Gubernur Kaltim Kunjungi Rusia, Bicarakan Proyek Russian Railways

Nilai investasi Russian Railways di Kaltim mencapai lebih dari Rp 500 triliun.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak melakukan kunjungan kerja ke Rusia pekan lalu untuk menindaklanjuti kerja sama proyek bilateral Rusia-Indonesia di Kalimantan, demikian dilaporkan Antara, Jumat (25/9). 

Kunjungan tersebut dilakukan bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kaltim pada 12-22 September lalu.

Menurut Awang, hasil kunjungan sudah dilaporkan kepada beberapa menteri, salah satunya mengenai tindak lanjut kerja sama proyek Russian Railways di Kaltim.

Awang menjelaskan, setelah bernegosiasi pihak Russian Railways bersedia mengubah proyek kereta api yang awalnya hanya untuk angkutan batu bara menjadi angkutan sumber daya alam, sehingga kereta api tersebut dapat mengangkut minyak kelapa sawit dari perkebunan, kayu hasil hutan tanaman industri, dan sumber daya alam lainnya.

"Selain itu, kereta api juga nantinya mungkin bisa mengangkut penumpang," tutur Awang seperti dikutip Antara.

Pihak Russian Railways, lanjut Awang, juga berencana membangun Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, serta beberapa proyek lain di Kaltim. Antara melaporkan, nilai investasi Russian Railways di Kaltim mencapai lebih dari Rp 500 triliun.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo Andrey Shigaev menjelaskan bahwa realisasi proyek ini akan memberikan dorongan kuat untuk pertumbuhan di seluruh pulau Kalimantan. 

PT KAB merupakan perusahaan yang mengoperasikan infrastruktur rel kereta api, terutama membangun rel kereta untuk keperluan pengangkutan batu bara di Kalimantan. PT KAB didukung penuh oleh perusahaan kereta api terbesar di dunia asal Rusia, Russian Railways.

Rencana operasional PT KAB di Kalimantan Timur akan menghubungkan Kutai Barat, Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Balikpapan.

Menurut keterangan Shigaev, jika pembangunan tidak tertunda, pengangkutan pertama batu bara ke pelabuhan melalui jalur kereta api sudah bisa dilakukan pada 2018. 

Baca lebih banyak mengenai Kerja Sama Rusia-Indonesia >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More