Mantan Bos Nuklir Rusia Terpilih Menjadi Wakil Kepala Administrasi Presiden

Sergey Kiriyenko (54) memiliki karir yang panjang dalam dunia perpolitikan dan administrasi negara Rusia.

Sergey Kiriyenko (54) memiliki karir yang panjang dalam dunia perpolitikan dan administrasi negara Rusia.

Sejak Desember 2007, Sergey Kiriyenko menjabat sebagai direktur umum Rosatom, BUMN Rusia dalam sektor energi nuklir.

Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk mantan Direktur BUMN Nuklir Rusia Rusia Sergey Kiriyenko sebagai wakil pertama kepala Administrasi Kepresidenan yang akan mengurus politik dalam negeri Rusia, demikian dilaporkan RT. Keputusan tersebut dipublikasikan dalam dalam situs kepresidenan Rusia pada Rabu (5/10).

Rumor mengenai penunjukan itu mulai beredar tak lama setelah pemilu parlemen bulan lalu, ketika wakil pertama kepala administrasi presiden sebelumnya, Vyacheslav Volodin, memenangkan kursi di Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma). Meski demikian, awalnya Kiriyenko menyangkal laporan mengenai penunjukannya, hingga akhirnya ia resmi menyandang jabatan tersebut. Sekretaris pers kepresidenan Rusia menyebutkan bahwa Kiriyenko memang tak tahu-menahu mengenai penunjukannya.

Sergey Kiriyenko (54) memiliki karir yang panjang dalam dunia perpolitikan dan administrasi negara Rusia. Ia sebelumnya menjabat sebagai direktur umum Rosatom, BUMN Rusia dalam sektor energi nuklir, sejak Desember 2007. Ia juga pernah menjadi Kepala Badan Federal Energi Nuklir selama dua tahun. Pada 2000 – 2005, Kiriyenko menjabat sebagai utusan presiden untuk Distrik Federal Volga.

Kiriyenko mencapai puncak karir politiknya pada tahun 1998, saat ia pemimpin administrasi Rusia selama empat bulan, tapi masa jabatannya berakhir akibat krisis ekonomi, gagalnya pembayaran obligasi jangka pendek negara, dan pemecatan kabinet besar-besaran. Namun, mayoritas analis Rusia setuju bahwa musibah tersebut tidak seutuhnya kesalahan Kiriyenko — karena ternyata ia bersedia menerima jabatan tersebut dan mengorbankan citranya demi menyelamatkan reputasi rekan-rekannya yang lebih tua, termasuk mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin.

Pada awal tahun 1990, Kiriyenko bekerja sebagai Wakil Menteri Energi Rusia, dan sebelumnya menjabat posisi eksekutif di perusahaan minyak NORSI. Sebelum Perestroika, ia mengepalai komite regional Gorky (Nizhny Novgorod) untuk cabang pemuda Partai Komunis Komsomol.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More