Berkunjung ke Masjid Tertua Rusia dan Makam 'Sahabat Nabi' di Derbent

Discover Russia
AMY MAULANA
Apabila berkunjung ke Dagestan, tak lengkap bila tidak berkunjung ke kota tua Derbent. Kota yang menjadi pintu masuk Islam di Rusia pada 642 M ini dikenal dengan julukan ‘Baabul Abwab’, yang berarti gerbang dari semua gerbang.

Derbent adalah pintu gerbang paling utara dunia Islam pada masa khalifah Umar bin Khattab. Alhamdulilah, ditemani teman dari Dagestan, saya diajak menuju kota tersebut yang merupakan perbatasan wilayah Rusia selatan, berbatasan dengan Azerbaijan. 

Selain mengunjungi benteng tua Naryn Kala yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, kami pun berkunjung ke dua destinasi penting untuk umat Islam, yaitu masjid tertua di Rusia, Masjid Juma Derbent dan Kyrkhlyar yang menurut legenda adalah makam 40 sahabat Nabi. 

Perjalanan menuju ke Derbent ditempuh selama sekitar 2,5 jam dari pusat kota Makhachkala. Sesampainya kami di Derbent, pemandangan jalan-jalan kuno, dan deretan bangunan lama terlihat sepanjang jalan. Setelah sempat tersesat, akhirnya kami sampai di Masjid Juma Derbent yang telah berusia 1304 tahun. Di depan masjid, terlihat pohon-pohon tua berdiri tegak, menjadi saksi usia masjid tersebut. Menurut keterangan takmir masjid, pohon tersebut ada yang berusia 600 sampai 800 tahun.

Masjid juma berarti masjid besar, yang di Indonesia disebut sebagai masjid jami atau masjid agung yang ada di tiap kota. Masjid yang dibangun pada abad ke-7 ini merupakan objek penting warisan budaya Federal dan berada di bawah yurisdiksi Kementerian Budaya Rusia sebagai salah satu monumen unik arsitektur keagamaan. Masjid ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO. 

Saya kurang beruntung tidak bisa masuk ke dalam karena masjid itu sedang direnovasi. Waktu salat Asar tiba, saya pun bertanya kepada takmir masjid di mana saya bisa salat. Namun,mereka balik bertanya, “apakah Anda Sunni atau Syiah?”. Saya sontak menjawab, “Sunni”. Mereka pun membawa saya ke salah satu ruangan dalam masjid itu dan mempersilakan saya salat di sana.

Ternyata, menurut informasi yang saya terima, mayoritas penduduk Derbent adalah etnis muslim Azerbaijan yang menganut ajaran Syiah. Sementara, mayoritas muslim Rusia menganut Sunni, bermazhab Hanafi dan Syafii (di kaukasus utara). Penganut Syiah di Rusia tidak banyak dan sebagian dari mereka tinggal di Derbent. 

Mengetahui bahwa saya datang dari negara yang jauh, takmir masjid pun meminta waktu untuk mewawancarai saya, menanyakan kesan dan pesan tentang kunjungan saya ke masjid itu dalam bahasa Rusia.

Perjalananan pun ditutup dengan berziarah ke komplek pemakaman Kyrkhlyar, yang menurut legenda merupakan tempat 40 Sahabat Nabi dimakamkan. Kyrkhlyar merupakan saksi sejarah perjuangan Sahabat Nabi dalam perang suci melawan bangsa Khazar yang menentang kehadiran mereka untuk mengajak penduduk kota Derbent memeluk Islam. Bersama dengan pengunjung lainnya, saya pun memanjatkan doa di makam bersejarah tersebut. 

Amy Maulana adalah mahasiswa PhD di Universitas Negeri Volgagrad, jurusan Filsafat Etika dan Studi Keagamaan. Saat ini, Amy juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah  Pengurus Cabang Istimewa Nandlatul Ulama (PCINU) Federasi Rusia dan Eropa Utara. Amy dapat disapa di @amii.814.

Dagestan merupakan permata Pegunungan Kaukasus yang menjadi rumah bagi sejumlah Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.