Sekitar 20 Warga Chechnya Calon Anggota ISIS Ditangkap di Moskow

Mereka semua direkrut dari Chechnya, terang pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyebutkan sekitar 20 orang warga Chechnya ditangkap di Moskow saat tengah bersiap berangkat ke Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS. Mereka semua direkrut dari Chechnya, tulis Kadyrov dalam halaman media sosialnya.

"Tim penyelidik berhasil mengidentifikasi sebuah apartemen di Moskow yang digunakan sebagai titik transit. Lokasi tersebut terbukti telah digunakan oleh dua kelompok lain. Pihak berwenang menahan sekelompok pemuda yang terdiri dari 20 orang, yang siap dikirim ke Timur Tengah. Semuanya diambil dari Chechnya," kata Kadyrov.

Sang pemimpin Chechnya menyatakan ia telah bicara banyak dengan para tahanan.

"Para pemuda itu tak tahu apa yang terjadi di Irak dan Suriah sesungguhnya. Mereka tak sadar bahwa tiap kelompok di sana dikendalikan oleh negara Barat dan tujuan utama ISIS adalah menghancurkan kaum muslim sendiri," kata Kadyrov.

Bicara dalam sebuah konferensi di Gudermes pada Jumat (30/10), sang pemimpin Chechnya menyatakan bahwa ISIS, yang memposisikan diri sebagai pembebas umat Islam, merupakan 'mesin pembunuh yang diciptakan oleh lembaga rahasia Barat'.

"Negara Barat ada di belakang kelompok teroris di Suriah dan Irak. Bahkan orang tak waras sekalipun paham situasi yang terjadi saat ini. Jelas ada beberapa alasan besar mengapa kelompok tersebut menciptakan kekacauan di sana, tentu bukan untuk Islam atau muslim," tegas Kadyrov.

Ia memaparkan, kampanye untuk mencegah para pemuda tergiur bergabung dengan ISIS di Chechnya tergolong efektif.

"Kami sudah memberi penjelasan pada para pemuda dan itu cukup berhasil. Berbeda dengan situasi yang terjadi saat ini, tak banyak warga Chechnya yang tergerak untuk berpartisipasi dalam konflik Suriah. Kami juga tahu bahwa mereka yang baru-baru ini bertempur di pihak ISIS kini mencoba meninggalkan area konflik," kata Kadyrov.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Chechnya >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More