Bagaimana Kehidupan Pengungsi Suriah di Rusia?

Dari kanan ke kiri: Judy Alladin (9) dan Sibay Andar (5), dua orang anak pengungsi Suriah dari suku Sirkasia, tampak sedang mencatat di sebuah ruang kelas di Nalchik, Rusia, 23 Juli 2012. Setidaknya sebanyak 340 orang suku Sirkasia dari Suriah datang ke wilayah Kaukasus, Rusia, pada 2012. Tentara Tsar dan Cossack mengeluarkan ratusan ribu orang-orang Sirkasia pada tahun 1860-an dan beberapa sejarawan menyebut kejadian ini sebagai genosida dan pembersihan etnis.

Dari kanan ke kiri: Judy Alladin (9) dan Sibay Andar (5), dua orang anak pengungsi Suriah dari suku Sirkasia, tampak sedang mencatat di sebuah ruang kelas di Nalchik, Rusia, 23 Juli 2012. Setidaknya sebanyak 340 orang suku Sirkasia dari Suriah datang ke wilayah Kaukasus, Rusia, pada 2012. Tentara Tsar dan Cossack mengeluarkan ratusan ribu orang-orang Sirkasia pada tahun 1860-an dan beberapa sejarawan menyebut kejadian ini sebagai genosida dan pembersihan etnis.

AP
Berdasarkan informasi terbaru, tedapat sekitar 12 ribu pengungsi Suriah yang tinggal di wilayah Rusia. Namun, meski skenario yang terjadi di Eropa seperti pengungsi menyerbu stasiun kereta dan tidur di taman tak mengancam Rusia, mereka dapat menggunakan wilayah Rusia sebagai rute transit menuju Uni Eropa. RBTH mencari tahu apa yang terjadi dengan para pengungsi Suriah di Rusia.

Tahun ini, dilaporkan lebih dari 150 pengungsi Suriah berhasil mencapai Norwegia melalui perbatasan Rusia. Ini hanya setetes air di lautan, mengingat fakta bahwa sejak awal tahun ini hampir setengah juta orang telah meminta suaka ke Eropa. Para pakar menyebutkan Rusia adalah pintu masuk bagi para pengungsi Suriah, namun mereka yakin beberapa orang datang ke Rusia agar kemudian pindah ke Eropa, sama seperti terdapat beberapa pengungsi Suriah secara umum.

Rute Transit

Cukup sulit menghitung jumlah warga negara Suriah yang tiba di Rusia sejak awal konflik militer. Pertama, karema mereka memasuki negara ini menggunakan visa pelajar atau bekerja. “Di bandara, saya bertemu sekelompok perempuan menggunakan pakaian tradisional muslim dan memiliki visa pelajar yang berlaku satu tahun. Mereka menyampaikan bahwa mereka akan belajar bahasa Rusia di Sankt Peterburg. Namun, saya rasa mereka hanya menggunakan itu untuk menghindari perang dan mungkin, mereka tak akan tinggal lama di Rusia,” kata Munzer Khallum, seorang jurnalis Suriah dan penulis yang tinggal di Rusia.

Menurut Khallum, warga Suriah yang datang ke Rusia dapat dibagi ke dalam tiga kategori: mereka yang hanya hendak tinggal untuk sementara di Rusia namun tujuan utamanya adalah Eropa, pelajar yang setelah menyelesaikan universitas tak akan kembali ke tanah airnya, dan warga Suriah yang sudah tinggal di Rusia sejak lama dan, sama seperti warga Suriah lainnya, juga ingin pindah ke negara yang lebih baik.

“Pengungsi Suriah tak mau tetap tinggal di Rusia karena di sini mereka tak menerima tunjangan sosial, fasilitas tempat tinggal, dan pekerjaan. Mereka juga kesulitan untuk mengajukan izin tinggal secara legal,” terang Khallum.

Menurut al-Hamza, Kepala Dewan Gerakan Luar Negeri Deklarasi Damaskus, para pengungsi Suriah di Rusia memang tak bisa mencari pekerjaan dan tak mendapat keuntungan. “Rusia menerima pengungsi Suriah dalam jumlah yang sangat sedikit dan tak terlalu banyak menawarkan bantuan. Ketika mereka mencari pekerjaan, mereka harus melalui prosedur yang rumit dan menyogok petugas,” kata al-Hamza. “Saya tahu ada kasus di mana orang-orang di perbatasan Rusia diinterogasi mengenai pandangan politik mereka dan peraturan Islam yang mereka ikuti. Di Eropa, pendekatannya sangat berbeda.”

Namun, Mahmoud yakin bahwa sulit menggunakan Rusia sebagai zona transit. Sulit untuk mencapai Eropa dari sini. Awalnya, mereka datang ke Rusia dengan tujuan ini, namun mereka ditipu oleh orang yang menyalurkan mereka, yang mengambil uang mereka lalu kabur.”

“Tak ada satu pun pengungsi yang mau membocorkan rute yang mereka gunakan untuk mencapai Eropa karena mereka khawatir keselamatan mereka dan keselamatan orang-orang yang mereka percayai dengan informasi tersebut,” kata Khallum. "Biasanya, salah satu rekan mereka tiba di lokasi tersebut secara ilegal lalu melalui kontak personal melalui telepon atau surel akan menjelaskan bagaimanya cara mencapai negara tersebut.”

Berdasarkan informasi terkini, sekitar 12 ribu warga Suriah tinggal di wilayah Rusia, demikian disampaikan layanan pers Lembaga Migrasi Federal pada Interfax, Jumat (4/9). Para pakar mengklarifikasi bahwa 12 ribu hanyalah 0,1 persen dari jumlah warga asing yang tinggal di Rusia.

Rektor Kegiatan Internasional di Peoples' Friendship University, Olga Andreeva, menyampaikan pada RBTH bahwa jumlah pelajar dari Suriah meningkat, meski secara keseluruhan tidak signifikan. Pada 2013, terdapat 162 pelajar dari Suriah, pada 2014 meningkat menjadi 190, dan pada 2015 diperkirakan terdapat sekitar 208 pelajar dari Suriah.

Warga Ukraina vs Warga Suriah

Menurut Kepala Komite Pendampingan Sipil Svetlana Gannushkina, jumlah pengungsi Suriah ada lebih dari sepuluh ribu orang. “Pada 2012, ketika Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi meminta perwakilan negara yang menandatangani konvensi mengenai pengungsi memperkenalkan sebuah moratorium terkait deportasi mereka ke Suriah, pemerintah Rusia menunjukkan loyalitas terhadap para pengungsi bahkan mulai mempersiapkan dokumen untuk mereka. Namun, ketika tahun lalu kami dibanjiri pengungsi Ukraina, warga Suriah lalu terlupakan,” terang Gannushkina.

Ganushkina yakin bahwa pengungsi Suriah tak akan berjuang pindah ke Eropa jika mereka menerima kehidupan yang lebih baik di Rusia. “Mereka sendiri menyatakan bahwa lebih mudah dan lebih murah mendapatkan visa Rusia daripada ke Eropa. Mereka yang datang ke sini bukan pencari suaka secara resmi. Mereka memiliki visa dan sebagian dari mereka datang ke Rusia untuk bekerja. Namun, kini mereka tak punya tempat untuk kembali.”

Namun, apa pun kasusnya, isu mengenai migrasi massal Suriah ke Rusia tak relevan. Para pakar percaya, Rusia dapat menerima lebih banyak pengungsi yang terdampak perang dibanding saat ini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More