Rusia akan Menguji Sistem Artileri Kapal Perang Baru

Legion Media
Versi darat dari senjata ini telah digunakan pada operasi militer di Suriah. Kini, senjata ini akan menjadi menjadi bagian dari kapal perang era baru Rusia.

Sistem antirudal darat yang terkenal di Rusia Pantsir-S1 baru saja dirancang ulang dan dipasang di kapal perang generasi berikutnya, untuk memberikan pertahanan dari rudal berbasis laut. Belum lama ini, kapal perang pertama yang sudah dilengkapi antirudal ini telah meninggalkan dermaga untuk menjalani tes pertempuran yang sebenarnya.

Perisai Laut Rusia yang Baru

Versi laut dari sistem artileri ini dijuluki Pantsir-ME. Sistem antirudal ini dirancang secara khusus untuk perang laut dan dimaksudkan untuk mencegat rudal musuh dan proyektil lainnya, bahkan dalam kondisi cuaca terburuk, termasuk badai. Untuk menghadapi tantangan seperti itu dan mencegah kerusakan, para insinyur membuatnya kompak dan menutupi tubuhnya dengan selubung anti korosi. 

Perbedaan utama antara versi darat dan laut terletak pada cara keduanya dalam mencegat rudal musuh yang datang. Jika versi darat diciptakan untuk menembak jatuh target dari atas, yang sebagian terbang di jalur penerbangan yang terprediksi, versi laut harus mempertahankan kapal dari rudal yang terbang di atas permukaan air yang memantul, yang biasanya menyembunyikan jalur proyektil dari sistem antirudal.

“Adapun hari ini, komando militer memandang Pantsir-ME sebagai salah satu sistem pertahanan udara kapal perang utama pada dekade mendatang. Proyek pertama untuk mesin-mesin artileri ini adalah kapal perang Karakut. Pantsir-ME juga akan mengubah sistem pertahanan udara kuno dan usang di kapal lain. Misalnya, pada kapal induk Admiral Kuznecov,” ujar mantan analis militer surat kabar Izvestia Dmitry Safonov kepada Russia Beyond

Menurut Safanov, sistem ini juga cocok untuk berbagai jenis kapal perang Rusia, maupun kapal perang asing.

Selain itu, penambahan berat ekstra 500 ton pada kapal terhitung sangat minim. Itu artinya, tersedia juga opsi untuk memasang beberapa sistem pertahanan udara Pantsir-ME pada kapal perang yang lebih besar, agar dapat lebih efektif mempertahankan kapal dari arah yang berbeda.

"Pantsir-ME adalah tipe dari unit pertahanan udara yang lengkap. Di dalam modulnya sudah ada radar dengan kecerdasan buatan yang mendeteksi semua jenis objek serangan udara modern. Radar ini mentransmisikan semua informasi langsung ke pos komando dengan target terkunci, di mana petugas membuat keputusan untuk melepaskan tembakan," jelas Safonov.

Dia juga menyebutkan bahwa satu pos komando dapat secara efektif memantau dan mengoperasikan hingga empat modul pertempuran Pantsir-ME dengan senapan mesin dan peluncur roket. Saat ini, diperlukan tiga orang awak untuk mengoperasikan satu sistem Pantsir-ME dari pos komando. Mereka adalah kepala-komandan sistem, operator modul, dan insinyur modul pertempuran.

Perbedaan Antara Versi Darat dan Laut

Persenjataan versi darat dan laut juga berbeda. Versi laut memiliki sepasang senjata artileri AO-18KD 30 mm enam barel otomatis dengan masing-masing 500 peluru. Setiap peluru sangat kuat sehingga secara teknis bisa menembak jatuh pesawat militer terbesar di dunia dengan satu tembakan.

Di samping itu, terdapat delapan rudal 57E6-E1 jarak pendek berpemandu yang bekerja secara efektif melawan target udara, dengan kecepatan terbang hingga 1.000 meter per detik. Khusus untuk versi laut, para insinyur menciptakan sistem pengisian ulang otomatis yang memasukkan rudal baru setelah persenjataan utama digunakan.

Rudal Pantsir-ME mampu menghilangkan target pada jarak pendek hingga 20 kilometer, dan pada ketinggian hingga 15 kilometer. Sementara itu, sistem artilerinya dibangun untuk menghancurkan rudal yang berhasil menghindari "perisai rudal" pada jarak hingga 4 kilometer.

ANGKA KUNCI:

Sistem rudal antipesawat Pantsir-ME

Jangkauan rudal: 1,2 km – 20 km;

Muatan amunisi: 12 rudal;

Kaliber senapan: 30 mm;

Amunisi: 1.400 butir;

Laju tembakan per menit: 10.000;

Kecepatan moncong: 960 m/s;

Jangkauan deteksi: hingga 20 km;

Pelacakan target secara simultan: 4

S-350 Vityaz adalah “benteng terakhir” pertahanan misil Rusia. Sistem pertahanan ini akan mencegat dan menghancurkan pesawat musuh yang berhasil menghindari sistem pertahanan udara lainnya. Baca selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki