Survei, Satu dari Tiga Warga Rusia Anggap AS Bertanggung Jawab atas Krisis Pengungsi di Eropa

Hanya 16 persen responden menganggap pemerintah Timur Tengah bertanggung jawab atas krisis tersebut.

Lebih dari 30 persen warga Rusia menganggap AS bertanggung jawab atas krisis pengungsi di negara-negara Uni Eropa, demikian disampaikan insititusi survei tertua Rusia WCIOM mengenai hasil penelitian mereka.

Sebanyak 36 persen responden menyebut AS bertanggung jawab atas situasi yang membuat para pengungsi Timur Tengah bermigrasi ke Uni Eropa. Sedangkan 16 persen menanggap pemerintah Timur Tengah bertanggung jawab atas hal tersebut. Beberapa responden menyalahkan sistem politik global (sembilan persen) dan Uni Eropa (enam persen). Sementara lima persen sisanya menyebut teroris dan kelompok Islam radikal merupakan pemicu krisis migrasi Timur Tengah. Laporan tersebut dipublikasikan pada Senin (19/10).

Sebanyak 86 persen responden sadar akan masalah migrasi di Eropa. Sebagian besar warga Rusia menganggap para pengungsi dari Timur Tengah berupaya melarikan diri dari perang. Alasan lain yang membuat mereka meninggalkan negara asalnya adalah masalah ekonomi dan pengangguran.

Sebagian besar warga Rusia bersimpati terhadap para pengungsi dari Timur Tengah (61 persen), sementara hanya tiga persen yang menolak kehadiran mereka. Seperlima dari responden (21 persen) tak terlalu peduli atas hal tersebut. 

Bicara mengenai negara-negara Eropa yang mengakomodasi para pengungsi, warga Rusia menghargai hal tersebut dan bersimpati (29 persen dan 22 persen), sementara 22 persen lain tak peduli. Survei digelar pada 10-11 Oktober di 46 wilayah Rusia, melibatkan 1.600 responden. 

Pertama kali dipublikasikan di TASS.

Baca lebih banyak mengenai Masyarakat Rusia >>>

 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More