Koneksi Internet Moskow Cepat, Interaksi Digital Pengunjung Cetak Rekor Selama Piala Dunia 2018

AP
Penggemar sepak bola juga mencetak rekor saat Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan bulan Juni-Juli lalu. Menurut pemerintah kota Moskow, ada sebanyak 7,5 miliar interaksi dengan platform digital resmi FIFA, dan berbagi sejumlah besar data di jejaring sosial.

Operator jaringan seluler Rusia menginvestasikan sekitar 20 juta dolar AS (292 miliar rupiah) untuk infrastruktur di Moskow, seperti stadion, pusat pelatihan, halte transportasi umum, bandara, zona penggemar, hotel, dan lain-lain.

Jumlah data yang dibagikan melalui jaringan seluler adalah 144 petabyte, setara dengan 72 triliun foto di Facebook, atau 11 ribu film dalam format 4K, menurut pemerintah kota Moskow.

"Moskow adalah tempat uji coba teknologi mutakhir untuk empat tempat FIFA: Stadion Luzhniki, Stadion Spartak, FIFA Fan Fest Sparrow Hills, dan Stadion Spartak FIFA Fan Fest," ujar pemerintah kota Moskow dalam sebuah pernyataan.

"Pada awalnya, kami mengharapkan 30-35 ribu pengunjung di FIFA Fan Fest Sparrow Hills, tetapi pada hari pertama 70 ribu yang datang, melebihi harapan kami," kata Andrey Belozerov, penasihat strategi dan inovasi untuk direktur informasi Pemerintah Kota Moskow. "Kami harus meningkatkan jaringan kami untuk mengakomodasi muatan."

Secara total, 1,300 menara sel, 55 situs telepon seluler, dan 25,000 km jalur serat optik dikerahkan untuk mencapai koneksi cepat.

Misalnya, Stadion Luzhniki menyediakan WiFi untuk 150 ribu pengguna, dengan kecepatan rata-rata masuk/keluar 20-100/ 10-30 Mb per detik, dan kecepatan maksimum 260 Mb per detik.

Dengan kecepatan mencapai 260 Mb per detik, video HD dari seluruh pertandingan dapat diunduh hanya dalam empat menit. Muatan tertinggi terjadi selama pertandingan perempat final Rusia-Kroasia.

Yang menarik, 50 persen tamu Eropa dan 85 persen orang Amerika Latin membeli kartu telepon prabayar Moskow.

Moskow akan mulai menguji zona percontohan 5G pada awal 2019, yang akan diluncurkan oleh pemerintah kota Moskow bekerja sama dengan operator seluler Rusia, Megafon.

Moskow telah menghabiskan sekitar 13,3 juta dolar AS untuk hotspot WiFi publik gratis dalam upaya lebih lanjut dalam menyediakan akses internet untuk semua orang. Secara total, sekitar 2 ribu hotspot WiFi baru ditambahkan ke infrastruktur kota, di mana sudah ada lebih dari 30 ribu hotspot.

Layanan yang paling sering diakses adalah Instagram, WhatsApp, YouTube, Facebook dan jaringan sosial Rusia, VKontakte.

Pemerintah Moskow juga menguji coba tiga zona analisis video dengan sistem pengenalan wajah. Secara total, 321 kamera dengan pengenalan wajah dipasang di fasilitas FIFA.

Sistem pengenalan wajah mengidentifikasi hooligan dan mencegah mereka memasuki fasilitas FIFA. "Secara total, 98 pengunjung dilarang memasuki fasilitas FIFA karena foto mereka dicocokkan dengan database kota," kata pemkot Moskow.

Internet sudah merajalela di Rusia dan digunakan oleh orang dari segala usia dan kalangan, tak terkecuali anak-anak. Seperti apa anak-anak era Soviet bermain sebelum ada internet?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki