Helikopter Ansat-M Lakukan Penerbangan Perdana

Rostec
Helikopter Ansat-M, helikopter ringan serbaguna yang dimodernisasi, baru saja melakukan penerbangan perdana. Helikopter ini dibuat menggunakan solusi teknis terbaru dan memiliki karakteristik yang lebih baik.

Ansat-M dilengkapi dengan sistem bahan bakar modern yang memungkinkannya meningkatkan jangkauan. Dengan meningkatkan baling-baling ekor, stabilitas helikopter selama penerbangan kini menjai lebih baik. Selain itu, Ansat-M mendapatkan peralatan radio-elektronik terbaru yang memungkinkannya terbang dalam kondisi minim visibilitas.

Helikopter ini juga memiliki tangki tambahan sehingga meningkatkan jarak tempuhnya dari 505 menjadi 800 kilometer. Porsi bahan komposit dalam badan helikopter meningkat 15 persen (kini 35 persen) sehingga mengurangi bobot helikopter dan meningkatkan karakteristik terbangnya. Uji sertifikasi helikopter Ansat-M dan pemasokan pertama direncanakan dilakukan tahun ini.

Desain baling-baling tambahan dan penyangga baru pada ekor guna meningkatkan aerodinamika helikopter tengah dilakukan. Penggunaannya akan meningkatkan kemampuan manuver helikopter dan meningkatkan kenyamanan penumpang serta mengurangi tingkat kebisingan di dalam kabin. Bilah baru ini juga akan meningkatkan kecepatan jelajah, kemampuan pendakian, serta massa lepas landas maksimum. Rencananya, helikopter ini akan dilengkapi sistem antibeku baru dan autopilot tiga saluran untuk penerbangan otomatis pada 2021.

Klien pertama helikopter Ansat yang dimodernisasi adalah maskapai Polar Airlines. Tujuh helikopter Ansat akan dikirim ke Utara Jauh. Pengiriman akan dimulai paling cepat tahun ini. Berdasarkan kontrak, semua helikopter akan memiliki modul medis yang canggih. Ansat dapat digunakan dalam kisaran suhu antara -45 hingga 50 derajat Celcius serta di lingkungan pegunungan, kata perusahaan Rostec.

Biro Desain Kamov Rusia telah merancang banyak model helikopter militer dan sipil yang sukses. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki