Diplomat Rusia: AS Langgar Trakat Nonproliferasi dengan Latih Pilot Asing untuk Gunakan Senjata Nuklir

AS mengacaukan stabilitas strategis global dan membuat langkah pelucutan senjata nuklir selanjutnya menjadi problematik, demikian disampaikan diplomat Rusia.

Amerika Serikat melanggar ketentuan Trakat Nonproliferasi dengan melatih pilot-pilot dari negara sekutunya untuk menggunakan senjata nuklir, demikian disampaikan Mikhail Ulyanov, Kepala Departemen Nonproliferasi Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu (11/3).

Di bawah trakat tersebut, negara-negara pemilik senjata nuklir telah menyepakati untuk tidak mentransfer senjata nuklir ke negara lain, kata Ulyanov.

“Misi nuklir bersama yang dilakukan AS dan sekutunya pada hakekatnya dalah pelatihan pilot dari negara non-nuklir untuk menggunakan senjata nuklir,” terang Ulyanov.

“Kami melihat ini sebagai pelanggaran serius terhadap Trakat Nonproliferasi,” ujarnya sambil menambahkan bahwa Washington menolak untuk mendiskusikan isu ini.

Sang diplomat juga menegaskan bahwa AS telah mengacaukan stabilitas strategis global dan membuat langkah pelucutan senjata nuklir selanjutnya menjadi problematik.

“Kelanjutan pelucutan senjata nuklir menjadi problematik dalam kondisi seperti ini,” kata Ulyanov. “Kami menekankan perlunya kondisi yang sesuai agar pelucutan senjata dapat berjalan dengan baik, namun ini menjadi pertanyaan bagi Amerika,” tambahnya.

Konferensi untuk Peninjauan Kembali

Menurut Ulyanov, Rusia sedang menunggu Konferensi Peninjauan Kembali Trakat Nonproliferasi Senjata Nuklir yang akan digelar di New York pada April-Mei mendatang untuk mengonfirmasi komitmen pemenuhan trakat tersebut.

“Kami berharap konferensi di New York dapat mengonfirmasi komitmen negara-negara yang telah menandatangani trakat ini untuk memenuhi kewajibannya,” ujarnya. “Butir pokok agenda konferensi ialah pelucutan senjata nuklir dan pembuatan zona bebas senjata pemusnah masal di Timur Tengah.”

“Tentu ideal jika dokumen final diadopsi pada konferensi tersebut, namun bukan tragedi jika hal ini belum bisa dilakukan. Dokumen semacam ini diadopsi sebagai peraturan hanya oleh setengah dari peserta konferensi tersebut,” ujar sang diplomat. Ia menambahkan bahwa debat panas diperkirakan akan terjadi di konferensi tersebut dan para peserta akan sulit menegosiasikan perbedaan.

Konferensi Peninjauan Kembali Trakat Nonproliferasi Senjata Nuklir akan digelar pada 27 April-22 Mei mendatang di Kantor Pusat PBB di New York. Konferensi tersebut akan dipimpin oleh Duta Besar Taous Feroukhi dari Algeria.

Peninjauan Kembali START Tidak Masuk Agenda

Rusia belum akan melakukan peninjauan kembali atas kewajibannya dalam START (Strategic Arms Reduction Treaty/Trakat Reduksi Senjata Strategis), demikian disampaikan Wakil Direktur Departemen Urusan Keamanan dan Pelucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia Vladimir Leontyev, Rabu (11/3).

“Pada tahap tertentu (di masa depan), Rusia mungkin akan perlu menganalisis trakat START dalam hubungannya dengan rencana NATO untuk menyebarkan sistem pertahanan misil di Eropa," kata Leontyev. "Namun, isu tersebut belum diagendakan untuk saat ini,” tambahnya.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan politik antara Rusia dan AS? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.