Seperti Apa Kemeriahan Pesta Sepak Bola Eropa di Sankt Peterburg?

Seorang suporter timnas Rusia menunjukkan dukungannya sebelum pertandingan Grup B Kejuaraan UEFA Euro 2020 antara Finlandia dan Rusia di Stadion Sankt Peterburg, 16 Juni 2021.

Seorang suporter timnas Rusia menunjukkan dukungannya sebelum pertandingan Grup B Kejuaraan UEFA Euro 2020 antara Finlandia dan Rusia di Stadion Sankt Peterburg, 16 Juni 2021.

Lars Baron/Getty Images
Zona penggemar yang penuh sesak, kerumunan suporter asing, dan instalasi seni yang menampilkan 400 bola sepak — inilah sejumlah momen paling berkesan selama Euro 2020 di Sankt Peterburg.

Orang-orang asing bertopi tanduk dan berkaus bendera Belgia berbondong-bondong meninggalkan Bandara Pulkovo, Sankt Peterburg. Begitulah pemandangan hari pertama pertandingan Euro 2020 di Sankt Peterburg, antara Rusia dan Belgia.

Rusia menerapkan kebijakan bebas visa untuk menonton pertandingan Euro 2020 bagi pemegang Fan ID. Yang penting, begitu tiba di Sankt Peterburg, ia harus menukarkan Fan ID elektronik dengan versi cetak di pusat-pusat penukaran.

Dua orang suporter di pusat penukaran Fan ID mengecek paspor sebelum turnamen Euro 2020 di pusat perbelanjaan Piterland.

Bus-bus dan jendela-jendela toko serta kafe di seluruh kota penuh dengan simbol-simbol Euro 2020. Di salah satu jalan bahkan terdapat instalasi 24 kucing pemandu sorak yang dicat dengan warna khas tim-tim peserta kejuaraan Eropa tersebut. Instalasi itu dibuat oleh para seniman dari komunitas seni legendaris Mitki.

Kucing-kucing “pemandu sorak” di luar Art Center di Marata ulitsa No. 36/38.

Di zona khusus penggemar di Moskow dan Sankt Peterburg, orang-orang tak hanya dapat menonton siaran pertandingan, tetapi juga berfoto di bilik khusus, mengikuti flash mob, atau bermain futsal.

Seorang gadis berfoto di sebelah salinan bola resmi Kejuaraan Piala Eropa 2020 di zona penggemar di Konyushennaya Square, Sankt Peterburg.

Salah satu tempat yang paling banyak dipotret di zona penggemar di Lapangan Konyushennaya Sankt Peterburg adalah instalasi seni buatan kaligrafer terkenal Rusia Pokras Lampas. Instalasi tersebut terdiri dari 432 bola sepak yang dienkripsi dengan kata-kata persahabatan, kesetaraan, kesehatan, perdamaian, kemenangan, dan kehormatan. Ketika nantinya instalasi itu diturunkan, versi digitalnya akan tersedia sebagai token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) untuk pencetak gol terbaik selama turnamen tersebut. Hologram penghargaan tersebut kelak akan dipamerkan di kantor pusat UEFA.

Instalasi seni oleh Pokras Lampas untuk menciptakan piala NFT bagi pencetak gol terbaik pada Euro 2020 di Sankt Peterburg.

Menjelang malam tanggal 12 Juni, zona penggemar dan bar-bar olahraga dipadati oleh suporter Rusia dan asing.

Orang-orang berkumpul menonton siaran pertandingan antara Belgia vs. Rusia di Lapangan Konyushennaya.

Orang-orang Belgia menyambut tiap gol yang dicetak timnas mereka dengan kegembiraan, sementara para suporter Rusia tertunduk lesu.

Para penggemar menonton siaran pertandingan Euro 2020 antara Belgia vs Rusia di salah satu restoran di Sankt Peterburg.

Rusia dikalahkan Belgia 3:0.

Seorang suporter selama siaran pertandingan Euro 2020 antara Belgia vs. Rusia.

Pertandingan Polandia vs. Slovakia di Sankt Peterburg pada 14 Juni menarik banyak penonton. Gazprom-Arena menyambut lebih dari 12.000 penonton. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Slovakia.

Sejumlah suporter di stadion Gazprom Arena sebelum dimulainya pertandingan antara Polandia vs. Slovakia.

Pada 16 Juni, selama pertandingan Rusia vs. Finlandia, zona penggemar Euro 2020 di Lapangan Konyushennaya betul-betul penuh sesak. Setidaknya ada 5.000 orang yang berkerumun di satu tempat.

Suporter timnas Rusia menonton siaran langsung selama pertandingan Euro 2020 antara Denmark vs. Rusia pada 21 Juni 2021 di Lapangan Konyushennaya, Sankt Peterburg, Rusia.

Rusia mengalahkan Finlandia 1:0.

Suporter di Stadion Gazprom Arena sebelum dimulainya pertandingan Finlandia vs. Rusia.

Salah satu momen paling menarik mungkin adalah insiden yang melibatkan Maria Shumilina, seorang pelajar yang berlari masuk ke lapangan selama pertandingan Finlandia vs. Belgia. Dia hampir mencapai tengah lapangan ketika penjaga keamanan berhasil mengejar dan membawanya pergi, setelah itu permainan dilanjutkan.

Seorang perempuan dikeluarkan dari lapangan oleh staf lapangan di tengah pertandingan Grup B Kejuaraan Euro 2020 antara Finlandia dan Belgia di Stadion Sankt Peterburg, 21 Juni 2021.

Seiring meningkatnya jumlah kasus harian virus corona di Sankt Peterburg, pemerintah kota terpaksa memberlakukan pembatasan baru. Akibatnya, zona penggemar dilarang menjual makanan mulai 17 Juni. Tiga hari kemudian, jumlah pengunjung di zona penggemar di Lapangan Konyushennaya pun dibatasi tak boleh lebih dari 3.000 orang.

Suporter timnas Swedia bersorak selama pertandingan Grup E Kejuaraan Euro 2020 antara Swedia dan Polandia di Stadion Sankt Peterburg, 23 Juni 2021.

Zona penggemar di Moskow ditutup sementara karena lonjakan kasus COVID-19. Zona itu dibuka kembali pada 26 Juni, tetapi terbatas untuk orang-orang yang telah melakukan vaksinasi atau dapat menunjukkan sertifikat medis yang mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan pernah terpapar COVID-19 atau hasil tes PCR negatif tak lebih dari tiga hari sebelumnya.

Seorang suporter bersantai sendirian di zona penggemar di Stadion Luzhniki, Moskow.

Di tengah pembatasan, zona penggemar lain dibuka di Dvortsovaya Ploshchad, Sankt Peterburg, pada Jumat (2/7). Zona tersebut dibuka supaya orang-orang dapat menyaksikan laga perempat final antara Spanyol vs. Swiss dan Italia vs. Belgia yang digelar di Sankt Peterburg. Selama pertandingan, arus lalu lintas dihentikan untuk sementara waktu.

Sejak 12 Juni, Sankt Peterburg telah menerima lebih dari 110 ribu suporter Rusia dan asing.

Banyak yang lupa bahwa musim panas di Rusia bisa lumayan ekstrem! Musim panas tahun ini bahkan memecahkan rekor baru!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki