Kenapa Orang Rusia Terlihat Tangguh?

Getty Images
Ada orang yang tangguh, ada pula yang tidak, tapi lain halnya dengan orang Rusia. Kami semua sekeras baja! Inilah alasannya.

1. Sebagian besar orang Rusia adalah keturunan petani

V. Makovsky. Anak-anak petani. 1890.

Sebelum Komunis menggulingkan apa yang Lenin sebut sebagai imperialisme feodal militer di Rusia, lebih dari 75 persen penduduk negara itu hidup dengan menggarap tanah sebagai petani. Kehidupan kala itu tidaklah mudah. Dari sekitar usia enam tahun, anak-anak telah dipekerjakan. Mereka mengurus ternak dan membuat kerajinan rumahan, seperti lapti (alas kaki tradisional), sementara orang tua dan saudara-saudara mereka yang lebih tua bekerja keras di ladang. Ketekunan adalah kebajikan, mereka menyingsingkan lengan baju dan bekerja dengan gigih demi bertahan hidup. Dulu, prajurit-prajurit Angkatan Darat Rusia berasal dari kaum petani, begitu pula dengan para awak penjelajah Rusia. Mereka direkrut atas dasar alasan sederhana: mereka dapat diandalkan dan tangguh.

2. Baik petani maupun bangsawan diajarkan kerendahan hati

I. Bogdanov. Pemula. 1893.

Petani-petani Rusia loyal kepada tsar dan rendah hati di hadapan tuan tanah mereka. Kalau tidak, mereka akan dihukum. Gereja Ortodoks berperan penting dalam menyosialisasikan ketaatan ini.

Nama Ivan Susanin tercatat dalam sejarah sebagai salah satu petani paling heroik setelah mengorbankan hidupnya demi menghentikan orang-orang Polandia menemukan tsar. Tindakan tanpa pamrihnya itu adalah simbol mentalitas kolektif petani Rusia — mereka tetap berjuang meski di tengah keadaan yang sulit.

Di sisi lain, tuan-tuan tanah dan para perwira Rusia (ditambah istri dan keluarga mereka) harus mengikuti sejumlah aturan ketat supaya dianggap sebagai bangsawan terhormat. Yang paling penting, mereka diharapkan menjadi orang Kristen yang taat, menjaga kehormatan tsar, dan tidak pernah mengemis. Karena itu, anak-anak dari keluarga bangsawan Rusia sering kali belajar kerajinan sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri. Kebiasaan ini membantu kaum bangsawan setelah Revolusi ketika mereka hampir jatuh miskin dalam semalam dan dipaksa untuk melakukan pekerjaan kasar. Sifat ini betul-betul membantu mereka untuk menyembunyikan asal-usul kebangsawanan mereka dari kaum Bolshevik yang memburu orang-orang berdarah biru.

3. Revolusi, pembersihan besar-besaran, dan pemenjaraan massal

Kamp tahanan Solovki (SLON), 1927 – 1928.

Ketegangan sosial selama dan setelah Revolusi menghasilkan emigrasi, persilangan antara kaum bangsawan dan proletar, dan penghapusan kelas penguasa. Elite Soviet baru yang tumbuh subur di bawah kepemimpinan Lenin dan Stalin pada akhirnya musnah selama era pembersihan besar-besaran. Jadi, orang-orang Rusia modern sebagian besar adalah keturunan kaum kelas pekerja perkotaan yang dalam nadinya mengalir darah petani.

Represi massal Stalin dan Khrushchev, yang berlangsung dari 1920-an hingga 1960-an, juga meninggalkan jejak. Hampir setiap orang Rusia yang hidup saat ini memiliki kerabat yang pernah menjalani hukuman di penjara atau GULAG. Selama tahun-tahun kepemimpinan Stalin yang paling sulit, selama masa kolektivisasi, para penjahat kelas teri pun dapat dijatuhi hukuman penjara di kamp kerja paksa.

4. Perang Dunia II — faktor utama

Para perempuan membangun garis pertahanan di dekat Moskow, 1941.

Rusia kehilangan lebih banyak nyawa daripada negara-negara lain yang terlibat dalam Perang Dunia II. Kebanyakan yang tewas adalah laki-laki. Akibatnya, banyak istri menjanda dan anak-anak tak berayah. Sementara, banyak prajurit yang selamat menderita luka berat atau bahkan cacat permanen dan membutuhkan perawatan rutin.

Dampak Perang Dunia II masih terlihat jelas sampai sekarang, khususnya dalam hal ketimpangan populasi antara laki-laki dan perempuan. Kondisi ini memaksa perempuan untuk mengerjakan apa yang secara tradisional merupakan pekerjaan laki-laki. Perempuan juga sering dibiarkan membesarkan keluarganya seorang diri, sementara anak-anak harus membantu keluarganya sejak dini.

5. Migrasi nasional, negara besar, iklim yang keras

Seorang perempuan muda di sebuah halte bus di Yakutsk.

Orang Rusia tak pernah takut menjelajahi negaranya sendiri. Selama berabad-abad, orang-orang dari daerah tengah telah melintasi Pegunungan Ural, Siberia, dan Timur Jauh.

Saya punya teman yang unik. Ibunya berasal dari Penza, sebuah kota di Rusia tengah, dan berasal dari keluarga orang selatan, yang biasanya ditandai dengan sikap flamboyan dan ceria. Sementara, ayahnya setengah Rusia, setengah Mansi — keturunan orang-orang Siberia kuno. Dia sangat pendiam dan pekerja keras.

Bersama perawakannya yang optimistis dan kemauan kerasnya untuk bekerja, dia juga sangat sehat karena gen campuran sering kali dapat menghasilkan sistem kekebalan yang lebih kuat. Selama berabad-abad, orang-orang dari iklim yang keras telah beradaptasi dan menjadi lebih kuat, merekalah orang-orang Rusia.

6. Hidup yang sulit

Di Rusia, bibir atas yang kaku selalu dipandang sebagai keberanian dan kegigihan. Pada masa Soviet, pemerintah mendorong latihan fisik untuk memotivasi orang, membantu menyalurkan energi berlebihan, dan untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

Di pedesaan, tinju merupakan cara bagi orang-orang untuk melepaskan stres. Sementara di perkotaan, ada lebih banyak kekerasan yang terjadi di jalan karena budaya baru yang ditandai oleh kecakapan fisik dan kemampuan bertarung dengan cepat terbentuk. Untungnya, orang-orang yang sengaja memamerkan superioritasnya di jalan-jalan Rusia semakin berkurang, tetapi saat kecil dulu di Moskow, saya cukup mahir melarikan diri dari siswa kelas X yang bermaksud mencuri uang makan siang saya. Hampir setiap hari, anak-anak dari kelas saya dipukuli atau dipalak. Inilah kenyataan yang dihadapi anak-anak generasi '90-an di sini.

Bagaimana dengan kehidupan prajurit militer? Semua orang tahu, program pelatihan militer Rusia terkenal keras. Program itu dirancang untuk memisahkan pria dari anak laki-laki. Setiap rekrutan yang sedikit “lembek” harus beradaptasi dengan cepat. Inilah salah satu alasan mengapa tentara Rusia memiliki reputasi yang menakutkan.

7. Sikap

Ini bukan tentang jiwa Rusia sekalipun ketangguhan memiliki tempat tersendiri di dalamnya. Ini tentang kelangsungan hidup yang sederhana: ketika Anda harus bekerja untuk memberi makan keluarga Anda sebagaimana yang nenek moyang Anda lakukan, semua itu merupakan sesuatu yang umum dan Anda akan terbiasa dengannya.

Dari luar, orang Rusia sering dianggap sebagai orang yang depresi dan melankolis. Namun, apa yang disebut “depresi” ini bukan seperti yang terlihat. Itu hanya pola pikiran untuk membantu kami mengatasi segala masalah yang mungkin singgah dalam kehidupan kami.

Rusia adalah negara sekuler. Begitulah kata konstitusi. Namun, kenapa pelajaran Agama masuk dalam kurikulum? Mengapa beberapa orang Rusia masih takut pergi mengenakan celana pendek?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki