Siapakah Pemimpin Bolshevik Vladimir Lenin?

Vladimir Lenin di Kongres Internasional III, Moskow, Maret 1919.

Vladimir Lenin di Kongres Internasional III, Moskow, Maret 1919.

Fototeca Gilardi/Getty Images
Kami menjawab pertanyaan paling penting tentang kehidupan pemimpin pertama Soviet.

1. Apa yang istimewa dari Vladimir Lenin?

Vladimir Lenin (nama asli Vladimir Ulyanov, 1870—1924) adalah pemimpin partai politik Bolshevik yang kala itu merupakan kekuatan utama di balik Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Revolusi ini hanya dapat dibandingkan dengan Revolusi Prancis tahun 1789 dalam hal pengaruhnya terhadap sejarah nasional dan dunia. Pemberontakan Rusia akhirnya mengarah pada pembentukan negara baru yang bahkan lebih besar, Uni Soviet, dengan Vladimir Lenin menjadi pemimpin pertama dan — hingga saat ini — yang paling dihormati. Ada ratusan monumen Lenin di Rusia maupun di luar negeri (di India, Jerman, bahkan di Antarktika, misalnya), dan hampir tiap kota Rusia memiliki Jalan Lenin.

2. Di mana Lenin lahir?

Keluarga Ulyanov. Berdiri (dari kiri ke kanan): Olga (8), Aleksandr (13), Anna (15). Duduk (dari kiri ke kanan): Maria Aleksandrovna (44) bersama putrinya Maria (1), Dmitry (5), Ilya Nikolaevich (48), dan Vladimir (9).

Lenin lahir, kebetulan, dari keluarga bangsawan di Simbirsk (sekarang Ulyanovsk, dinamai menurut keluarga Ulyanov). Ayahnya, Ilya, adalah seorang pegawai negeri sipil di instansi pendidikan setempat, keluarganya berkecukupan. Vladimir memiliki dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan.

3. Mengapa dia menjadi seorang pejuang revolusi?

Potret Vladimir Lenin pada usia tiga tahun oleh Ivan Parkhomenko.

Sejarawan setuju bahwa peristiwa yang memicu Vladimir menjadi seorang pejuang revolusi adalah eksekusi kakak laki-lakinya, Aleksandr, pada 1887 atas rencana pembunuhan Tsar Aleksandr III. Namun, ide-ide revolusioner mungkin telah menyusup ke keluarga Ulyanov lebih awal dari itu — kakak perempuan Lenin, Anna Ulyanova, juga seorang pejuang revolusi. Pada 1886, dia ditangkap untuk kali pertama gara-gara ikut serta dalam demonstrasi. Bagaimanapun, pada 1887, ketika Lenin mendaftar di Universitas Negeri Kazan, dia segera ditangkap karena aktivitas revolusi. setelah dikeluarkan dari universitas, ia mulai berani membaca literatur-literatur komunis.

Vladimir Lenin pada tahun 1891.

Saat menduduki bangku kuliah, Lenin segera dikeluarkan karena ikut serta dalam pemberontakan mahasiswa. Ini menandai awal masalahnya dengan hukum. Meskipun ia diizinkan untuk mengikuti ujian untuk masuk Fakultas Hukum Universitas Negeri Sankt Peterburg, dan menjadi pengacara, ia terus melanjutkan kegiatan revolusionernya. Pada 1895, Lenin menciptakan Liga Perjuangan untuk Emansipasi Kelas Pekerja (sebuah kelompok Marxis), kemudian ditangkap dan diasingkan ke Siberia selama tiga tahun.

4. Dari mana nama penanya berasal?

Vladimir Ulyanov memiliki lebih dari seratus nama pena yang ia gunakan untuk menandatangani artikel dan proklamasinya, tetapi salah satu yang terkenal adalah “Nikolay Lenin”, nama samaran yang ia gunakan kali pertama pada 1901. Salah satu versi sumber mengeklaim bahwa nama itu terinspirasi oleh Sungai Lena di Siberia. Yang lain mengatakan bahwa sebenarnya ada seorang pria bernama Nikolay Lenin, yang identitasnya digunakan oleh Vladimir Ulyanov sebagai penyamaran. Setelah Vladimir Ulyanov berkuasa, dokumen-dokumen resmi partai dan negara mulai ditandatangani dengan “V. I. Ulyanov (Lenin).”

5. Bagaimana Lenin berkuasa?

Vladimir Lenin memberikan pidato di Sankt Peterburg.

Vladimir Lenin adalah pemimpin Partai Bolshevik, sayap radikal Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia yang berideologi Marxisme. Pada 1912, Lenin dan rekan-rekannya memisahkan diri dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia dan, pada musim semi 1917, mendirikan partai politik yang terpisah.

Pada saat itu, Kekaisaran Rusia tak ada lagi (Nikolay II turun takhta, peristiwa itu terjadi tanpa campur tangan Lenin). Setelah kembali dari Swiss, Lenin menyatakan dalam apa yang disebut sebagai Tesis April bahwa Rusia baru “berjalan dari tahap pertama revolusi ke tahap kedua, yang harus memusatkan kekuasaan di tangan proletariat dan petani termiskin.”

Di bawah kepemimpinan Lenin, kaum Bolshevik memicu Revolusi Oktober 1917, yang membawa mereka ke tampuk kekuasaan.

6. Apa sebenarnya jabatan Lenin dalam pemerintahan Uni Soviet?

Lenin dan sekelompok komandan Tentara Merah di Lapangan Merah, Moskow, 25 Mei 1919.

Setelah Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFSR) muncul menggantikan Kekaisaran Rusia, Vladimir Lenin menjadi kepala pemerintahannya. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisar Rakyat (Sovnarkom). Secara formal, Lenin bukan satu-satunya pemimpin negara, tetapi ia bertanggung jawab atas Sovnarkom dan mengeluarkan perintah kepada menteri-menterinya (Komisar Rakyat). Setelah Uni Soviet didirikan pada 1922, Lenin, dengan demikian, menjadi kepala pemerintahan Uni Soviet.

Dalam jabatan ini, Vladimir Lenin memulai apa yang disebut Teror Merah, sebuah kebijakan yang bertujuan untuk menghilangkan perbedaan pendapat politik atau ancaman terhadap kekuasaan Bolshevik. Ini dilakukan dengan mengeliminasi “musuh masyarakat kelas”, yaitu kaum borjuis, saudagar kaya, bangsawan, dan sebagainya. Lenin memerintahkan eksekusi, membangun kamp konsentrasi, dan merampas hak kelompok dan individu tertentu. Selama Teror Merah itulah Nikolay II dan keluarganya dibunuh. Sebagaimana yang diyakini banyak sejarawan, eksekusi keluarga Romanov dilakukan mengikuti perintah langsung Lenin yang taktercatat.

Lenin juga pemimpin mutlak Bolshevik (kemudian menjadi Partai Komunis Uni Soviet), yang akhirnya memerintah seluruh Uni Soviet melalui dewan tertingginya, Politbiro.

7. Seperti apa kepribadian Lenin?

Vladimir Lenin, 1920

Banyak orang yang bertemu Lenin setuju bahwa dia memiliki kepribadian yang sangat kuat. Semasa kecilnya, ia menunjukkan kemampuan belajar yang luar biasa dan merupakan siswa cemerlang dalam semua mata pelajaran. Namun, ia juga menunjukkan temperamen yang keras dan suka mengatur.

Lenin bertubuh sedang — tingginya 164 sentimeter, berperawakan tegap, dan atletis. Dia suka memancing dan berburu, dan senang mengendarai sepeda sewaktu diasingkan di Swiss. Sebagaimana yang diingat Bruce Lockhart, “Selain dahinya yang tinggi dan matanya yang sedikit Mongoloid, tidak ada yang luar biasa dari penampilannya. Jasnya selalu longgar dan dasinya hampir selalu diikat sembarangan. Dia suka berdiri dengan santai dan ibu jarinya dimasukkan ke dalam lubang lengan rompinya. Kecuali ketika musim dingin yang parah, dia selalu mengenakan topi.”

Sebagai orang dewasa, Lenin memiliki ingatan yang menarik — dia bisa menghafal halaman teks hanya dalam hitungan menit. Dia juga seorang pencinta catur sejati.

Arthur Ransome, seorang jurnalis Inggris yang sangat dekat dengan kaum Bolshevik, menulis bahwa Lenin mengingatkannya “dengan cintanya pada kehidupan. Saya tidak bisa memikirkan satu orang pun dengan temperamen yang sama. Pria pendek, botak, keriput ini, bergoyang di kursinya dari satu sisi ke sisi lain, menertawakan lelucon ini atau itu, siap setiap saat untuk memberikan nasihat serius kepada siapa pun yang menyelanya untuk mengajukan pertanyaan.” Sejarawan Inggris Helen Rappaport menulis bahwa “Lenin adalah seorang oportunis yang sinis — dia mengubah taktik partainya tergantung pada keadaan dan keuntungan politik. Mungkin ini adalah bakatnya yang luar biasa sebagai seorang ahli taktik. Dia kejam dan tak segan-segan memanfaatkan orang demi tujuannya sendiri”.

8. Bagaimana Lenin meninggal?

Vladimir Lenin di Gorki pada 1923, menderita penyakit otak.

Selama menjabat sebagai kepala negara, setidaknya ada dua upaya pembunuhan terhadap Lenin — satu direncanakan oleh musuh-musuhnya dan yang satu lagi hanya penyergapan kriminal.

Kesehatannya turun drastis pada musim semi tahun 1922. Kondisinya memburuk karena aterosklerosis otak, ia kehilangan ingatan, dan bicara melantur. Setelah meninggal pada usia 53, tahun 1924, otaknya dipelajari secara menyeluruh, tetapi tidak memberikan petunjuk apa pun mengenai penyebab pasti kematiannya.

Vladimir Lenin di peti matinya, Januari 1924.

Setelah meninggal, jasadnya ditempatkan di sebuah mausoleum di Lapangan Merah, Moskow.

Selanjutnya, kami menjawab sepuluh pertanyaan yang paling banyak diajukan tentang sejarah Soviet.

Pembaca yang budiman,

Situs web dan akun media sosial kami terancam dibatasi atau diblokir lantaran perkembangan situasi saat ini. Karena itu, untuk mengikuti konten terbaru kami, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • ikutilah saluran Telegram kami;
  • berlanggananlah pada newsletter mingguan kami; dan
  • aktifkan push notifications pada situs web kami.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki