Putin: Eropa Serahkan Sebagian Kedaulatannya kepada AS

Putin meyakini bahwa masalah Eropa terletak pada ketiadaannya kebijakan luar negeri yang independen

Presiden Rusia Vladimir Putin yakin bahwa masalah utama yang dihadapi Eropa adalah karena mereka menyerahkan sebagian kedaulatannya kepada AS, yaitu dengan menolak membela kepentingan mereka sendiri.

"Pada umumnya, dalam hubungan antarnegara selalu ada kepentingan dari masing-masing pihak. Untuk menyeimbangkan kepentingan itu, diperlukan suatu peraturan umum yang dipahami semua pihak dan diaplikasikan secara transparan." kata sang kepala negara dalam wawancara untuk film dokumenter “Tatanan Dunia” (World Order) di saluran televisi "Rossiya 1".

Putin meyakini bahwa masalah Eropa terletak pada ketiadaannya kebijakan luar negeri yang independen. "Tidak ada sama sekali. Mereka menyerahkan sebagian dari kedaulatannya, mungkin salah satu bagian kedaulatannya yang paling penting, kepada aliansi AS."

Menurut presiden Rusia, pada dasarnya tidak ada masalah dengan penyerahan sebagian dari kedaulatan oleh anggota aliansi militer politik kepada dewan supranasional. "Namun, fokus dalam kasus ini bukan hanya soal penyerahan kedaulatan kepada dewan supranasional saja. Pada intinya, sebagian dari kedaulatan itu diserahkan oleh Eropa bahkan bukan kepada NATO, tetapi kepada pemimpin NATO, yaitu AS," katanya menegaskan.

"Saya pikir, sebaiknya Eropa setidaknya ikut serta dalam pencarian solusi suatu masalah, tidak hanya mematuhi segalanya yang diinstruksikan dari seberang lautan (AS -red.)," tutur Putin.

Menjawab pertanyaan kepala negara mana yang dapat bekerja sama dengan Rusia, sang presiden menjawab, "Saya pikir kami bisa bekerja sama dengan semuanya, dan kami wajib bekerja sama dengan semuanya, dan itu tidak bisa bergantung dari simpati atau antipati kami. Kami akan bekerja sama dengan semuanya," kata Putin. Sang presiden juga menambahkan bahwa di bidang politik, konsep kehormatan, kejujuran, dan martabat sudah sepatutnya diterapkan

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More