OPINI: Mengapa Orang Rusia Membiarkan Pohon Tahun Baru Terpasang hingga Berbulan-bulan

Legion Media
Jawabannya mungkin lebih sederhana daripada yang Anda pikirkan — karena terlalu sedikit warna dan kilau dalam hidup kami.

Saya pernah mengunjungi seorang teman pada bulan Maret. Tahukah Anda apa yang saya lihat? Pohon Tahun Baru lengkap dengan segala hiasannya yang berkilau. Memang, itu bukan pohon sungguhan sehingga tidak akan berubah menjadi batang pohon kosong dengan cabang-cabang telanjang. Saya bertanya kepada teman saya: "Apakah di rumahmu masih Tahun Baru?" "Ya!" jawabnya. "Namun, saya akan segera membongkarnya," tambahnya.

Pada musim panas (Juni – Agustus), saya kembali mengunjunginya, dan ternyata pohon berkilau itu masih berada di tempat yang sama. Saya kembali bertanya, mengapa ia masih belum membongkarnya. “Bukankah terlihat luar biasa memajangnya di musim panas seperti sekarang ini! Semua orang menyukainya,” jawabnya.

Ketika saya berkunjung lagi pada musim gugur (September – November) dan ternyata pohon itu masih saja bertengger di sana, saya sudah tak mau ambil pusing lagi untuk bertanya. Tanpa ditanya, ia pun memberikan penjelasan secara sukarela: "Karena Tahun Baru akan segera tiba,  untuk apa membongkarnya sekarang?”

Tahun Baru adalah hari libur paling populer dan paling ditunggu-tunggu di Rusia setiap tahun. Tak ada perayaan lain yang sebanding dengan Tahun Baru. Sebagai contoh, hari libur perayaan peringatan Revolusi Oktober, misalnya. Liburan lama Soviet ini telah lama dilupakan dan hanya diperingati oleh orang-orang berusia di atas 50 tahun. Beberapa hari libur keagamaan, seperti Paskah, kadang-kadang memang dirayakan dalam skala besar, di mana semua orang, termasuk orang yang tidak merayakannya, akan dengan senang hati untuk berkumpul dan minum-minum bersama. Akan tetapi, tetap saja, hari libur favorit tetap jatuh pada Tahun Baru.

Membeli pohon Tahun Baru dan menghiasnya adalah ritual yang sangat menyenangkan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Akhir-akhir ini, membagikan foto pohon Tahun Baru dengan berbagai hiasan yang meriah di media sosial menjadi hal penting yang dilakukan hampir setiap orang Rusia.

Ketika libur Tahun Baru berakhir, Anda mungkin berpikir sudah waktunya menyingkirkan pohon itu. Namun, kenyataannya tidak demikian! "Kami tidak akan membongkarnya sampai perayaan Tahun Baru Lama," begitulah kira-kira tanggapan umum setiap orang di Rusia. Tahun Baru Lama adalah tradisi khas Rusia yang dirayakan pada malam 13 – 14 Januari. Liburan ini merayakan Tahun Baru sesuai dengan kalender pra-Revolusi lama. Meskipun semua hari libur resmi telah berlalu, kami masih merayakannya walau dalam skala yang agak sederhana dan tidak semeriah seperti Tahun Baru yang dirayakan di seluruh dunia.

Ketika "tenggat waktu" ini berlalu, orang-orang yang paling tidak sabar di antara kami memang segera membongkar pohon Tahun Baru mereka. Jika itu adalah pohon (pinus) sungguhan, maka Anda tidak punya pilihan selain segera menyingkirkannya karena pohon itu akan mulai menumpahkan jarum yang berakhir di semua karpet dan sepatu semua orang.

Namun, jika itu pohon buatan, Anda tidak perlu terburu-buru menyingkirkannya. Biarkan saja sampai musim dingin berakhir. Bukankah pohon itu terlihat cantik, menyenangkan untuk dilihat, dekoratif, dan tak mengganggu jalan!.

Ketika musim dingin berakhir, hanya individu yang paling keras kepala yang masih mempertahankan pohon Tahun Baru mereka. Terkadang ada yang tetap memajangnya hingga akhir Maret, bahkan April, ketika salju sudah menghilang dan rumput mulai tumbuh. Itu terasa seperti kompetisi siapa yang akan memiliki pohon mereka paling lama? Banyak orang bahkan menyombongkan di media sosial tentang pohon mereka yang masih tetap berdiri, jauh setelah Tahun Baru. Orang-orang pun tidak ada yang benar-benar terkejut. Sebaliknya, mereka malah senang dan menyukai ide itu.

Pertanyaannya adalah, mengapa kami mempertahankan pohon Tahun Baru dengan semua hiasannya yang meriah untuk waktu yang sangat lama?

Saya pikir jawabannya sederhana. Kehidupan di Rusia tidak begitu menyenangkan, khususnya di daerah. Tidak seperti Moskow atau Sankt Peterburg, kota-kota kami tidak memiliki banyak keindahan. Namun negara kami sangat besar. Tipikal kota Rusia memiliki pusat bersejarah kecil dengan sepasang gereja dan tiga rumah tua besar. Sementara, pusat kota dikelilingi oleh blok apartemen yang dibangun dari pelat prefabrikasi, cerobong pabrik dan dinding beton. Ini menyedihkan! Saya sudah sering bepergian ke berbagai wilayah di Rusia dan membandingkan semua kota yang saya kunjungi. Meski tak sama, pada umumnya semua kota-kota kecil terlihat serupa. Anda tidak akan bisa membedakan kota-kota yang terhampar dari Nalchik ke Abakan, atau dari Perm ke Yuzhno-Sakhalinsk. Memang benar, pedesaan di sekitar kota-kota itu berbeda. Namun, semua hal lainnya standar dan membosankan terlepas dari pusat perbelanjaan baru. Namun, itu jarang bisa digambarkan sebagai landmark arsitektur.

Pohon Tahun Baru yang meriah dengan bola-bola mengilat dan hiasan yang berkilauan adalah tantangan estetika kecil kami untuk lingkungan yang benar-benar membosankan. Setelah seharian menghabiskan waktu di tempat kerja, bepergian melintasi kota yang tidak mencolok, pergi ke toko-toko yang juga tidak bisa dibedakan, dan akhirnya pulang ke apartemen kecil Anda yang terdiri dari dua kamar dan dapur yang diisi perabotan standar dari IKEA atau bahkan sisa peninggalan zaman Soviet, satu-satunya hal yang dapat menghibur adalah pohon Tahun Baru Anda. Hanya dengan melihatnya, membuat Anda merasa lebih baik.

Pada dasarnya, untuk alasan yang sama saya yakin akan hal itu para perempuan kami memakai riasan yang begitu berani dan cerah. Karena dengan latar belakang bangunan yang dibangun dengan pelat, mereka ingin membuat dampak dan memberikan kontras dengan kenyataan yang kelabu. Lagipula, para lelaki menyukainya.

Kami orang Rusia suka hal-hal yang cerah, tetapi sangat bertolak belakang dengan hidup kami yang dikelilingi oleh keabu-abuan. Pohon Tahun Baru setidaknya menciptakan beberapa alternatif yang penuh warna bagi kami.

Alasan terakhir, membongkar pohon Tahun Baru dan mengembalikan hiasannya ke dalam kotak bukanlah kegiatan yang paling menyenangkan. Hal yang agak melankolis, yang harus dilakukan. Jadi, kami terus saling mengatakan pada satu sama lain: "Oke, kami akan membongkarnya besok."

Namun, esok tak kunjung datang dan kami pun tidak tergesa-gesa. Bagaimanapun, toh Tahun Baru berikutnya akan segera tiba.

Mengapa umat semua agama, termasuk Muslim, Yahudi, dan Budha suka menghias ‘pohon Natal’ di Rusia. Berikut alasannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki