Mi Instan Langka, Pengecer Sebut Pemasokan Bermasalah

Pixabay
Rantai ritel terbesar di salah satu wilayah Rusia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan tentang kemungkinan penurunan pasokan.

Warga di sejumlah wilayah di Rusia serta para pengecer melaporkan kelangkaan pasokan Doshirak, salah satu merek mi instan asal Korea yang popouler di Rusia dan sejumlah negara eks Uni Soviet lainnya. Media mengaitkan kelangkaan makanan cepat saji itu dengan masalah di pabrik Ryazan. Meski begitu, pemerintah daerah menyangkal spekulasi tersebut.

Kelangkaan Dohsirak dari rak-rak pasar swalayan pertama kali dilaporkan oleh penduduk Krasnoyarsky Krai. Namun, masalah tersebut segera direspons oleh pihak pasar swalayan dan mereka segera memasok kembali produk mi instan tersebut. Kemudian, kelangkaan mi instan mulai jadi pembicaraan di daerah-daerah lain. Rantai ritel terbesar di Krasnoyarsk mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan dari produsen Doshirak tentang kemungkinan penurunan pasokan, tetapi mereka tidak mengira akan terjadi kelangkaan. Seorang perwakilan dari perusahaan Komandor mengatakan pemasok Doshirak telah mewanti-wanti penghentian produksi di salah satu pabriknya. Akibatnya, pabrik tersebut tak dapat memasok pesanan secara penuh.

Media kemudian menduga bahwa pabrik yang dimaksud merupakan salah satu dari dua pabrik Doshirak di Ryazan. Namun, Kementerian Pertanian dan Pangan daerah mengatakan bahwa pabrik baik-baik saja dan pemasokan terus dilakukan. Kementerian pun menambahkan bahwa dokumen tentang masalah produksi, sebagaimana yang dilaporkan media, dikirim oleh pemasok empat bulan lalu dan kini sama sekali tidak ada penundaan atau penghentian produksi.

Pada saat yang sama, Fontanka menemukan bahwa pengecer di Sankt Peterburg masih mengeluhkan kekurangan Doshirak. Ini, khususnya, telah dikonfirmasi oleh jaringan ritel Real dan layanan pengiriman Samokat. Real mengharapkan pemasokan baru pada 10 Oktober. Meskipun begitu, Magnit dan Lenta mengatakan bahwa toko mereka memiliki persediaan mi instan Doshirak.

Dalam layanan Obyavleniya VKontakte (produk gabungan VKontakte dan Yula), Bumaga mengatakan bahwa orang-orang setidaknya 23 persen lebih sering mencari Doshirak selama sehari terakhir. Bagaimanapun, ada juga yang menjual mi Doshirak dalam layanan internet tersebut. Misalnya, di Magadan, Doshirak rasa daging sapi dijual seharga 5.000 rubel (sekitar 981 ribu rupiah), sedangkan di Tomsk, Doshirak rasa makanan laut habis terjual.

Makan mi instan di luar ruangan bersuhu di bawah nol bukanlah perkara mudah. Apa yang akan terjadi?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki