Berakhir di ‘Kuburan’ dan Jadi Rongsokan: Nasib Jagoan Lapis Baja Soviet Usai Masa Kejayaan

Tekno&Sains
BORIS EGOROV
Rusia mewarisi ribuan tank dan kendaraan militer dari Uni Soviet. Usang dan tak berguna, rongsokan-rongsokan dari era Perang Dingin itu menumpuk di “gudang-gudang” penyimpanan di seluruh negeri. Pada akhirnya, cepat atau lambat, Rusia harus mengatasi masalah ini.

Mendaur ulang peralatan militer yang usang adalah suatu tugas penting bagi Angkatan Bersenjata Rusia. Namun, sulit untuk menilai apakah mereka telah berhasil mengatasi tantangan itu atau belum. Sejumlah tempat penyimpanan untuk peralatan-peralatan militer yang ditinggalkan justru terus mendapatkan berbagai “koleksi” baru.

Sering kali “kuburan” semacam itu ditinggalkan tanpa pengawasan apa pun. Sebagai contoh, beberapa pemetik jamur — dalam beberapa kasus — pernah secara tak sengaja menemukan sistem SAM S-200 yang ditinggalkan di pedalaman hutan di Oblast Moskovskaya.

Sebetulnya, solusi terbaik untuk Kementerian Pertahanan Rusia dalam menangani peralatan-peralatan usang adalah dengan membuat pelelangan khusus. Dengan demikian, baik individu maupun organisasi mana pun bisa membeli dan memanfaatkan kendaraan-kendaraan militer yang sudah tak terpakai untuk keperluan sipil.

Sebelum dijual, peralatan militer yang hendak dipensiunkan akan “ditelanjangi”. Maksudnya, segala senjata, peralatan, dan perangkat keras yang terpasang pada kendaraan-kendaraan itu perlu dicopot supaya tak disalahgunakan di kemudian hari.

Kadang-kadang, sebuah tank atau kendaraan militer dibuang begitu saja sebelum sempat beroperasi dan odometernya (alat penunjuk jarak tempuh kendaraan) bahkan masih menunjuk angka nol.

Peralatan-peralatan militer tak terpakai yang dijual bisa digunakan untuk kepentingan sipil. Tank, misalnya, bisa digunakan sebagai kendaraan pemadam kebakaran di daerah-daerah dengan medan yang sulit. Sementara, pengangkut personel lapis baja (APC) bisa jadi pilihan yang sempurna bagi para ahli geologi dan pencinta olahraga ekstrem.

Peralatan-peralatan usang lainnya yang tak terjual dipindahkan ke fasilitas perbaikan lapis baja. Di sana, kendaraan-kendaraan itu akan dipereteli. Bagian-bagian yang berguna akan disimpan, sedangkan sisanya akan berakhir di tempat sampah.

Cara ketiga untuk menyingkirkan peralatan yang usang adalah dengan mengantarkannya ke “kuburan peralatan” dan menunggu sampai peralatan-peralatan itu akhirnya didaur ulang atau benar-benar hancur terkikis hujan dan salju.

Rusia bukanlah satu-satunya negara yang kebingungan ketika harus berurusan dengan peralatan-peralatan militer yang sudah usang. “Kuburan” semacam itu bisa ditemukan di mana-mana. Salah satu yang paling luar biasa terletak di dekat kota Vercelli, Italia. Pangkalan Udara Davis-Monthan di Arizona, AS, juga dikenal sebagai salah satu “gudang” terbesar untuk menampung jet-jet tempur yang tak lagi digunakan.

Kementerian Pertahanan Rusia berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Saat ini, Kementerian membuat kesepakatan dengan para perancang senjata terkait pemeliharaan peralatan sepanjang siklus usianya, termasuk daur ulang setelah pembuangan. Mereka berharap, langkah ini dapat menangkal kebutuhan untuk menciptakan kuburan peralatan militer yang lebih banyak.