Sepuluh Makanan Jalanan Khas Etnis Rusia

@tubatay.food/instagram.com; @buuzabao/instagram.com
Rusia adalah negara yang multietnis, sama seperti Indonesia. Tak pelak, negara ini juga kaya akan kuliner khas etnisnya. Meski shawarma dan sashlik dapat dijumpai di mana-mana, keeksotisan kuliner Rusia jauh melampaui kedua makanan populer itu. Di Buryatia, Anda akan ditawari khuushuur, sementara di Kabardino-Balkaria, mereka tidak akan membiarkan Anda pergi sampai Anda mencoba beberapa khychin lokal.

1. Echpochmak, Tatarstan

Tatarstan memiliki seluruh rantai kafe makanan cepat saji yang menawarkan segala macam hidangan nasional. Echpochmak — pai segitiga dengan isian daging dan kentang — adalah masakan klasik Tatar dan sangat cocok untuk format makanan jalanan. Makanan lain yang hampir mirip dengan echpochmak adalah elesh — pai berisi daging bundar yang dibuat dengan adonan berbahan dasar smetana. Alih-alih burger, di sini Anda dapat mencoba kystyby lokal — roti pipih yang digulung menjadi dua dengan bubur atau kentang. 

2. Khinkal dan chudu, Dagestan

Mati kelaparan di Dagestan adalah hal yang sulit karena kafe dan pujasera (pusat jajanan serba ada) yang menyajikan masakan tradisional Kaukasia berserak di mana-mana. Masakan lokal salah satu republik dengan etnis paling beragam di Rusia ini (lebih dari 30 masyarakat adat) terkenal karena beragam sensasi rasanya. Untuk camilan cepat, Anda bisa mencoba chudu — roti pipih tipis atau tebal dengan isian daging dan sayuran, yang dimasak dalam wajan kering dan diolesi dengan mentega atau minyak. 

Hidangan yang paling khas adalah khinkal. Namanya memang mirip dengan makanan khas Georgia, khinkali. Namun, dalam versi Dagestan, adonan rebus dan daging disajikan secara terpisah. Khinkal terbagi menjadi beberapa jenis, di antaraya avar, laks, kumyks, dan dargin: avar terbuat dari potongan besar adonan, laks dari adonan pipih kecil, kumyks dari adonan yang digiling dan dibentuk menjadi belah ketupat tipis, serta dargin dengan adonan yang dipuntir menjadi berbentuk "siput" dan kemudian dikukus. Pada dasarnya, tur gastronomi restoran Dagestan sangat direkomendasikan. 

3. Khychin, Kabardino-Balkaria dan Karachay-Cherkessia

Hidangan ini akan membuat jantung Anda berdetak lebih kencang dan tak ingin berhenti makan. Di republik Kabardino-Balkaria dan Karachay-Cherkessia yang bertetangga, makanan yang paling populer adalah khychin — roti pipih yang sangat bergizi dengan berbagai isian. Makanan ini dapat ditemui baik di restoran atau pun di kios pinggir jalan. Khychin versi Balkar adalah roti pipih tipis, sedangkan versi Karachai terbuat dari adonan tebal dengan kefir atau susu, tetapi kedua versi sama-sama memiliki isian yang berlimpah — biasanya diisi  dengan kentang, rempah, dan daging, serta ditambah sesendok dadih yang sehat. Roti pipih manis dengan buah beri juga ditemukan di kedua wilayah ini.

4. Khingalsh dengan labu, Chechnya

Di Grozny, akan sulit bagi Anda untuk melewatkan begitu saja pujasera dengan semerbak aroma khingals yang baru dipanggang — roti pipih dari gandum atau tepung jagung dengan isian labu dan dipotong-potong. Adonannya sangat tipis dan hampir tidak berbobot. Sementara, isiannya juga ringan dan berair. Roti pipih khas Chechnya lainnya yang juga sangat lezat adalah chepalgash, yang diisi dengan dadih dan rempah-rempah, serta sama-sama disajikan dalam bentuk potongan-potongan. 

5. Khuushuur dengan tusuk, Buryatia

Makanan jalanan Buryat berkisar seputar buuz goreng, burger dengan roti kukus tradisional, dan khuushuur — sejenis kue daging kecil atau keju yang digoreng. Alasan pemberian tusuk pada khuushuur adalah agar jari tak melepuh atau berminyak. 

6. Perepechi, Udmurtia

Di taman-taman Izhevsk, ibu kota Udmurtia, banyak sekali tungku pembakaran kayu di atas roda, tempat perepechi dipanggang. “Pai keranjang”  ini terbuat dari gandum hitam atau adonan gandum dengan isian hangat: kol, daging cincang, daun bawang, dadih. Nama yang tidak biasa ini berasal dari frasa Rusia pered pechkoi ‘di depan kompor’, karena pai ini harus dipanggang di atas api yang kuat agar menjadi lezat. Selain itu, ada juga tabani — roti pipih Udmurt dengan saus yang rasanya mirip dengan oladyshki Rusia (pancake kecil atau gorengan), yang juga dipanggang pada tungku bergerak.

7. Shangi, Permskaya Oblast

Pai bundar terbuka berisi kentang ini adalah hal biasa yang bisa dijumpai di kota Ural mana pun, seperti halnya shawarma di Moskow. Shangi adalah hidangan paling terkenal dari masakan Komi-Permyak, dan menyerupai kue vatrushka Rusia (kue berbentuk cincin dengan isian keju tvorog). Makanan ini paling baik dikonsumsi saat panas dengan smetana (saus asam). 

8. Pai Ossetia, Ossetia Utara-Alania

Mengunjungi Ossetia Utara tanpa mencicipi pai asli Ossetia adalah sebuah “dosa besar” di dunia kuliner. Di mana lagi Anda bisa menemukan begitu banyak bentuk dan isian yang berbeda kalau bukan di sini? Misalnya, fyddzhyny (lebih mudah dimakan daripada diucapkan) — pai tertutup dengan daging sapi cincang dan kaldu, baik berukuran besar maupun mini. Lalu ada walibah, yang dibuat dengan keju Ossetia buatan sendiri. Pai juga dipanggang dengan labu, kentang, dan kacang-kacangan, yang masing-masing memiliki namanya sendiri. Sulit untuk menemukan tempat di republik Kaukasia ini yang tidak menjual pai Ossetia.

9. Khuursn makhn, Kalmykia

Masakan tradisional Kalmyk kaya akan daging dan adonan (sayuran dianggap cukup eksotis di padang rumput). Huursn makhn adalah salah satu hidangan paling populer di kafe-kafe Elista, ibu kota Republik Kalmykia. Ini terdiri dari daging domba atau sapi cincang, digoreng dengan bawang serta wortel, dan disajikan dengan mi buatan sendiri. 

10. Boortsog, Bashkiria

Boortsog, atau baursak — donat Bashkir — disukai secara universal. Potongan adonan berbentuk bujur sangkar ini digoreng dalam kuali, dicelupkan ke dalam sirup madu, dan ditumpuk hingg tinggi. Pada masa lalu, pengantin wanita biasanya menyiapkan camilan ini untuk orang tua mempelai pria saat hari pernikahannya (boortsog berarti ‘saudara sedarah’), tetapi sekarang, makanan ini disajikan tidak hanya pada acara-acara khusus. Boortsog tradisional dijual di hampir setiap toko roti dan gula-gula di Bashkiria.

Sebagian besar etnis Rusia memiliki penampilan layaknya orang Eropa, tapi tak sedikit pula warga Rusia yang tergolong etnis Asia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki