Pasukan Dirgantara Rusia Luncurkan Serangan Masif Kedua untuk ISIS

Pesawat pengebom strategis Rusia meluncurkan serangan bom dan rudal jelajah ke lokasi ISIS di Suriah.

Pesawat Rusia di Suriah meluncurkan serangan masif kedua terhadap fasilitas kelompok teroris ISIS di Raqqa, Deir-ez-Zor, Aleppo, dan Idlib, demikian disampaikan Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia Kolonel Jenderal Andrey Kartapolov.

"Pasukan Dirgantara Rusia telah meluncurkan serangan masif kedua ke lokasi ISIS di Suriah pada pukul 05.00 waktu Moskow, Rabu (18/11)," kata Kartapolov. Ia menuturkan, sebuah skuadron pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3 meneyrang fasilitas ISIS di provinsi Raqqa dan Deir-ez-Zor.

Target serangan tersebut adalah gudang amunisi dan senjata, situs penempatan perangkat keras, lokasi pelatihan militan, serta lokakarya untuk memproduksi bahan peledak.

"Selama sepuluh menit, pesawat pengangkut senjata strategis Tu-160 meluncurkan 12 rudal jelajah dari wilayah Rusia ke fasilitas ISIS di Aleppo dan Idlib," lanjut sang kolonel jenderal.

Tiga pos komando, dua gudang senjata dan amunisi, serta sebuah situs pelatihan militan berhasil dihancurkan dengan serangan tersebut. Sepanjang hari, Rusia meluncurkan seratus serangan mendadak dari Khmeimim terhadap 190 fasilitas sejumlah kelompok teroris. Pada 16:00, 59 serangan mendadak digelar dan 149 berhasil dihancurkan.

Selain itu, skuadron pesawat pengebom Tu-22M3 juga meluncurkan serangan di Raqqa dan Deir-ez-Zor, hendak menghancurkan jaringan komunikasi, gudang senjata ISIS, serta pabrik produsen bahan peledak dan bom mobil, dan sebuah markas pelatihan militan.

Kartapolov menjelaskan, peluncuran serangan tersebut telah sesuai dengan rencana yang disepakati.

Serangan tersebut dilakukan menyusul tragedi kecelakaan pesawat Rusia di Mesir yang terjadi pada Oktober lalu akibat serangan teroris. 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Militer Rusia >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More