Rusia Tak Ingin Terlibat dalam Sengketa Laut Tiongkok Selatan

"Kami tak berpihak pada siapa pun," kata Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin.

Rusia tidak ingin dan tidak akan ikut campur dalam sengketa enam negara di wilayah Laut Tiongkok Selatan. Demikian hal tersebut disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam sesi jumpa pers di atas kapal perang antipermukaan Rusia "Bystry" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (28/12). 

"Kami tak berpihak pada siapa pun," kata Galuzin "Kami hanya berharap bahwa negara-negara yang terlibat dalam sengketa ini akan cukup bijaksana — dan kami yakin mereka cukup bijaksana untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh seluruh pihak, melalui negosiasi diplomatik yang damai."

Suramnya prospek kerja sama ekonomi dengan Barat serta ancaman resesi yang mengintai Rusia membuat langkah Rusia mengubah haluan dan membangun hubungan kerja sama yang lebih kuat dengan Asia terlihat sebagai keputusan yang logis. 

Namun demikian, Manajer Hubungan Pemerintah dan Media di Dewan Hubungan Internasional Rusia Anton Tsevetov menyebutkan bahwa sengketa antarnegara di Laut Tiongkok Selatan bisa merugikan proyek ekonomi Rusia. Perusahaan-perusahaan Rusia yang hendak memasuki pasar energi Asia Tenggara, terutama perusahaan tambang minyak lepas pantai dan ekplorasi gas, akan menemui kesulitan. 

Dalam artikel yang dipublikasan di RBTH Indonesia, Tsevetov menulis bahwa sengketa enam negara di wilayah Laut Tiongkok Selatan mengancam integritas ASEAN sebagai sebuah komunitas. Keretakan yang terjadi dalam institusi diplomasi multilateral tersebut memiliki konsekuensi serius bagi isu keamanan regional, sekalipun tanpa melibatkan konflik bersenjata.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More