Wamenlu Rusia: Diskusi Kekuatan Nuklir AS-Rusia Masih Buntu

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan tak ada progres ataupun harapan akan progres tersebut.

Rusia sejauh ini tak melihat kesediaan AS untuk mendiskusikan Trakat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah, demikian disampaikan Wamenlu Rusia Sergey Ryabkov pada TASS, Senin (23/11).

"Isu ini kerap diangkat dalam dialog kami dengan pihak AS," kata Ryabkov. "Dan rasanya berlebihan jika kami bilang ada progres yang tercipta."

"Kami tak melihat kesiapan AS untuk mempertimbangkan dan mendiskusikan dengan serius pandangan kami terkait pelanggaran Washington akan trakat tersebut," tuturnya.

"Intinya, kami tak mendapat jawaban," kata sang diplomat. "Mereka menyampaikan pernyataan yang tak benar dan tak berdasar, menyatakan bahwa Rusia mencoba untuk menuduh AS melanggar trakat tersebut."

Menurut Ryabkov, pernyataan Rusia didasari oleh kekhawatiran serius. "Namun tak ada dialog, malah mereka menganggap kami melanggar trakat tersebut," kata sang pejabat. Menurutnya, tak ada progres sama sekali terkait isu tersebut dan situasi cukup rumit dalam lingkup ini.

 

Trakat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah ditandatangani pada 8 Desember 1987 di Washington dan mulai diberlakukan pada 1 Juni 1988.

Trakat antara AS dan Uni Soviet terkait Eliminasi Misil Jarak Pendek dan Menengah, yang sering disebut Trakat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah, meminta kedua pihak menghancurkan misil balistik dan rudal jelajah mereka yang memiliki jangkauan 500 hingga 5.500 km, peluncur, serta struktur danperangkat yang mendukung peluncuran, tiga tahun setelah trakat tersebut diberlakukan.

Misil jarak menengah didefinisikan sebagi misil balistik darat yang memiliki jangkauan seribu hingga 5.500 km. Sementara misil jarak pendek berjangkauan 500 km hingga seribu km (Pasal II). Trakat tersebut mencakup misil jarak menengah berikut: untuk AS Pershing II dan BGM-109G; untuk Uni Soviet SS-20, SS-4, dan SS-5. Sementara misil jarak pendek: untuk AS Pershing IA; dan untuk Uni Soviet SS-12 dan SS-23 (Pasal III).

 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Energi Nuklir >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More