Resurs dan Pantsir-ME: Dua Sistem Pertahanan Udara Paling Garang untuk Kapal

Vitaly V. Kuzmin/vitalykuzmin.net
Sistem rudal ini mampu menembak jatuh jenis rudal terbaru dan target yang terbang rendah di atas permukaan air, bahkan di tengah badai sekali pun.

Sistem rudal antipesawat Resurs, yang pertama kali dirilis oleh perusahaan Almaz-Antey cabang Kazakhstan Timur dalam pameran maritim internasional MVMS 2021 pada awal bulan ini di Sankt Peterburg, mampu mengenai target apa pun yang menyerang kapal dengan sebuah rudal. Hal ini diumumkan oleh wakil kepala Pusat Ilmiah dan Teknis Altair (bagian dari LSM Almaz dari Almaz-Antey cabang Kazakhstan Timur) Sergey Pavlov selama MVMS 2021.

Menurutnya, sistem pertahanan udara Resurs amat unik karena komposisi modularnya yang ringkas dan efisiensinya yang tinggi.

“Kompleks ini menyusun misi roket, mengarahkannya ke target; roket akan mencari target secara mandiri, mengarahkannya, dan mengalahkannya. Tiap radar pendeteksi berbasis kapal yang memiliki akurasi pelacakan target udara mampu memberikan kompleks tersebut sistem pengontrol target untuk dihancurkan,” kata Pavlov.

Perwakilan perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa kompleks Resurs yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut Rusia telah lolos uji coba. Seluruh karakteristik yang ditetapkan dalam pengujian telah terkonfirmasi. Sekarang, rudal darat ke udara itu tengah menjalani operasi percontohan sebagai bagian dari persenjataan korvet angkatan laut dan kelak menjadi salah satu sistem pertahanan udara utama AL Rusia.

“Kompleks Resurs dilengkapi dua jenis rudal dengan jangkauan mengenai target udara masing-masing hingga 28 kilometer dan 10 kilometer,” kata spesialis tersebut.

Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa ketinggian minimum untuk mencapai target udara hanya lima meter, sedangkan maksimum 20 kilometer.

Menurut perwakilan Almaz-Antey, rudal darat ke udara ini diusulkan untuk dipasang pada kapal permukaan modern.

Kompleks ini dapat menembak hingga lima target secara bersamaan. Rudal kompleks tersebut diluncurkan secara vertikal dan tidak memiliki bagian yang dapat dipisahkan.

Resurs adalah sistem rudal antipesawat terbaru untuk melindungi kapal. Namun, pada akhir 2019, Almaz-Antey menghadirkan sistem pertahanan udara artileri lain untuk kapal, yang sebelumnya telah diuji dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah.

Pantsir untuk kapal

Pantsir-ME adalah versi laut kompleks antirudal Pantsir-S1 yang terkenal.

Ini adalah sistem artileri yang dirancang untuk pertempuran laut. Sistem ini dapat mencegat rudal musuh dan proyektil lainnya selama hujan, angin kencang, bahkan badai.

Sistem ini amat ringkas dan dilapisi dengan pelindung antikorosi untuk menahan tekanan air dan karat.

Perbedaan terbesar antara sistem versi laut dan darat terletak pada bagian internalnya. Sistem yang dibuat untuk kapal menembak jatuh rudal yang terbang di atas pantulan permukaan air yang biasanya menyembunyikan lintasan proyektil dari sistem antirudal.

Perbedaan lain antara versi darat dan laut adalah kecepatan tembaknya. Sistem berbasis darat menembakkan hingga 4.800 peluru artileri per menit, sementara yang berbasis laut dapat menembakkan hampir 10.000 peluru per menit.

Monster laut ini dapat menembak jatuh hingga empat target yang terbang di atas permukaan secara bersamaan.

“Kedua sistem akan saling melengkapi dan bekerja sama untuk menembak jatuh target besar dan kecil di laut. Sistem ini akan berfokus pada pesawat jet, rudal, dan pengebom, sementara Pantsir akan menyasar target yang lebih kecil atau proyektil yang berhasil melewati rudal Resurs, kata Viktor Murakhovsky, pemimpin redaksi majalah Arsenal Otechestva.

Angkatan Laut Rusia telah memesan sejumlah sistem Pantsir-ME. Sistem ini akan dipasang pada kapal-kapal lepas pantai yang lebih kecil. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki