FOTO: Rupa Moskow Kala Perang Dunia II

Fotografer tak dikenal/MAMM/MDF
Rintangan antitank, balon terbang, dan peralatan militer — beginilah rupa ibu kota Soviet selama perang yang paling merusak dalam sejarah.

1. Deklarasi dimulainya Perang Patriotik Raya (Perang Dunia II) pada 22 Juni 1941

2. Gorkogo ulitsa (sekarang Tverskaya), jalan raya utama Moskow, September 1941

3. Distribusi masker gas di Lapangan Mayakovskaya (sekarang Triumphalnaya), 1941

4. Balon terbang di Lapangan Pushkin, 1941

5. Garis Depan Moskow. Di Mozhayskoye shosse mengarah ke Barat, Oktober – Desember 1941

6. Penggalian parit antitank di luar Moskow, September – Oktober 1941

7. Sebuah pesawat Jerman jatuh di Lapangan Sverdlov (sekarang Teatralnaya), 1941

8. Tempat perlindungan bom di dalam stasiun metro Mayakovskaya, 1941

9. Lapangan Mayakovskaya (sekarang Triumphalnaya)

10. Membongkar muatan batang kayu, 1941

11. Unit Bersepeda Korps Sukarelawan Rakyat di luar Moskow, 1941

12. Pasukan cadangan dalam perjalanan ke garis depan, 1941

13. Rintangan antitank di pusat kota Moskow

14. Pertahanan Moskow. Menjaga ibu kota dari serangan udara musuh

15. Toko kelontong di Gorkogo ulitsa (sekarang Tverskaya)

16. Parade di Lapangan Merah pada 7 November 1941, untuk menghormati peringatan Revolusi Oktober

17. Barisan tawanan perang Jerman di luar Stasiun Belorussky, 1944

18. Deklarasi kemenangan di Lapangan Merah, 9 Mei 1945, pukul 13.55.

19. Kembang api kemenangan, 9 Mei 1945

20. Marsekal Soviet Georgy Zhukov memimpin Parade Kemenangan pada 24 Juni 1945

Bukan sulap, bukan sihir. Inilah salah satu penipuan militer terbesar sepanjang masa untuk menyembunyikan Kremlin dari sasaran pengeboman Nazi Jerman, dengan melibatkan ratusan ribu warga Moskow. Baca selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki