Putin Tidak Berencana Kunjungi Satuan Militer Rusia di Suriah

Operasi di Suriah menunjukkan adanya peningkatan kesiapan tempur tentara Rusia.

“Tidak, saat ini belum,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov saat ditanya apakah Putin berniat mengunjungi Suriah.

Menurut Putin, operasi di Suriah menunjukkan adanya peningkatan kesiapan tempur tentara Rusia. “Tindakan yang tepat ini meningkatkan kesiapan dan kemampuan tempur angkatan bersenjata kami. Ini pun menegaskan dukungan operasi antiteroris yang kami lakukan atas permintaan presiden Suriah,” demikian disampaikan Putin pada sebuah pertemuan di kawasan industri pertahananan.

Sebelumnya pada bulan Oktober, sang presiden menyatakan keyakinannya bahwa aksi militer Rusia di Suriah dapat dinyatakan berhasil, tetapi ia juga mengakui bahwa terorisme saat ini belum dapat dikalahkan.

“Menurut pendapat saya dan menurut pendapat para ahli militer kami, hasilnya sudah terlihat. Namun, apakah sudah bisa dikatakan bahwa terorisme di Suriah berhasil dikalahkan? Tidak. Kita perlu upaya lebih serius untuk dapat membuat pernyataan seperti itu, dan hal ini membutuhkan kerja sama yang lebih besar,” ujar Putin.

“Kami bertindak sesuai dengan keyakinan dan norma-norma hukum internasional,” kata Putin menambahkan.

Hasil Pertama Operasi AU Rusia

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, lebih dari 1.600 objek infrastruktur ISIS telah berhasil dihancurkan oleh kelompok penerbangan Angkatan Udara Rusia di Suriah pada bulan pertama operasi Rusia. Kepala Direktorat Operasional Utama Mabes Rusia Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov mengatakan, jumlah ini termasuk 249 pusat kontrol dan pusat komunikasi, 51 markas pelatihan teroris, 35 pabrik dan bengkel tempat para teroris merakit alat peledak, 131 gudang amunisi dan bahan bakar, 371 titik penghubung dan benteng, serta 786 lapangan markas dan berbagai basis lainnya.

“Tindakan pasukan Angkatan Udara Rusia telah membantu tentara Pemerintah Suriah untuk mendapatkan kembali 50 daerah dari militan,” kata Andrey Kartopolov menyampaikan. “Berkat kekuatan kelompok Angkatan Udara Rusia, situasi di Suriah telah mengalami perubahan yang signifikan, kami telah merusak sistem kontrol, menghancurkan 28 pimpinan kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra,” kata Kartapolov menambahkan.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.