Pemimpin Chechnya Sebut Berdemonstrasi di Depan Kedubes Prancis Tak Ada Gunanya

Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov

Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov

Kementerian Luar Negeri Rusia/Global Look Press
Menurut Kadyrov, berunjuk rasa di dekat Kedutaan Besar Prancis di Moskow tidak ada gunanya.

Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov mengimbau warga muslim Rusia agar tidak berdemonstrasi di dekat Kedutaan Besar Prancis di Moskow.

“Saya juga ingin mengimbau warga muslim Rusia supaya tidak melakukan tindakan gegabah. Tidak ada gunanya berunjuk rasa di dekat Kedutaan Besar Prancis di negara kita. Aksi semacam itu tidak akan terlalu berdampak, tetapi malah bisa menyulut provokasi,” tulis Kadyrov melalui saluran Telegram-nya.

Sejumlah warga Rusia mulai berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis di Moskow terkait kartun Nabi Muhammad pada Kamis (29/10). Keesokan harinya (30/10) para pengunjuk rasa membakar foto Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Menurut MBKh Media, polisi menahan setidaknya tujuh pengunjuk rasa di dekat kedutaan hari itu, sedangkan Dozhd menyebutkan tujuh atau delapan lainnya ditahan.

Tradisi esoteris, tekanan orang tua, dan jatuh cinta hanyalah segelintir alasan yang menyebabkan orang-orang Ortodoks Rusia berpindah agama. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki