Koalitsiya-SV: Senjata Artileri Rusia dengan Ketepatan Senapan Runduk

Tekno&Sains
NIKOLAY LITOVKIN
Senjata artileri gerak otomatis (self-propelled) pertama yang menggunakan kecerdasan buatan ini mampu mengunci target hingga sejauh 70 kilometer, dengan ketepatan seperti senapan runduk.

Pada akhir Mei 2020, Angkatan Bersenjata Rusia menerima pengiriman pertama senjata artileri dengan kemampuan yang telah ditingkatkan, 'Koalitsiya-SV’. Monster baja ini dikembangkan dengan tujuan untuk menghancurkan senjata besar dan lapis baja musuh yang berada jauh di luar garis depan. Senjata ini dapat menembakkan 10 peluru 152 mm pada target yang berjarak 70 kilometer dan mengubahnya menjadi tumpukan logam, termasuk tank, senjata artileri dan mortir, bahkan senjata antipesawat.

Keunikan

Menurut Komandan Pasukan Rudal dan Artileri Rusia Letnan Jenderal Mikhail Matveyevsky, senjata artileri baru ini adalah langkah solid menuju robotisasi peralatan militer, yang saat ini berkisar seputar presisi jarak jauh.

Profesor Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Rusia Vadim Kozyulin mengatakan bahwa senjata ini memiliki ketepatan dan jangkauan yang mengagumkan.

"Radius penyimpangan Koalitsiya sekitar satu hingga dua meter. Beroperasi pada jarak 70 kilometer, senjata ini memiliki ketepatan menyerupai senapan runduk — tepat dan mematikan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, senjata ini adalah senjata artileri pertama yang dapat memberikan baju besi untuk para awak. Para prajurit duduk dalam kapsul lapis baja khusus di dalam kulit luar. Menara penembakan yang sebenarnya tetap tak berawak dan diisi dengan lebih banyak baju besi, menawarkan perlindungan tambahan bagi awak. Sementara itu, amunisinya dimuat secara otomatis dengan bantuan konveyor yang dirancang khusus, meluncurkan satu demi satu proyektil pecahan bom berdaya ledak tinggi.

“Koalitsiya memiliki beberapa amunisi yang serius. Selain proyektil pecahan bom berdaya ledak tinggi, ia juga memiliki proyektil klaster, bahkan penusuk lapis baja, dengan koordinat input laser 'Krasnopol' ketika melesat menuju target, yang dikembangkan secara khusus untuk Koalitsiya,” ujar Kozyulin.

Fitur khusus Koalitsiya adalah kemampuan untuk menaikkan meriamnya ke kemiringan 45 derajat, yang memungkinkan senapan yang digerakkan secara otomatis itu menembakkan mortir melalui rintangan yang tinggi. Dengan cara ini, senjata artileri itu mampu menembak target yang terlihat dan tidak terlihat dari posisi tersembunyi, baik secara langsung ataupun di medan pegunungan. 

“Awak artileri dapat memasukkan koordinat ke komputer Koalitsiya yang tidak hanya berasal dari pengintai mereka, tetapi juga dari transmisi pesawat nirawak. Data seperti itu dimasukkan secara otomatis dan meriam kemudian mengunci sasaran dengan sendirinya,” jelas sang ahli.

Koalitsiya dapat menggunakan berbagai sistem pelacakan satelit untuk menerima koordinat, termasuk GLONASS dan GPS, menyimpan hingga 10 set koordinat target dalam memorinya, dan melepaskan tembakan secara otomatis. 

Senat Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Whip John Thune mengusulkan perubahan undang-undang yang akan memungkinkan AS untuk membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia S-400 dari Turki. Ini alasannya.