Tornado-G: Sistem Peluncur Roket Ganda Baru Rusia, ‘Katyusha’ Abad Ke-21

Vitaly V. Kuzmin
‘Katyusha’ yang legendaris terlahir kembali dan siap menghancurkan teroris dengan menembakkan roket-roket yang mematikan.

Rusia telah mengakuisisi sistem peluncur roket ganda Tornado-G. “Katyusha abad ke-21” ini kelak menggantikan semua sistem usang dari kelas serupa yang tersisa dari zaman Soviet.

Satu unit sistem roket artileri ini telah melayani pasukan angkatan darat di dekat Volgograd (965 km di selatan Moskow). Kini, semua unit khusus di Rusia tengah mengantre untuk mendapatkan Tornado-G.

Spesifikasi Senjata

Seperti kebanyakan proyek militer modern pada umumnya, Tornado adalah senjata rahasia dengan segudang mitos dan legenda. Sebagian besar berhubungan dengan daya tembaknya yang diduga luar biasa, dan, konon, menyaingi rudal nuklir dan jelajah.

Sebetulnya, Tornado diproduksi dalam dua versi untuk rudal kaliber 122 mm dan kaliber 300 mm. Setiap sistem memiliki 40 tabung peluncuran dan salvonya terlihat mirip dengan peluncur roket Katyusha yang terkenal, yang sering terlihat dalam dokumenter Perang Dunia II.

Berkat kemajuan teknologi, jumlah jenis roket pada Tornado telah meningkat secara signifikan. Kini, ada empat amunisi baru yang dikembangkan secara khusus untuk Tornado-G: dua roket artileri dengan hulu ledak muatan ganda dan dua jenis dengan hulu ledak fragmentasi (pecahan berkeping) berdaya ledak tinggi. Walau beberapa pakar dunia maya mengklaim bahwa roket-roket itu dapat terbang sejauh 96 km, jangkauan maksimum mereka mencapai sekitar 40 km.

Peluncur ini juga telah dilengkapi dengan kendali jarak jauh modern dan sistem pemandu yang memungkinkan kru menentukan, membidik, dan mengunci target, serta melepaskan tembakan tanpa meninggalkan kabin. Selain itu, peluncur kini memiliki sistem navigasi satelit “tertutup” yang meningkatkan daya tembaknya dibandingkan semua pendahulunya. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk menyiapkan senjata telah jauh berkurang sementara akurasi tembakan menjadi lebih tinggi.

Pada saat yang sama, sistem tersebut hanya membutuhkan 20 detik saja untuk menembakkan seluruh 40 roket artilerinya dan dalam 30 detik berikutnya, ia dapat beralih dari posisi tempur ke posisi bergerak, dan berpindah ke tempat baru atau ke tempat perlindungan untuk memuat ulang.

Avangard dan Sarmat akan menggantikan rudal-rudal Soviet yang sudah usang dan membentuk fondasi baru persenjataan nuklir Rusia. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki