Pandemi Belum Usai, Mufti Rusia Imbau Umat Islam Hindari Kerumunan dan Salat Id dari Rumah

Perayaan hari raya Idu Adha di Moskow, Rusia, pada 21 Agustus 2018.

Perayaan hari raya Idu Adha di Moskow, Rusia, pada 21 Agustus 2018.

Komsomolskaya Pravda/Global Look Press
Salat Id di Moskow rencananya akan dilaksanakan di rumah masing-masing, sementara perayaan Idul Adha di wilayah Kakausus akan digelar tanpa kerumunan.

Perayaan hari raya Idul Adha di wilayah Kakausus, Rusia, pekan depan akan digelar tanpa kerumunan. Keputusan ini sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan Layanan Federal Pengawasan Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia (Rospotrebnadzor), kata Ketua Pusat Koordinasi Muslim Kaukasus Utara (KTSMSK), sekaligus Mufti Karachay-Cherkessia, Ismail Berdiev. Meski begitu, orang-orang tetap diperbolehkan melaksanakan salat Id berjamaah di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Idul Adha adalah perayaan tahunan umat Islam. Karena tahun ini (hari raya tersebut) jatuh semasa pandemi, kami memperingatkan orang-orang untuk tidak berkerumun. Selain itu, kami juga mengimbau para jemaah yang ingin melaksanakan salat Id agar tetap mengenakan masker dan langsung pulang ke rumah masing-masing setelah selesai. Ini berlaku untuk seluruh wilayah Kaukasus,” kata Berdiev. Sementara itu, pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan di kediaman masing-masing tanpa menggelar pesta besar-besaran.

Sementara itu, salat Id di Moskow rencananya akan dilaksanakan di rumah masing-masing dengan mendengarkan khotbah yang akan disiarkan secara daring. “Kita sudah menjalani masa pandemi cukup lama. Sejak tahun lalu, (salat) Idul Fitri dan Idul Adha dilakukan secara daring. Kami sangat berharap (perayaan) Idul Adha tahun depan akan kembali seperti biasa, seluruh umat akan melaksanakan salat Id berjemaah. Namun, situasi di Moskow kini memaksa kita juga untuk melaksanakan ibadah secara daring,” kata Imam Besar Masjid Agung Moskow sekaligus Mufti Moskow Ildar Alyautdinov.

Untuk sementara, rencana ini tidak berlaku pada masjid-masjid di pinggir kota. Namun, hal ini akan diputuskan menjelang 20 Juli mendatang.

Di sisi lain, pemotongan hewan kurban hanya dilaksanakan di luar Kota Moskow. Namun, menurut Wakil Ketua Administrasi Spiritual Muslim Rusia, sekaligus Mufti Moskovskaya Oblast Rushan Abbyasov, peraturan tersebut kemungkinan akan berubah menjelang hari raya karena pemerintah Rusia kini tengah gencar melaksanakan program vaksinasi.

“Sekarang vaksinasi massal sedang berlangsung. Dengan demikian, situasi ini akan lebih jelas menjelang hari raya nanti. Kami akan membuat keputusan bersama dengan Rospotrebnadzor dan pemerintah daerah. Kami, di Moskovskaya oblast, mempertimbangkan seluruh standar protokol kesehatan: menggunakan masker, menjaga jarak, pengukuran suhu di pintu masuk (masjid). Sejauh ini, semuanya berjalan dengan lancar,” kata Abbyasov.

Hari raya Idul Adha ditetapkan sebagai hari libur nasional di beberapa wilayah Rusia yang mayoritas penduduknya muslim, seperti di Krimea, Bashkortostan, Adygeya, Dagestan, Ingushetia, Chechnya, dan Kabardino-Balkariya. Di Bashkortostan, misalnya, orang-orang dapat pulang satu jam lebih cepat sehari sebelum perayaan Idul Adha. Sementara di Adygea, pemerintah daerah menetapkan hari libur mulai 19—20 Juli.

Di Derbent, Dagestan, ada sebuah pekuburan yang sering disebut sebagai Makam 40 Sahabat Rasulullah. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki