuk mengunjungi Rusia (hal itu tentu tak akan terjadi bila Anda mengikuti panduan yang telah kami susun berikut).

Pada Juni 2019, Presiden Vladimir Putin berjanji untuk menerapkan e-visa mulai 2021 demi memenuhi target pendapatan industri pariwisata sebesar $15,5 miliar per tahun pada 2024.

Warga asing dari 53 negara, termasuk Indonesia, bisa mengajukan e-visa untuk mengunjungi seluruh Rusia mulai tahun depan, ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Evgeny Ivanov. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki