Gelar Latihan Tempur Besar-besaran, Rusia Undang TNI Ambil Bagian

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten.

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten.

MI/Panca Syurkani
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengundang perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk berpartisipasi dalam latihan komando strategis bertajuk Kavkaz (Kaukasus)-2020, yang diikuti sekitar 80 ribu tentara pada 21 – 26 September.

Meski tidak terlibat sebagai peserta, perwakilan TNI akan bertindak sebagai pengamat bersama perwakilan militer dari lima negara, yaitu Azerbaijan, Iran, Kazakhtan, Tajikistan dan Srilanka. Sementara, 80 ribuan prajurit dari enam negara yang terlibat dalam latihan itu berasal dari Rusia, Armenia, Belarus, Tiongkok, Myanmar dan Pakistan.

"Untuk mempraktikkan aksi bersama sebagai bagian dari pengelompokan pasukan, seribu tentara asing dari Armenia, Belarus, Tiongkok, Myanmar dan Pakistan, diundang dalam latihan tersebut," kata Kemenhan Rusia, dilansir kantor berita Rusia TASS, Senin (14/9).

Sekitar 80 ribuan tentara yang terlibat mencakup formasi dan unit tempur, dukungan logistik dan teknis, serta formasi pertahanan udara, angkatan laut dan pasukan khusus. Sementara, jumlah maksimum personel yang terlibat dalam komposisi unit militer dalam latihan yang dijalankan di bawah komando operasional terpadu diperkirakan mencapai 12.900 prajurit.

Selain itu, Kemenhan Rusia juga menjelaskan bahwa sekitar 250 tank, 450 kendaraan tempur infanteri dan pengangkut personel lapis baja, 200 sistem artileri dan beberapa sistem peluncuran rudal juga akan dilibatkan dalam latihan itu.

Latihan utama akan berlangsung di pusat pelatihan Distrik Militer Selatan, yakni di Prudboy, Ashuluk dan Kapustin Yar, sedangkan untuk penerbangan akan mengambil tempat di Arzgirsky dan Kopanskaya. Sementara, di perairan Laut Hitam dan Laut Kaspia, Angkatan Laut Iran akan beraksi bersama Armada Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Sebagaimana dilaporkan surat kabar Krasnaya Zvezda, sekitar seratus prajurit Tiongkok telah tiba di wilayah Astakhan untuk berpartisipasi dalam latihan tersebut. Sebelum terbang menggunakan pesawat angkut militer Y-20, personel militer Tiongkok diharuskan melakukan tes COVID-19. Ketika mendarat di Astrakhan, dokter militer Rusia memantau penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan.

Mulai Januari 2021, WNI bisa berkunjung ke Rusia dengan e-Visa. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki