Kemenhan Rusia Sanggah Pelanggaran Traktat Transparansi Militer di Eropa

Rusia menegaskan tak ada satu pun latihan tempur yang dilakukan Angkatan Bersenjata Rusia yang melanggar hukum internasional.

Kementerian Pertahanan Rusia menyanggah tuduhan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bahwa Rusia melanggar mekanisme transparansi militer di Eropa. Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Rabu (15/6).

"Sungguh mudah ditebak histeria Russophobia (sentimen anti-Rusia -red.) para perwakilan aliansi menjelang KTT NATO. Jelas bahwa tujuan utama tuduhan mengenai 'ancaman Rusia' adalah menyebarkan kepanikan di wajah musuh yang perlu dilawan, yang kemudian menjadi alasan (bagi NATO) bahwa mereka membutuhkan anggaran militer besar-besaran," kata Konashenkov.

"Pernyataan terbaru sekjen NATO adalah salah satu 'pameran' Russophobia di hadapan para pembayar pajak dari negara-negara anggota aliansi, yang mendanai anggaran gila-gilaan untuk menghadapi ancaman militer Rusia," kata Konashekov.

Ia menegaskan tak ada satu pun latihan tempur yang dilakukan Angkatan Bersenjata Rusia, termasuk inspeksi kesiapan tempur dadakan, yang melanggar traktat maupun undang-undang internasional, yang menaungi aktivitas militer Rusia di zona yang telah ditetapkan.

Konashenkov menyebutkan bahwa Rusia, dengan itikad baik, menyampaikan informasi pada atase militer dan OSCE (melalui jaringan komunikasi), mengenai inspeksi mendadak terhadap angkatan bersenjata Rusia pada Selasa (14/6).

"Bagaimanapun, seperti biasanya, mitra asing kami menolak untuk mengutip hal tersebut dan memamerkan aksi anti-Rusia mereka sesuai naskah yang telah kami prediksi pada awal Juni," tutup Konashenkov.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More