Suku Tatar Krimea Minta Turki Akui Krimea Bagian dari Rusia

Masyarakat suku Tatar Krimea berkumpul untuk memperingati 72 tahun deportasi Tatar Krimea dari Krimea ke Asia Tengah pada tahun 1944, di Bakhchysarai, Krimea, 18 Mei 2016.

Masyarakat suku Tatar Krimea berkumpul untuk memperingati 72 tahun deportasi Tatar Krimea dari Krimea ke Asia Tengah pada tahun 1944, di Bakhchysarai, Krimea, 18 Mei 2016.

Reuters
Suku Tatar Krimea meminta Turki mempertimbangkan kembali posisinya mengenai status Krimea dan mengakui semenanjung tersebut sebagai bagian dari Rusia.

Suku Tatar Krimea meminta Turki mempertimbangkan kembali posisinya mengenai status Krimea dan mengakui semenanjung tersebut sebagai bagian dari Rusia, demikian disampaikan Remzi Ilyasov, Kepala Gerakan Kyirim, asosiasi suku Tatar Krimea terbesar di Krimea.

"Kami meminta pemerintah Turki untuk mempertimbangkan kembali isu Krimea, serta rezim Kiev secara umum, dengan seimbang. Pilihan para warga Krimea harus dihargai. Turki perlu memikirkan ulang posisinya terhadap status Krimea serta mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia," kata Ilyasov seperti dikutip RIA Novosti.

Ilyasov yakin bahwa pengakuan Krimea sebagai bagian dari Rusia akan memperkuat keamanan di wilayah Laut Hitam, demikian ditulis Vzglyad.

Selain itu, suku Tatar Krimea juga meminta pemerintah Turki tak terpengaruh oleh spekulasi pemerintah Kiev serta mantan politisi Krimea yang mendistorsi representasi kehidupan masyarakat Krimea.

Ilyasov menyebutkan bahwa suku Tatar Krimea siap untuk menjadi 'jembatan persahabatan' bagi Rusia dan Turki. "Kami berharap persahabatan antara Rusia dan Turki akan terus menguat," ujarnya.

Pada Rabu (27/6), Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bercakap-cakap melalui telepon. Kedua kepala negara membahas langkah-langkah normalisasi hubungan antara kedua negara serta rencana pertemuan kedua pihak. Hal ini diawali dengan surat permintaan maaf yang dikirim Erdoğan pada Putin atas tewasnya pilot pesawat Su-24 Rusia di Suriah. Erdoğan mengaku siap untuk mengembalikan hubungan baik dengan Rusia.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Vzglyad.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More