Tiga Helikopter Terbaik Rancangan Biro Desain Kamov

Alexander Ryumin/TASS
Biro Desain Kamov Rusia telah merancang banyak model helikopter militer dan sipil yang sukses. Meski begitu, biro desain itu terkenal berkat helikopter tempur serang Hiu Hitam dan Aligator yang unik dan kuat.

1. Ka-50 Hiu Hitam

Dirancang pada awal 1980-an, Ka-50 hadir sebagai helikopter tempur serang generasi baru Soviet. Jika sewaktu-waktu terjadi “perang besar” di Eropa, helikopter ini harus menghancurkan pasukan darat NATO, termasuk kendaraan-kendaraan lapis baja, dan secara efektif mengungguli unit-unit antiudara musuh.

Karena sistem rotor koaksialnya yang khas, Hiu Hitam mampu terbang cepat, mudah bermanuver, memiliki kemampuan bertahan yang tinggi, dan perfoma penerbangan yang sangat baik. Ka-50 adalah salah satu dari sedikit helikopter di dunia yang dapat melakukan loop (manuever membentuk lingkaran [360 derajat] secara vertikal).

Karakteristik unik Ka-50 adalah sistem kursi lontarnya — fitur langka untuk helikopter. Sebelum kursi pilot dilontarkan, baling-baling akan terlepas akibat muatan ledakan dalam cakram rotor.

Tak seperti helikopter tempur serang lainnya pada masa itu, Werewolf (Manusia Serigala), julukan NATO untuk Ka-50, dirancang sebagai helikopter berkursi tunggal. Jadi, si pilot berfungsi sebagai operator dan sekaligus navigator. Pada awalnya, itu terlihat seperti strategi yang tepat: Helikopter menjadi lebih ringan, sementara anggaran pelatihan pilot pun menjadi lebih hemat. Apalagi, biaya untuk menyiapkan seorang awak helikopter tempur serang hanya sedikit lebih murah daripada harga helikopter itu sendiri.

Namun, penggunaan Ka-50 selama konflik Chechnya menunjukkan bahwa perancang Kamov salah: hanya pilot-pilot jagoan yang bisa menerbangkan Hiu Hitam sambil melancarkan tembakan. Setelah 17 unit diproduksi, proyek ini ditutup pada 2009.

2. Ka-52 Aligator

“Menyingkirkan” Ka-50 tak membuat teknologinya yang unggul dan sukses terbuang percuma. Segala keunggulan Ka-50 kelak diturunkan ke “adik” Hiu Hitam — Ka-52 Aligator.

Aligator dirancang sebagai helikopter berkursi ganda. Model kursi kokpit pada helikopter ini diatur berdampingan sehingga secara signifikan meningkatkan koordinasi antara pilot dan kopilot.

Ka-52 meniru banyak hal dari pendahulunya, termasuk sistem kursi pelontarnya yang unik. Namun, helikopter baru itu memiliki sistem navigasi, uji coba, dan tempur yang lebih canggih.

Daripada “kakaknya”, Alligator ternyata jauh lebih beruntung. Helikopter itu masih aktif diproduksi hingga kini — ada lebih dari 120 unit yang telah keluar pabrik. Beberapa di antaranya bahkan dikirim untuk bertempur di Suriah.

Ada pula Ka-52 versi angkatan laut, Katran, yang bisa melipat baling-balingnya. Helikopter semacam itu awalnya akan dikerahkan di atas kapal induk helikopter kelas Mistral. Namun, setelah perjanjian Rusia-Prancis tentang pengadaan Mistral dibatalkan pada 2015, Rusia memutuskan untuk menempatkan Katran di atas kapal induk Laksamana Kuznetsov.

3. Ka-27

Ka-27 adalah helikopter angkatan laut paling sukses yang pernah dirancang di Uni Soviet. Tugas utamanya adalah melindungi kapal induk dari kapal selam musuh.

Dilengkapi dengan sistem avionik tercanggih, helikopter ini mampu menemukan dan mengeliminasi kapal selam pada kedalaman hingga 500 meter, baik pada siang maupun malam hari, dalam kondisi cuaca apa pun, dan bahkan selama badai.

Ka-27 telah dimodifikasi puluhan kali, dari pemburu kapal selam (Ka-27PL) hingga helikopter pengintai radiasi Ka-27E. Helikopter ini juga digunakan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Dirancang pada 1970-an, helikopter ini masih melayani Aviasi Angkatan Laut Rusia serta militer Tiongkok, India, Korea Selatan, Laos, dan Vietnam. Untuk keperluan sipil, Ka-27 dioperasikan di Swiss, Portugal, Jepang, dan Kanada.

Banyak yang percaya bahwa Ka-27 kelak harus diganti dengan helikopter “Lamprey” buatan Pabrik Helikopter Moskow Mil. Namun demikian, hal tersebut masih sekadar wacana.

Mi-26, helikopter terbesar di dunia, bisa mengangkut truk, tank, helikopter lain, pesawat besar, dan bahkan anak beruang kutub dengan mudah. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki