Sofya Akatyeva, Peseluncur Muda Baru Rusia yang Berbakat

Pervy Kanal/YouTube

Pervy Kanal/YouTube

https://www.youtube.com/watch?v=mwKsV-BYufo
Inilah peseluncur pertama Rusia yang berhasil melakukan dua lompatan superkompleks secara berturut-turut: “triple axel” dan “quad jump”.

Selama kompetisi Piala Rusia di Kazan pada pertengahan bulan ini, Sofya Akatyeva (13) dari Moskow berhasil menorehkan prestasi sebagai peseluncur indah pertama yang melakukan kombinasi quad jump dan triple axel. Kedua lompatan ini dianggap amat sulit, apalagi jika dilakukan secara berurutan. Sebelumnya, belum pernah ada seorang pun yang berhasil melakukannya. Namun, Akatyeva tak ingin berhenti sampai situ. Gadis ini bahkan telah berambisi memenangkan Olimpiade.

Sofya adalah murid Eteri Tutberidze. Eteri sendiri dianggap sebagai pelatih seluncur indah Rusia yang paling terkenal. Selama beberapa tahun terakhir, banyak anak didiknya yang sukses mengukir prestasi, baik di dalam maupun luar negeri, seperti Yulia Lipnitskaya, Yevgenia Medvedeva, Alina Zagitova, dan Alena Kostornaya. Sepertinya, Eteri memang memiliki banyak murid berbakat. Kini, ia siap mengorbitkan calon bintang seluncur es lainnya.

Kompetisi Piala Rusia di Kazan.

Akatyeva telah jatuh cinta dengan seluncur indah sejak kecil, tepatnya ketika dia menonton Olimpiade di Vancouver pada usia 3 tahun. “Saya ingat betapa saya amat terpesona oleh hamparan es putih yang berkilau …. Saya sangat senang melihat para peseluncur melompat dan beratraksi, dan — tentu saja — pakaian mereka! Saya sangat menyukai kostum yang dikenakan para peseluncur perempuan. Kostum dengan berlian terlihat berkilauan sehingga saya langsung ingin berseluncur,” katanya dalam wawancara dengan kantor berita TASS.

Kompetisi Piala Rusia di Kazan.

Sofya juga pernah mencoba menggambar, menari, dan bernyanyi dalam paduan suara. Namun, dia kemudian menyadari bahwa dia lebih menyukai seluncur indah dan memutuskan untuk berfokus pada olahraga ini.

Sofya biasa pergi ke sesi pelatihannya lebih awal demi menonton latihan dua peseluncur senior Zagitova dan Medvedeva. Sesi latihan mereka biasanya dimulai lebih awal. “Saya ingin melompat setinggi mereka, meluncur dengan mudah dan anggun.”

Pada 2017, Sofya dipindahkan ke grup di bawah pengawasan Eteri Tutberidze. “Bagi saya, hanya dengan mentor seperti itulah Anda dapat mencapai hasil yang benar-benar luar biasa.”

Pertunjukan seluncur es di Moskow.

Awalnya, dia harus mengikuti masa percobaan. Namun setelah hanya dua minggu berlatih di tim Tutberidze, Sofya berhasil mempelajari teknik triple rittberger, double axel, dan triple toe loop. Eteri amat menghargai tekad dan keteguhan gadis itu dan memutuskan untuk mempertahankannya dalam grup.

Peseluncur mana pun yang ingin mendapatkan skor tinggi dalam kompetis harus melakukan gerakan yang rumit. Kini, elemen-elemen ini termasuk quadruple toe loop dan triple axel. Sofya mengaku bertekad mencoba elemen-elemen tersebut sendiri. Ia pun senang karena pelatih-pelatihnya sama sekali tak membatasi dirinya. “Karena itu, Anda tak boleh berpikir gagal,” katanya.

Akibat pandemi, Sofya, seperti atlet lainnya, sudah lebih dari dua bulan tidak berlatih. Ia bahkan mengaku cukup sulit untuk tampil dengan kualitas yang sama seperti sebelum pandemi. “Kami benar-benar mempelajari semua teknik dari awal. Otot memiliki memori yang terbatas. Karena itu, sangat sulit untuk pulih.” Pada pertengahan Agustus 2020, Sofya berhasil melakukan quadruple toe loop dan triple axel. Ia menampilkan kombinasi teknik ini selama kompetisi di Kazan.

Exhibition Gala, ISU Grand Prix of Figure Skating Rostelecom Cup 2019/2020.

Banyak atlet berusaha melakukan lompatan rumit ini sekaligus, tetapi hanya Akatyeva yang berhasil melakukannya dengan sempurna. Salah satu surat kabar Rusia bahkan menyebut Sofya si jenius “yang pelan-pelan mendapatkan kekuatan dalam skating dan gliding.”

Kompetisi Piala Rusia di Kazan.

Selama waktu luang, Sofya suka menonton film dan membaca buku, seperti remaja lainnya. Dia bercita-cita mengikuti Olimpiade, yang kemungkinan baru akan ia dapatkan pada 2026 setelah dia berusia 19 tahun.

Meski baru berusia 16 tahun, gadis ini telah memenangkan tiga grand prix berturut-turut dan menorehkan rekor baru di Jepang. Siapakah dia?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki