Belajar dari Negara Lain, Dewan Spiritual Muslim Rusia Tutup Tiga Masjid di Moskow

Russia Beyond/Panca Syurkani
Tindakan ini terpaksa diambil dan dinilai perlu mengingat penyebaran virus corona di sejumlah negara, termasuk negara-negara muslim, terjadi saat melakukan ibadah berjamaah.

Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), Dewan Spiritual Muslim Federasi Rusia memutuskan untuk menutup tiga masjid di Moskow sejak Rabu (18/3), sebagaimana disampaikan melalui situs resmi Dewan Mufti Rusia.

Ketiga masjid yang ditutup adalah Masjid Agung Moskow, Masjid Bersejarah Moskow, dan Masjid Memorial Syuhada. Penutupan direncanakan berlangsung hingga 10 April 2020. Namun, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang jika situasi masih belum membaik.

Suasana shalat Jumat di Masjid Agung Moskow, 2019.

"Dengan berat hati, kita harus mengambil tindakan paksa ini. Sayangnya, itu perlu dilakukan. Di sejumlah negara, termasuk negara-negara muslim, virus tersebut menyebar saat aktivitas ibadah berjemaah berlangsung," ujar Wakil Ketua Dewan Spiritual Muslim Federasi Rusia Damir Mukhetdinov.

Mukhetdinov mengatakan bahwa hal itu harus dijadikan pelajaran agar hal yang sama tak terulang di Moskow.

"Kita tidak boleh mengulangi hal itu di kota kita," tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Nabi (Muhammad) telah mengajarkan: "Kamu tidak boleh menyakiti dirimu sendiri atau orang lain."

Meski demikian, imam-imam masjid yang bertugas secara individu akan membaca doa lima kali lipat daripada biasanya. Layanan pemakaman dan shalat jenazah masih berjalan, tetapi dengan pembatasan jumlah peserta.

Selain ketiga masjid yang ditutup, masih terdapat satu masjid lagi di Moskow, yaitu Masjid Yardyam. Namun, Menurut Staf Dewan Mufti Rusia Artur Gubaydulin masjid itu tidak berada di bawah pengelolaan Dewan Spiritual Muslim Federasi Rusia atau Dewan Mufti Rusia. Jadi, mereka mungkin saja menerapkan kebijakan yang berbeda.

Menurut perkiraan Dewan Mufti Rusia, sekitar dua juta dari 25 juta umat muslim di Rusia tinggal di Moskow. Setiap Jumat, lebih dari sepuluh ribu orang melaksanakan shalat di Masjid Agung Moskow, yang merupakan masjid terbesar di antara keempat masjid yang ada di Moskow. Gubaydulin mengatakan, mungkin jamaah masih akan datang untuk menunaikan shalat Jumat hari ini, karena tidak semua orang tahu ada penutupan. Namun, ia yakin tidak akan ada masalah.

"Jamaah mungkin berdatangan, tetapi mereka tidak akan bisa memasuki wilayah masjid karena gerbang ditutup. Saya percaya, tidak akan ada masalah," ujar Gubaydulin.

Pada saat yang sama, ibadah shalat Jumat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow juga ditangguhkan. Hal itu disampaikan melalui pesan yang dikirimkan oleh pengurus Himpunan Persaudaraan Islam Indonesia (HPII) Moskow.

Hingga Rabu (18/3), kasus positif COVID-19 di Rusia berjumlah 93 kasus. Pemerintah telah menempuh berbagai upaya untuk menekan penyebaran, salah satunya memberlakukan larangan masuk sementara bagi orang asing sejak 18 Maret hingga 1 Mei mendatang.

Karena pandemi virus corona (COVID-19), pekerja kantor, mahasiswa, dan anak sekolah di Rusia mengisolasi diri di rumah. Mereka melakukan yang terbaik untuk menjaga sikap profesional dengan mendirikan ruang "kantor dan kelas" dadakan di rumah

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki