FOTO: Situasi Bandara Domodedovo Moskow Pascapembatasan Masuk Warga Asing

Dua penumpang melintas di dekat pintu kedatangan internasional pada hari pertama pemberlakuan pembatasan masuk warga asing di Bandara Internasional Domodedovo, Moskow, Rabu (18/3).

Dua penumpang melintas di dekat pintu kedatangan internasional pada hari pertama pemberlakuan pembatasan masuk warga asing di Bandara Internasional Domodedovo, Moskow, Rabu (18/3).

Russia Beyond/Panca Syurkani
Demi mengurangi risiko penyebaran infeksi virus corona (COVID-19) lebih lanjut, pemerintah Rusia telah menerapkan pembatasan masuk sementara bagi warga asing mulai Rabu (18/3). Meski demikian, sejumlah penerbangan internasional masih tetap berjalan.

Russia Beyond melakukan pemantauan aktivitas di Bandara Internasional Domodedowo pada hari pertama pemberlakuan pembatasan masuk warga asing ke Rusia, Rabu (18/3).

Papan jadwal penerbangan internasional masih menampilkan jadwal ketibaan dan keberangkatan dari dan ke sejumlah negara. Namun, ada juga penerbangan yang dibatalkan.

Seorang penumpang keluar dari pintu kedatangan internasional Bandara Domodedovo, Rabu (18/3).

Pembatasan masuk yang berlaku hingga 1 Mei 2020 memang tak berlaku bagi pegawai kedutaan besar dan konsulat yang bekerja di Rusia, anggota delegasi resmi, awak pesawat, kapal laut dan sungai, kereta api dan lokomotif layanan kereta api internasional, serta orang yang memiliki izin tinggal atau mengikuti pemakaman kerabat dekat.

Penumpang hendak keluar dari gedung Bandara Domodedovo, Rabu (18/3).
Penumpang hendak keluar dari gedung Bandara Domodedovo, Rabu (18/3).

Untuk penerbangan ke semua negara Uni Eropa, dengan pengecualian ibu kota negara, sudah dibatasi sejak 16 Maret dan hanya dioperasikan melalui Bandara Sheremetevo. Sebagian besar lalu lintas lalu lintas udara ke Tiongkok juga sudah lama ditutup, kecuali penerbangan Aeroflot ke Hong Kong, Beijing dan Guangzhou. 

Turis asal Indonesia hendak pulang ke Indonesia dari Bandara Domodedovo, Rabu (18/3).

Pemilik Privyet Tour Arief Rahman Hakim, yang mengirim salah seorang staf untuk menemani dua puluhan turis asal Indonesia berwisata ke Moskow dan Sankt Peterburg, sempat cemas tamu-tamunya tidak dapat meninggalkan Rusia. Namun, ia bersyukur penerbangan pulang ke Indonesia berjalan sesuai jadwal.

Perbatasan negara ditutup, maskapai penerbangan dan biro perjalanan merugi, sementara orang-orang panik dan menimbun barang-barang “kebutuhan strategis”. Semua ini memengaruhi ekonomi nasional negara-negara di seluruh dunia, termasuk Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki