Sepuluh Kota Terbaik di Rusia untuk Ditinggali

Ekonomi
KIRA EGOROVA
Prospek kerja, lingkungan, ekonomi, dan pemerintah lokal — semua itu jadi faktor penentu seberapa betah Anda tinggal di suatu kota.

Tyumen, sebuah kota di Siberia (2.000 km di sebelah timur Moskow), berada di urutan pertama dalam peringkat kota terbaik untuk tinggal di Rusia yang dirilis majalah Russkiy Reporter.

Riset ini berfokus pada kota dengan populasi lebih dari 600 ribu penduduk. Peringkat ditentukan berdasarkan statistik kualitas hidup serta hasil pemungutan suara oleh mesin pencari lowongan kerja SuperJob.

Pihak penyusun memutuskan untuk tak memasukkan Moskow dan Sankt Peterburg karena kedua kota tersebut memiliki anggaran yang berbeda dibanding kota-kota lain di Rusia.

1. Tyumen

Tyumen adalah ibu kota wilayah yang kaya tambang minyak. Artinya, anggaran untuk mengurus kota selalu berputar. Namun, Russian Reporter menyebutkan bahwa Tyumen menduduki posisi puncak karena hasil pemungutan suara. Meski begitu, majalah ini juga memuji pemerintah kota atas peningkatan performa sosial dan ekonomi Tyumen.

2. Krasnodar

Kota yang terletak 1.300 kilometer dari Moskow ini menempati posisi puncak dalam peringkat Russian Reporter selama lima tahun berturut-turut. Secara statistik, kota ini memiliki tingkat pembangunan perumahan tertinggi di Rusia. Selain itu, masyarakat Krasnodar juga menyorot keterjangkauan layanan dan komoditas di kota ini. Krasnodar secara khusus terbuka bagi investasi domestik dan internasional.

3. Rostov-na-Donu

Gerbang selatan Rusia (760 km di selatan Moskow), Rostov-na-Donu merupakan hub transportasi utama sekaligus pusat administrasi dan ekonomi yang kondusif bagi dinamika pengembangan bisnis tingkat tinggi. Karakter utama kota ini adalah fleksibilitas serta kemampuannya untuk beradaptasi terhadap perubahan tanpa menyerah.

4. Ekaterinburg

Kota di Pegunungan Ural ini (1.800 km di sebelah timur Moskow) mampu memberi gaji rata-rata yang layak dan memimpin perdagangan ritel di Rusia. Ekaterinburg selalu terbuka terhadap semua hal baru. Pada 2013, warga Ekaterinburg memilih Wali Kota Yevgeny Royzman, “seorang figur penentu dan kontroversial yang tak takut menentang pemerintah federal,” tulis Russkiy Reporter.

5. Kazan

Penduduk Kazan (800 km di timur Moskow) yakin bahwa kota mereka memimpin berdasarkan sejumlah parameter sosial-ekonomi, seperti akses terhadap taman kanak-kanak dan sekolah, prospek pekerjaan yang cerah, area rekreasi, serta keramahan penduduknya. Kazan juga memanfaatkan potensi pariwisatanya dengan baik. Pada Piala Konfederasi FIFA 2017, kota ini diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 80 ribu hingga 150 ribu wisatawan.

6. Novosibirsk

Novosibirsk (3.300 km di timur Moskow) adalah ibu kota sains dan industri Siberia. Pemerintah kota menggelontorkan banyak dana untuk edukasi, budaya, dan olahraga. Namun, masyarakat ternyata kurang senang dengan buruknya ekologi, tingginya kejahatan, serta minimnya kesempatan kerja.

7. Krasnoyarsk

Pusat industri dan logistik di tenggara Siberia ini (4.100 km di timur Moskow) memiliki segalanya untuk melakukan dobrakan, tapi terhambat oleh tingginya tingkat kejahatan.

8. Perm

Meski mengalami stagnasi beberapa tahun belakangan, kota di Ural ini (1.400 km di timur Moskow) menyandang popularitas sebagai pusat budaya terkemuka di Rusia.

9. Nizhny Novgorod

Nizhny Novgorod (416 km di timur Moskow) terletak di pertemuan antara Sungai Oka dan Volga. Kota ini juga dikenal akan sejumlah perusahaan teknologi yang ada di sana, seperti Intel, Huawei, SAP, dan Yandex.

10. Ufa

Ibu kota Bashkortostan, sebuah wilayah agrikultur dan petrokimia (1.300 km di tenggara Moskow). Ufa mengalami transformasi besar-besaran setelah menjadi tuan rumah Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan Pertemuan BRICS pada 2015. Meski begitu, warga lokal mengeluh bahwa pekerjaan bergaji tinggi sulit didapat.