Komunitas Jerman di Krimea Menentang Posisi Berlin Terhadap Moskow

Doktrin keamanan baru Jerman melihat Rusia sebagai ancaman.

Ketua otonomi khusus komunitas Jerman di wilayah Krimea Yuri Hempel mengkritisi doktrin keamanan baru Jerman yang melihat Rusia sebagai ancaman. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia Sputnik.

Doktrin keamanan baru Jerman, sebagaimana yang dikutip media Jerman Die Welt, menyatakan bahwa Rusia merupakan salah satu dari sepuluh ancaman terbesar dunia. Hempel menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat Jerman.

Wilayah otonomi Jerman di Krimea dibentuk pada 2014 dengan tujuan untuk melindungi komunitas Jerman. Wilayah otonomi tersebut juga menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa yang digunakan sehari-hari. 

Menurut Hempel, orang-orang Jerman yang telah mengunjungi Krimea telah mengingatkan bahwa sanksi terhadap Rusia memberikan dampak negatif terhadap Jerman. Ia juga meyakini bahwa keputusan pemerintah Jerman tidak akan merusak hubungan persahabatan antara masyarakat Jerman dengan Rusia. Menurutnya, hubungan persahabatan masyarakat Jerman dengan Rusia bahkan mengalami peningkatan. 

Masyarakat Krimea melakukan referendum pada Maret 2014. Sebanyak 96,77 persen masyarakat mendukung untuk melakukan reunifikasi dengan Rusia. Meskipun Krimea kini telah menjadi bagian dari Rusia, Ukraina masih menganggap semenanjung tersebut sebagai wilayah kedaulatan yang diokupasi. Semenjak diberlakukannya referendum Krimea, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov selalu menekankan bahwa masyarakat Krimea telah melakukan pemilihan secara demokratis yang sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional. Oleh karena itu, Lavrov telah meminta seluruh negara anggota PBB untuk menghargai pilihan masyarakat Krimea.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.