'Burung Besi' Rusia Unjuk Gigi di Paris Air Show

Vladimir Malyarenko
Rusia akan bersaing merebut pasar maskapai penerbangan sipil Amerika Latin dan Asia Tenggara dengan pesawat amfibi Be-200 helikopter Ansat.

Untuk pertama kalinya sejak Rusia menganeksasi Krimea pada 2014 yang menimbulkan krisia hubungan dengan Eropa, industri penerbangan Rusia menghadirkan burung besi-nya di Paris Air Show di Le Bourget, Prancis, yang berlangsung pada 17 – 23 Juni 2019. Partisipasi Rusia dalam pameran penerbangan ini terbatas pada produk pesawat sipil dan kegunaan ganda, karena Moskow memiliki prospek yang kecil dalam memenangkan pesanan militer dari negara-negara NATO.

Tahun ini, pesawat amfibi Be-200 dan helikopter Ansat akan unjuk gigi di pameran penerbangan top Eropa tersebut

Pesawat Penyelamat

Be-200 adalah pesawat amfibi untuk layanan darurat. Ini dapat dikerahkan untuk memerangi kebakaran hutan dan menyelamatkan korban di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Fitur utama dari  amfibi ini adalah kemampuannya untuk mengambil air saat pendaratan, mengisi tangki, dan naik dari permukaan. Oleh karena itu, target pembeli utamanya adalah negara-negara dengan sungai dan waduk yang luas, seperti yang ditemukan di Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Pesawat ini memiliki dua kegunaan, yaitu dapat memuat hingga 12 ton air ke dalam tangki (memiliki delapan bagian tangki air, dengan opsi untuk pembuangan simultan atau berurutan), sekaligus membawa kargo seberat hingga delapan ton.

Fitur menarik lainnya adalah bahwa konfigurasi pesawat dapat disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Negosiasi bahkan telah dilakukan dengan Rolls-Royce tentang penyesuaian mesin untuk mempromosikan model di Barat. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia dan Kementerian Situasi Darurat kemudian memutuskan hanya memproduksi untuk perusahaan-perusahaan domestik agar terhindar dari hembusan angin politik.

Helikopter Ansat

Ansat termasuk dalam kelas helikopter ringan dengan daya dukung 1,3 ton, dan mampu menampung sembilan orang.

Helikopter ini memiliki desain rotor-tunggal dengan dua mesin, masing-masing berkekuatan 620 tenaga kuda. Selain itu, badan helikopter terbuat dari bahan komposit yang bertransisi dengan mulus ke boom ekor dengan stabilizer horizontal dan ujung pelat.

Bergantung pada konfigurasi, helikopter ini dapat digunakan untuk transportasi sipil (penumpang, kargo), patroli lahan, serta operasi pencarian dan penyelamatan. Pada satu tangki bahan bakar, helikopter dapat menempuh jarak 520 km dengan kecepatan jelajah 240 km/jam, dan ketinggian maksimum sekitar 6000 meter, tergantung pada beban kerjanya.

Biro Desain Kamov Rusia telah merancang banyak model helikopter militer dan sipil yang sukses. Meski begitu, biro desain itu terkenal berkat helikopter tempur serang Hiu Hitam dan Aligator yang unik dan kuat. Inilah tiga helikopter terbaik rancangan Kamov.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki