Forbes Nobatkan Enam Perusahaan Rusia sebagai 'Perusahaan Terbaik di Dunia'

Evgeny Odinokov/Sputnik
Perusahaan energi raksasa Rusia yang terkenal, Gazprom dan Rosneft, tidak muncul di dalam daftar.

Majalah Forbes baru saja mengeluarkan hasil dari daftar tahunan ketiga "Perusahaan Terbaik di Dunia" pada 18 September lalu. Dari 250 nama yang muncul pada daftar perusahaan paling top di dunia itu, hanya enam perusahaan Rusia yang masuk di dalamnya.

Tahun ini, Forbes bekerja sama dengan Statista, sebuah portal daring statistik asal Jerman, yang menyurvei 15 ribu responden dan lebih dari 50 negara. Penilaian dilakukan berdasarkan kepercayaan, perilaku sosial, kekuatan produk dan layanan, serta performa perusahaan.

Dipimpin oleh Visa yang berbasis di San Francisco, Ferrari Italia, dan Infosys India, pemeringkatan ini juga menampilkan perusahaan-perusahaan Rusia berikut, yang mewakili berbagai sektor ekonomi negara.

1. United Aircraft Corporation 

#101

Didirikan pada 2006, United Aircraft Corporation (UAC) adalah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan milik negara Rusia dan salah satu pemain terbesar di pasar penerbangan global. Perusahaan ini mengkonsolidasikan lebih dari 30 produsen dan aset pesawat terbang milik negara dan swasta yang terlibat dalam pengembangan, konstruksi, dan penjualan pesawat militer, sipil, transportasi, dan tak berawak. Berbagai jenis pesawat terkenal yang hak ciptanya dipegang oleh UAC di antaranya adalah Sukhoi, MiG, IL, Tu, Yak, Beriev, dan merek-merek baru seperti SSJ 100 dan MS-21.

2. ROSSETI 

#121

Operator jaringan energi Rusia Rosseti adalah salah satu perusahaan listrik terbesar di dunia. Perusahaan ini memelihara 2,25 juta kilometer saluran transmisi listrik dan mencakup 35 anak perusahaan dan afiliasi. Pemegang saham pengendali perusahaan adalah negara, diwakili oleh Badan Federal untuk Pengelolaan Properti Negara Federasi Rusia, yang memiliki 88,04 persen dari perusahaan.

3. Sberbank 

#127

Sberbank adalah bank milik negara dan bank terbesar di Rusia yang memiliki lebih dari 14.000 cabang di seluruh negeri dan kantor perwakilan di 21 negara. Bank ini melayani lebih dari 150 juta pelanggan di dunia dan mempekerjakan lebih dari 300.000 orang. Pada 2019, bank ini juga dinobatkan sebagai merek terkuat Rusia oleh Brand Finance dengan "solusi inovatif, fokus pada pengalaman pelanggan, dan peningkatan efektivitas bisnis."

4. LUKOIL

#132

Perusahaan energi LUKOIL Rusia menyumbang lebih dari dua persen dari produksi minyak global dan satu persen dari cadangan terbukti (proven) hidrokarbon. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 30 negara di empat benua dan mempekerjakan lebih dari 100.000 orang. Pada 2018, perusahaan ini menghasilkan delapan triliun rubel (sekitar Rp 1760 triliun) dan menghasilkan 82 juta ton minyak mentah (14,8 persen dari total produksi Rusia).

5. VTB Bank 

#179

Bank Rusia lain yang ditampilkan dalam daftar  Forbes adalah VTB, yang tahun lalu juga meraih penghargaanBank of the Year di Rusia” dari majalah The Banker. Sama seperti Sberbank , VTB juga dimiliki oleh negara dan beroperasi lintas batas, termasuk melalui anak perusahaan dan bank afiliasi di Inggris, Siprus, Georgia dan Angola, serta memiliki cabang di Cina, India, dan Singapura. Pada 2018, jumlah pelanggan VTB di seluruh dunia telah mencapai 16 juta, dengan 1.600 cabang dan 77.000 karyawan di Rusia.

6. Transneft 

#250

Di urutan terakhir dari daftar 250 teratas Forbes terdapat operator sistem pipa minyak Rusia Transneft. Perusahaan pipa minyak terbesar di dunia ini mengoperasikan sekitar 68.000 kilometer jalur pipa, 500 stasiun pompa dan mengangkut 83 persen minyak yang diekstraksi di Rusia. Transneft adalah perusahaan negara yang mengerjakan tugas-tugas strategis seperti mengembangkan infrastruktur, mendiversifikasi aliran energi dan mengangkut minyak ke pasar lain, termasuk negara-negara Asia-Pasifik.

April lalu, Forbes juga mengeluarkan daftar bank-bank yang paling kredibel Rusia dan inilah sepuluh bank teratas yang mengisi daftar tersebut.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki