Perayaan Maslenitsa 2021: Sambut Musim Semi, ‘Bakar’ COVID-19

Orang-orang menyaksikan pembakaran kastil kayu sebagai bagian dari perayaan festival Maslenitsa di Desa Nikola-Lenivets, sekitar 200 kilometer di sebelah barat daya Moskow, Rusia, Sabtu (13/3).

Orang-orang menyaksikan pembakaran kastil kayu sebagai bagian dari perayaan festival Maslenitsa di Desa Nikola-Lenivets, sekitar 200 kilometer di sebelah barat daya Moskow, Rusia, Sabtu (13/3).

AP
Setelah tahun 2020, orang Rusia menemukan cara baru untuk merayakan festival yang menandai akhir musim dingin.

Tiap tahun, kota-kota di seluruh Rusia merayakan festival Maslenitsa, sebuah perayaan Slavia kuno yang menandai berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi. Perayaan sepanjang minggu ini penuh dengan kemeriahan, orang-orang naik kereta luncur, dan ada pula tradisi perkelahian. Tak hanya itu, Masletnitsa juga identik dengan bliny (panekuk). Puncak keceriaan perayaan ini digelar pada hari Minggu dengan ritual pembakaran orang-orangan Maslenitsa. Meski zaman sudah modern, banyak orang percaya bahwa membakar orang-orangan dapat menangkal nasib buruk yang menimpa mereka selama setahun sebelumnya.

Perayaan Maslenitsa di Yuzhno-Sakhalinsk, Rusia.

Pada Maslenitsa tahun ini, warga Yuzhno-Sakhalinsk (9.300 km dari Moskow) membuat panekuk raksasa berdiameter 2,5 meter, lapor situs web pemerintah kota tersebut. Dengan berat 15 kg, panekuk ini menghabiskan 30 liter adonan. Setelah matang, kue raksasa ini dipotong-potong dan dibagikan kepada para penonton.

Perayaan Maslenitsa di Yuzhno-Sakhalinsk, Rusia.

Di Vladivostok dan kota-kota Rusia lainnya, para pria memanjat tiang Maslenitsa untuk mendapatkan hadiah, mirip tradisi panjat pinang tiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Siapa pun yang berhasil mencapai puncak bisa mendapatkan aneka hadiah berupa peralatan rumah tangga.

Perayaan Maslenitsa di Vladivostok, Rusia.
Perayaan Maslenitsa di Vladivostok, Rusia.

Di Novosibirsk, “walrus” (penggemar renang musim dingin) lokal mengikuti lomba lari dengan sirip renang (flippers) dan ski lalu menceburkan diri ke air yang membeku dan berenang secepat mungkin. Selain memakai pakaian renang, para “walrus” juga mengenakan kokoshnik dan ushanka.

Perayaan Maslenitsa di Novosibirsk, Rusia.
Perayaan Maslenitsa di Novosibirsk, Rusia.

Sementara itu, penduduk Lipetskaya oblast (400 km dari Moskow) membakar orang-orangan COVID-19, alih-alih orang-orangan biasa demi membersihkan daerah tersebut dari virus corona secepat mungkin.

Namun, tontonan terbesar berlangsung di sebuah taman seni yang terletak di Desa Nikola-Lenivets di Kaluzhskaya oblast (200 km dari Moskow). Dalam pertunjukan kolosal tersebut, sebuah kastil besar yang disebut Corona Ogre dibakar bersama masker dan semua atribut lainnya yang biasa digunakan semasa pandemi.

Pembakaran objek seni oleh seniman Nikolai Polissky pada perayaan Maslenitsa di Desa Nikola-Lenivets di Kaluzskaya oblast.

Selama upacara tersebut, orang-orang tetap harus mematuhi aturan menjaga jarak. Para penonton diawasi oleh para pemain yang berkeliling sambil membawa ranting untuk memisahkan kerumunan.

“Semua orang kini memikirkan ‘wabah penyakit’ baru ini, virus corona. Ilmuwan dan dokter sama-sama berusaha keras membebaskan kita dari pandemi ini, dan kita, orang biasa, juga harus membantu mereka semampu kita. Misalnya dengan membakar segala hal buruk pada Maslenitsa. Bagi kami, ini (hal yang harus dibakar, representasi COVID-19 -red.) adalah kastil besar milik Corona Ogre … segera setelah kami membakarnya, penyakit ini akan mulai sirna, dan semua orang akan sehat kembali,” klaim Nikolay Polissky, pendiri taman tersebut.

Bliny bukan satu-satunya sajian utama dalam perayaan Maslenista. Ada sbiten dan larks, viziga dan vzvar — tak akan ada meja yang kosong selama perayaan Maslenitsa!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki