Belum Ada Informasi Keberangkatan, PKR Minta Penerima Beasiswa Pemerintah Rusia Bersabar

Global Look Press
PKR mengaku belum dapat memastikan apakah Indonesia termasuk dalam negara yang mahasiswanya diperbolehkan berangkat ke Rusia tahun ini.

Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia (PKR) di Jakarta meminta seluruh penerima beasiswa pemerintah Rusia tahun ajaran 2020/2021 dan 2021/2022 bersabar terkait kemungkinan keberangkatan mahasiswa asing tahun ini. Demikian informasi tersebut disampaikan Elena Gaevskaya selaku perwakilan PKR, Selasa (24/8).

“Betul, kami sudah menerima informasi tersebut (kemungkinan keberangkatan mahasiswa asing ke Rusia -red.). Namun, sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi resmi perihal tanggal keberangkatan. Oleh karena itu, kami harap semua dapat bersabar dan menunggu informasi resmi. Segala informasi terkait beasiswa dan keberangkatan mahasiswa ke Rusia pasti akan kami informasikan,” ujar Gaevskaya.

Kepada Russia Beyond, Gaevskaya menuturkan bahwa dalam beberapa hari terakhir banyak mahasiswa menanyakan tanggal keberangkatan kepada PKR. “Kami — tentu saja — sama sekali tak ingin menghambat para mahasiswa, tetapi ini di luar kuasa kami. Kami (PKR) tidak membuat peraturan atau memutuskan kapan mahasiswa boleh berangkat — ini semua tergantung pemerintah Rusia. Selain itu, kami masih menunggu persyaratan keberangkatan,” kata Gaevskaya seraya menekankan bahwa para penerima beasiswa tidak perlu cemas, apalagi terburu-buru memesan tiket pesawat.

Sebelumnya, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Rusia mengatakan bahwa semua mahasiswa asing akan segera diizinkan masuk ke Rusia untuk belajar. Meskipun usulan tersebut telah direstui, PKR mengaku belum dapat memastikan apakah Indonesia termasuk dalam negara yang mahasiswanya diperbolehkan berangkat ke Rusia tahun ini.

Apakah Anda ingin merasakan petualangan riil sebagi siswa pertukaran pelajar di luar negeri? Jangan ragu memilih Rusia!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki