Kasus COVID-19 Melonjak, Walikota Moskow Wajibkan Bekerja dari Rumah

Warga melintas di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (28/9).

Warga melintas di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (28/9).

Evgeny Sinitsyn/Xinhua/Global Look Press
Melonjaknya kasus harian COVID-19 membuat Walikota Moskow mewajibkan perusahaan yang beroperasi di ibu kota Rusia untuk mengirim karyawannya bekerja dari rumah.

Walikota Moskow Sergei Sobyanin mewajibkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di ibu kota Rusia untuk mengirim karyawannya bekerja dari rumah mulai 5 Oktober 2020. Hal itu ia putuskan mengingat meningkatnya jumlah kasus harian COVID-19 di Moskow, sebagaimana ia ungkapkan melalui situs web resminya, Kamis (1/10).

Pengambilan keputusan itu ia lakukan karena himbauan yang sebelumnya meminta perusahaan untuk mengirimkan karyawan yang tidak memiliki posisi penting untuk bekerja di rumah tidak membuahkan hasil yang cukup baik. Dengan peningkatan jumlah kasus harian yang cukup tinggi dan peningkatan jumlah pasien yang dirawat inap, keputusan itu ia harapkan dapat merubah situasi berbahaya yang kini tengah berlangsung di wilayah pemerintahannya.

"Beberapa waktu yang lalu kami meminta pemberi kerja untuk mengirim semua karyawan yang kehadirannya di tempat kerja tidak mutlak diperlukan untuk bekerja jarak jauh. Hal ini diharapkan dapat mengurangi intensitas perjalanan dengan angkutan umum," ujar Sobyanin.

Menurutnya, sejumlah perusahaan memang mematuhi himbauan itu. Akan tetapi, jumlah perjalanan dengan angkutan umum belum cukup menurun dan kasus COVID-19 terus meningkat melebihi 2000 orang per hari. Ditambah dengan peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat inap mencapai lebih dari lima ribu per minggu, sang walikota menilai situasi itu sangat berbahaya sehingga mewajibkan bekerja dari rumah ia nilai adalah langkah yang tepat untuk membendung penyebaran virus corona.

Sobyanin bahkan mengaktifkan kembali dua rumah sakit sementara di Sokolniki dan Krylatskoye yang sebelumnya memang dikhususkan untuk perawatan pasien COVID-19, sebagaimana dilaporkan Interfax.

Meski tak wajib mengirim semua karyawannya untuk bekerja dari rumah, perusahaan harus mengurangi setidaknya 30 persen dari jumlah karyawan, terutama yang berusia di atas 65 tahun atau memiliki penyakit kronis.

Meski demikian, pengecualian diberlakukan bagi karyawan yang kehadirannya dinilai sangat penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Selain itu, aturan bekerja jarak jauh juga tidak berlaku bagi organisasi medis, perusahaan pertahanan, badan nuklir Rosatom, badan antariksa Roskosmos, dan beberapa industri strategis lainnya.

Menurut data resmi pemerintah Rusia per 6 Oktober, jumlah kasus terkonfirmasi baru dalam 24 jam terakhir di Moskow tercatat sebanyak 4.082 kasus, sementara untuk keseluruhan Rusia mencapai 11.615 kasus. Hingga saat ini, jumlah penderita COVID-19 di Rusia sudah mencapai 1.237.504 orang, dari 48,3 juta tes yang dilakukan. Dari jumlah itu, sebanyak 988.576 orang telah pulih dan 21.663 orang meninggal.

Rusia hendak menggunakan anjing untuk mendeteksi penderita COVID-19. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki