Dari Janggut hingga Anak: Lima Pajak dan Denda Teraneh dalam Sejarah Rusia

Domain Publik, Boris Kustodiev/Museum Seni Negara Nizhny Novgorod, Semen Mishin-Morgenstern/MAMM/MDF/russiainphoto.ru, Russia Beyond
Pada zaman berbeda dalam sejarah Rusia, orang-orang harus membayar pajak untuk memelihara janggut, memiliki pemandian di rumah, dan bahkan untuk mempunyai anak atau tidak.

1. Pajak Pemandian

Lukisan 'Russkaya Venera' (Venus Rusia), karya seniman Rusia Boris Kustodiev, yang dilukis pada 1925—1926.

Pada masa sekarang, hampir setiap rumah dilengkapi dengan kamar mandiri, tetapi pada zaman Pyotr yang Agung, orang-orang harus mandi di pemandian umum berbayar. Meski mendapat keuntungan dari usahanya, para pemilik pemandian tidak membagi pendapatan dengan negara. Oleh karena itu, Pyotr akhirnya memutuskan untuk memperbaikinya dan mulai mengenakan pajak pada 1704, baik untuk pemandian komersial maupun pemandian pribadi yang dimiliki orang-orang di rumah mereka.

Di bawah peraturan yang dikeluarkan Pyotr, para boyar (bangsawan) harus membayar pajak tiga rubel setahun. Sementara, para bangsawan dan pengusaha yang menerima penghasilan lebih dari 50 rubel setahun dari usaha pemandian mereka harus membayar satu rubel. Diluar kategori itu, semua yang memiliki pemandian di rumah harus membayar 15 kopek setahun. Nilai pajak tersebut terhitung cukup besar karena saat itu uang satu rubel dapat membeli sekitar seratus ekor ayam.

Pilihan untuk membongkar pemandian yang sudah dibangun juga mahal, karena dalam hal ini pemilik harus membayar denda sebesar 5 rubel. Pajak pemandian tetap berlaku selama setengah abad dan baru dihapus pada 1755.

2. Pajak Janggut

Sebuah token tembaga kecil bergambar janggut dan daftar pria berjanggut adalah dua hal yang biasa ditemukan pada masa Kekaisaran Rusia setelah 1705. Itu adalah masa ketika Pyotr yang Agung memberlakukan salah satu pajak tertinggi pada mereka yang menolak mencukur janggut mereka.

Pyotr memberlakukan pajak janggut setelah perjalanannya ke Eropa. Ia ingin agar orang-orang Rusia sedapat mungkin mirip dengan orang Eropa yang tidak berjanggut.

Semua penduduk kota wajib mencukur janggut dan kumis mereka. Bagi mereka yang menolak melakukannya harus membayar pajak sesuai profesi dan kelas mereka. Tarif pajak tertinggi berlaku untuk pedagang yang sangat kaya. Mereka harus membayar sebanyak 100 rubel untuk mendapatkan hak memakai janggut selama setahun. Sementara, para pejabat istana dan pedagang dengan pendapatan rata-rata, pejabat, serta pengrajin harus membayar 60 rubel setahun. Tarif pajak terendah adalah 30 rubel setahun, yang berlaku untuk pengemudi kereta kuda pos dan kusir.

Para petani juga tak lepas dari pajak tersebut. Mereka yang ingin mempertahankan janggut harus membayar 1 kopeck saat memasuki kota. Namun, mereka tetap bisa memakai janggut tanpa penalti di desa. Satu-satunya pria yang dibebaskan dari pajak janggut adalah para pendeta dan diaken (orang yang bertugas dalam pelayanan gereja).

Di kota-kota, para pembayar pajak janggut dimasukkan ke dalam daftar khusus dan diberikan token kecil bergambar janggut.

Pajak ini baru dihapuskan pada 1772, ketika Ekaterina yang Agung berkuasa. Meskipun demikian, Ekaterina tetap melarang pejabat, militer, dan bangsawan untuk memelihara janggut atau kumis.

3. Denda Pembunuhan

Ivan yang  Mengerikan putranya Ivan, 16 November 1581.

Denda atas pembunuhan mulai diberlakukan di Rus Kiev mulai dari akhir abad ke-9, yang dikenal sebagai ‘vira’, sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Penjelasan Yefremova.

Berdasarkan Russkaya Pravda, aturan hukum kuno Rusia yang berlaku saat itu, seorang pembunuh rakyat jelata dapat menghindari pertikaian berdarah karena pembalasan keluarga korban dengan membayar denda sebesar 40 hryvnia kepada pangeran setempat. Menurut artikel pada majalah Profil, uang sejumlah itu bisa membeli dua lusin sapi.

Denda yang dikenakan atas pembunuhan seseorang yang bertugas di pemerintahan lokal lebih mahal, yaitu sebanyak 80 hryvnia. Sementara, pembunuhan istri yang berzina atau tindakan yang menyebabkan seseorang terluka dengan serius dendanya lebih murah — hanya 20 hryvnia.

Jika pembunuhnya tidak dapat ditemukan, denda harus dibayar oleh ‘Verv’, badan masyarakat setempat yang bertanggung jawab menjaga hukum dan ketertiban di wilayah tempat jenazah korban ditemukan.

Menurut Ensiklopedia Besar Soviet, aturan ini tetap berlaku di Rusia hingga abad ke-16. Namun, Kamus Yefremova bersikeras bahwa praktik vira telah ditinggalkan jauh lebih awal, yaitu pada abad ke-13.

4. Pajak Hiburan

Mulai 1918, segala bentuk hiburan, seperti teater, bioskop, atau sirkus mulai dikenakan pajak khusus di Rusia. Pengenalan pajak diumumkan dalam surat Komisariat Rakyat Kesejahteraan Negara RSFSR (Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia), salah satu kementerian Pemerintahan Sementara yang dibentuk setelah Revolusi Februari 1917.

Pajak dipungut dari setiap tiket yang terjual, dengan nilai sebesar 10—80 kopek dari tiket yang harganya lebih dari 50 kopek dan sebesar sepertiga dari harga tiket jika harganya lebih dari 10 rubel. Sebagai perbandingan, pada 1920-an, 80 kopek bisa membeli 1 kg gula, 1 kg sosis atau 4 kg roti.

Mengingat bahwa pajak yang dikenakan atas setiap tiket tidak dibebankan kepada penonton, pengusaha hiburan harus membayar cukup banyak untuk pajak.

Untuk harga tiket kurang dari 50 kopek hanya dikenakan “biaya amal” sebesar 5 kopek.

Menurut surat yang dikeluarkan komisariat, uang yang terkumpul dari pajak tersebut digunakan untuk membantu orang cacat, orang tua, anak-anak, yatim piatu, dan orang lain yang membutuhkan.

Mulai 1942, pajak berlaku untuk penyelenggara semua acara berbayar, termasuk kuliah, konser, malam dansa, olahraga, pacuan kuda, dan lain-lain. Jumlah pajak yang harus dibayar ditetapkan oleh Presidium Tertinggi Uni Soviet, dengan tarif berbeda untuk setiap jenis acara dan berkisar antara 5 hingga 55 persen dari pemasukan kotor penjualan tiket.

Kegagalan pembayaran pajak akan dikenakan hukuman denda 100 rubel. Pada saat yang sama, beberapa acara dibebaskan dari pajak, seperti ceramah tentang Marxisme-Leninisme, pertemuan nonprofit, acara untuk personel militer, acara untuk anak-anak di bawah 16 tahun (kecuali untuk pemutaran film), dan acara untuk penyandang disabilitas.

Sebagai gambaran, uang 100 rubel hanya dapat membeli dua botol vodka pada 1948, membeli 3 kg kaviar merah atau empat botol vodka pada 1956, dan membeli voucher perjalanan ke kamp anak-anak di pantai Laut Hitam pada 1965.

Keputusan tentang pajak hiburan baru dihapuskan pada 1975, kecuali untuk bioskop, yang tetap membayar 55 persen dari pendapatan kotor dari penjualan tiket mereka.

5. Pajak Anak

Mulai Oktober 1941, di bawah surat keputusan yang dikeluarkan Presidium Tertinggi Uni Soviet, semua pria dan wanita menikah yang masih berusia, tetapi tidak memiliki anak, diharuskan membayar pajak. Namun, peraturan tersebut dikecualikan bagi pria dalam layanan militer, wanita yang menikah dengan tentara, orang yang sedang menempuh pendidikan menengah atau lebih tinggi, pensiunan, dan mereka yang tidak bisa memiliki anak.

Pengenaan pajak dilakukan dengan memotong gaji wajib pajak. Besaran pajak bagi mereka yang berpenghasilan kurang dari 150 per bulan adalah lima rubel setahun, sementara mereka yang berpenghasilan lebih harus membayar 5 persen dari gaji mereka. Bagi petani, baik yang bekerja pada pertanian kolektif maupun yang mengolah tanah mereka sendiri harus membayar 100 rubel setahun.

Pada 1944, pajak dinaikkan menjadi 6 persen dari gaji seseorang dan dipungut dari pria berusia 20—50 tahun dan wanita berusia 20—45 tahun.

Namun, bukan berarti orang yang memiliki atak terbebas dari pajak. Bagi mereka yang memiliki satu anak harus membayar 1 persen dari penghasilan bulanannya, sedangkan yang mempunyai dua anak, tarifnya adalah 0,5 persen.

Setelah Perang Dunia II, hampir tidak ada anak yang tersisa di desa sehingga pajak untuk petani kolektif juga dinaikkan: hingga 150 rubel setahun bagi mereka yang tidak memiliki anak, 50 rubel untuk mereka yang memiliki satu anak, dan 25 rubel bagi yang memiliki dua anak. 

Pada 1952, pajak dihapuskan bagi petani kolektif dan keluarga berpenghasilan rendah. Selain itu, pajak juga tidak dikenakan kepada mereka yang tidak dapat memiliki anak karena alasan kesehatan atau mereka yang anaknya meninggal, dianggap meninggal, atau hilang setelah perang.

Jika sebuah keluarga melahirkan atau mengadopsi anak, orang tuanya tidak lagi harus membayar pajak. Namun, jika anak tersebut meninggal dan keluarganya tidak memiliki anak lain, mereka harus membayar pajak kembali. Jika seorang anak lahir dari pasangan yang belum menikah, hanya ibunya yang dibebaskan dari pajak.

Dari 1975 hingga 1985, dengan uang lima rubel seseorang dapat membeli 25 roti putih, 50 kg kentang, atau setidaknya lima makanan lengkap di kantin, yang terdiri dari sup, hidangan panas, salad, minuman ringan, dan roti.

Pajak atas anak baru dihapuskan pada 1992, setelah runtuhnya Soviet.

Selama pajak ini diberlakukan, populasi Soviet tumbuh dari 168 juta pada 1946 menjadi 286 juta pada 1989. Uang yang dikumpulkan melalui pajak ini masuk ke anggaran federal dan daerah, yang digunakan untuk membantu para ibu dengan banyak anak dan membangun panti asuhan.

Beberapa organisasi publik di Rusia dan perwakilan Gereja Ortodoks Rusia menganjurkan untuk memberlakukan kembali pajak atas anak-anak. Namun, pemerintah Rusia menentang gagasan tersebut karena gagasan tersebut, seperti yang terlihat, telah lama berhenti memberikan dampak pada pertumbuhan penduduk.

Menurut perkiraan demografis pada 2018, populasi Rusia akan berkurang hampir 10 juta pada 2050. Ini alasannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki