Selayang Pandang Kehidupan Snegurochka, Cucu dan Asisten Utama Sinterklas Rusia

Snegurochka, cucu Ded Moroz.

Snegurochka, cucu Ded Moroz.

Victoria Ryabikova
Kenapa cucu Ded Moroz (Sinterklas Rusia) tak tinggal bersama kakeknya dan bagaimana seekor kucing bisa menjadi asisten pribadinya?

Tak seperti Sinterklas, Ded Moroz (Kakek Salju), tidak memiliki kurcaci atau rusa yang membantu pekerjaannya. Asisten utama Ded Moroz adalah cucunya sendiri, seorang gadis muda bernama Snegurochka (Gadis Salju). Sementara Sinterklas menghabiskan sebagian besar hari-harinya di Finlandia dan Kutub Utara, Ded Moroz tinggal di Veliky Ustyug di Vologodskaya oblast (750 km di timur laut Moskow). Meski begitu, Snegurochka tak tinggal bersamanya. Ia memiliki rumahnya sendiri di Kostroma (300 km di timur laut Moskow). Kami mampir ke rumah Snegurochka dan mewawancarainya.

Siapa nama aslimu?

Namaku Snegurochka, apa lagi? Begitulah ibu dan ayahku (Vesna dan Moroz) memanggilku sejak lahir. Kebanyakan orang mengira bahwa ini adalah pekerjaanku, padahal bukan. Aku memang ditakdirkan menjadi Snegurochka, inilah jalan hidupku.

Aku berulang tahun ketika musim dingin bertemu musim semi, dan itu biasanya terjadi pada akhir Maret atau awal April. Hanya alam yang tahu kapan musim dingin dan musim semi bertemu.

Kenapa kamu tinggal di Kostroma alih-alih di Veliky Ustyug bersama Ded Moroz?

Di sinilah penulis drama Rusia yang terkenal Aleksandr Ostrovsky menulis kisah Snegurochka, yang ia persembahkan untukku. Kostroma adalah kampung halamanku. Di mana-mana, orang-orang selalu membutuhkan dongeng. Keajaiban Ded Moroz di Ustyug tidaklah cukup.

Apa yang asistenmu lakukan?

Aku punya banyak asisten, tetapi rekan senior kami, Stepan Timofeevich Bobtail si kucing putih, adalah favorit semua orang.

Stepan Timofeevich Bobtail

Dia datang ke sini mencari pekerjaan bertahun-tahun yang lalu, dan kami tak bisa menolaknya. Pada siang hari, ia menjamu para tamu. Pada malam hari, ia tidur di antara hadiah-hadiah di bawah pohon cemara, bermimpi, dan kemudian mencatatnya ke dalam buku hariannya. Mimpinya yang paling jelas diubah menjadi dongeng, yang ia simpan di dalam perpustakaan.

Seperti apa keseharian Snegurochka?

Pada pagi hari, kami menyambut para tamu di Ruang Keajaiban dan mengajari mereka cara membuat keinginan yang tepat. Di sini, para cendekiawan kami mengadakan kelas pelatihan yang kreatif serta berbagai program interaktif lainnya. Kami membaca surat-surat yang kami terima dan membalasnya. Pada hari ulang tahunku dan selama liburan Natal, aku membuat pesta dansa yang terbuka untuk semua orang.

Omong-omong, aku dan kakek (Ded Moroz) berkelana mengelilingi seluruh negeri dongeng Rusia sepanjang tahun. Kadang-kadang, aku mengunjungi panti asuhan atau panti jompo dan mencoba memberikan kehangatan di sana. Jadi, jika ada yang merasa sedih dan menulis surat kepadaku, aku pasti akan membalasnya. Mungkin doaku akan memberikan dukungan bagi seseorang yang tengah kesulitan.

Apakah cuma anak-anak yang menulis surat kepadamu?

Tidak, aku juga menerima surat dari orang dewasa. Anak-anak perempuan biasanya menceritakan pengalaman cinta pertama mereka, sementara orang dewasa mungkin meminta saran atau berbagi impian mereka denganku. Mungkin mereka mengira aku sudah dewasa. Namun, perputaran waktu di sini tak sama dengan di dunia kalian. Meski aku agak tua, aku masih sangat kecil dan bahkan masih terlalu dini untuk memikirkan pernikahan. Lagi pula, Ded Moroz tak mengizinkanku untuk menikah dini.

Anak-anak mengirimiku kartu pos dan gambar-gambar mereka. Mungkin gambar paling umum yang kuterima adalah potret diriku sendiri. Aku mengoleksi semua gambar itu. Baru-baru ini, aku menerima surat dari dua bersaudara bernama Irina dan Eliza di Jepang. Ibu mereka bilang bahwa anak-anaknya berbicara tiga bahasa. Mereka bisa membaca dan berbicara bahasa Rusia dengan baik, tetapi masih belajar menulis.

Pada umur berapa anak-anak berhenti percaya pada dongeng?

Percaya pada dongeng tak tergantung pada usia. Anak-anak yang sangat kecil pun bahkan butuh bantuan untuk memercayai sihir atau mukjizat, tetapi orang dewasa kadang-kadang lupa bahwa keajaiban ada di mana-mana. Mereka baru menyadari ini ketika mengunjungiku.

Cara mencapai kediaman Snegurochka dari Moskow:

Dengan kereta: Anda bisa mencapai Kostroma dari Moskow dengan kereta api. Setiap hari, kereta api berangkat dari Stasiun Yaroslavl pukul 23.00 menuju ke tanah kelahiran Snegurochka.

Ada pula kereta api jarak jauh tujuan Khabarovsk dan Vladivostok yang berhenti di Stasiun Kostroma Novoya. Perjalanan ke Kostroma menghabiskan waktu 6 – 7 jam. Harga tiket sekali jalan untuk gerbong kelas dua 1.200 rubel (sekitar 267 ribu rupiah), sedangkan gerbong kelas satu berkisar antara 1.800 – 2.500 rubel (sekitar 401 ribu – 557 ribu rupiah).

Dengan bus: Bus ke Kostroma berangkat dari Bandara Vnukovo, Domodedovo, dan Zhukovsky, serta dari Terminal VDNKh. Perjalanan dengan bus memakan waktu tujuh jam. Harga karcis berkisar antara 1.000 (sekitar 222 ribu rupiah) hingga 1.500 rubel (sekitar 334 ribu rupiah) sekali jalan.

Dengan pesawat: Kostroma memiliki bandara. Meski demikian, Anda hanya bisa naik pesawat dari Sankt Peterburg. Harga tiket memang mahal (4.500 rubel atau sekitar satu juta rupiah), tetapi penerbangan hanya memakan waktu satu jam saja.

Snegurochka tinggal di ulitsa Simanovskogo No. 11, Kostroma. Anda bisa naik bus No. 2 dari Privokzalnaya ploschad dan turun di Biara Bogoyavlensko-Anastasiin. Selain bus, Anda juga bisa naik taksi. Tur hanya tersedia dalam bahasa Rusia. Jadi, Anda mungkin perlu menyewa penerjemah. Situs web tur ini pun hanya tersedia dalam bahasa Rusia. Biaya tur cukup murah, hanya 150 rubel (sekitar 33 ribu rupiah), sedangkan harga kelas pelatihan cuma 200 rubel (sekiar 44 ribu rupiah). Tur terakhir dimulai pada pukul 17.00 setiap hari.

Situs kediaman Snegurochka: www.snegurochkadom.ru dan snegurochka-dr.ru.

Karena masyarakat Rusia isangat beragam, kebanyakan etnis di negara ini memiliki Ded Moroz-nya sendiri. Inilah sepuluh versi Sinterklas Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki