Enam Kelengkapan Busana Khas Rusia yang Masih Trendi untuk Dikenakan

Sergey Pyatakov/May Nachinkin/Sputnik, Domain Publik
Gaya berpakaian orang Rusia sejak zaman dahulu telah banyak berubah. Meski begitu, ada beberapa kelengkapan pakaian yang setidaknya masih trendi untuk Anda kenakan.

1. Ushanka

Ini adalah salah satu suvenir paling terkenal dari Rusia yang mungkin sama populernya dengan boneka matryoshka. Sebenarnya, ada banyak macam topi di Rusia, tetapi ushanka telah berkembang menjadi simbol yang khas.

Topi bulu yang tebal dan hangat ini telah mengalami banyak modifikasi dan perubahan status. Pada awalnya, ushanka dipakai oleh kaum petani di Rusia. Pada awal abad ke-20, ushanka adalah bagian dari seragam Tentara Putih, yang berjuang untuk kekaisaran. Kemudian, pada 1930-an, topi itu menjadi bagian dari seragam Tentara Merah Soviet.

Salah satu penggemar terbesar ushanka adalah Pemimpin Soviet Leonid Brezhnev. Sejak saat itu, ushanka menjadi populer di kalangan elite Partai Komunis. Penutup telinga digunakan sebagai dompet (Anda bisa memasukkan uang ke dalamnya), dan ushanka yang mahal disimpan di dalam lemari es supaya kualitas bulu terjaga dengan baik.

Di mana Anda bisa memakainya? Sebenarnya, di mana-mana, tetapi terutama di Siberia Barat dan Timur. Topi ushanka akan membantu Anda bertahan melalui musim dingin apa pun.

2. Kokoshnik

Pada masa Rus Kuno, kaum perempuan tak memakai topi. Topi hanya digunakan oleh pria, sementara perempuan memiliki jenis hiasan kepalanya sendiri yang disebut kokoshnik. Kokoshnik adalah hiasan kepala tradisional yang terbuat dari kain (kadang-kadang dipakai bersama dengan syal yang menutupi kepala, leher, dan bahu). Meski begitu, hanya perempuan yang sudah menikah yang bisa memakai kokoshnik.

Ada banyak jenis kokoshnik karena hampir setiap daerah di Rusia memiliki versi hiasan kepalanya sendiri. Kebetulan, di bawah pemerintahan Pyotr yang Agung Ӏ, kaum perempuan aristokrat dilarang memakai kokoshnik. Sang tsar mau supaya Rusia lebih bergaya Eropa. Karena itu, perempuan diharapkan mengenakan gaun berpotongan rendah (yang pasti merupakan pukulan bagi perempuan yang sudah menikah).

Pada 1920-an, kokoshnik menjadi sangat populer di Eropa. Misalnya, istri George V, Maria von Teck, mengenakan kokoshnik untuk pernikahannya. Sejak itu, kokoshnik telah melalui banyak transformasi.

Di mana Anda bisa memakainya? Di sebuah konser (jika Anda bintang rok, seperti Courtney Love), di pertandingan sepak bola (jika Anda mendukung tim nasional Rusia), di pesta sebagai aksesori.

3. Valenki

Valenki adalah sepatu bot tradisional Rusia yang telah menjadi bagian penting dalam gaya berpakaian orang Rusia selama berabad-abad. Namun, ini tak berarti Anda akan melihat orang-orang memakai valenki saat berjalan-jalan di Moskow selama musim dingin. Kini, sepatu bot ini hanya disimpan untuk kondisi ekstrem. Namun, misalnya, di suatu tempat di pedalaman Siberia, Anda hampir tak mungkin pergi ke luar tanpa valenki karena salju akan segera masuk ke dalam alas kaki modern yang tipis.

Kebetulan, hingga abad ke-18, valenki memang hanya dibuat di Siberia dan di beberapa daerah utara lainnya. Wilayah Rusia lainnya baru menyadari kehebatan penemuan ini di kemudian hari. Saat ini, valenki merupakan bagian dari seragam bagi mereka yang bekerja di industri minyak dan gas dan di jalur kereta api.

Di mana Anda bisa memakainya? Di mana pun ketika udara sangat dingin dan salju di mana-mana.

4. Kaftan

Kaftan adalah dasar gaya busana pria mana pun di Rusia! Dari abad ke-10, kaftan hanya dikenakan oleh masyarakat kelas istimewa. Namun seiring waktu, kaftan “elite” berkembang sedemikian rupa sehingga bahkan penyapu jalan pun mulai memakainya ....

Sebetulnya, kaftan bukanlah penemuan orang Rusia. Orang Rusia “meminjamnya” dari Persia kuno. Mirip dengan mantel, kaftan ternyata cocok untuk semua jenis pria. Pakaian itu menambah massa tubuh bagi mereka yang kurus, gaya berat pada mereka yang kelebihan berat badan, dan karisma bagi mereka yang terlihat kurang penting. Ada teori bahwa semua jenis pakaian luar di Rusia berasal dari kaftan.

Di mana Anda bisa memakainya? Kaftan bisa menjadi pengganti jas. Jadi, Anda bisa mencoba memakainya ke pertemuan bisnis.

5. Kerudung

Ada banyak cara untuk mengenakan kerudung Rusia tanpa harus terlihat kuni. Ya, kerudung Rusia memang sudah berusia berabad-abad, tetapi produksinya masih berkembang hingga kini berkait desainer-desainer modern, seperti Denis Simachev. Kerudung Rusia diproduksi di Orenburg di Oblast Moskovskaya, di Pegunungan Ural, di Vologda, dan banyak tempat lain, tetapi semuanya didasarkan pada seni menenun yang sama dari zaman kuno, yang dapat membutuhkan waktu seumur hidup untuk menguasainya.

Di mana Anda bisa memakainya? Di kota selama musim semi dan gugur karena kain ini juga sangat hangat. Kerudung bisa berfungsi sebagai topi dan sekaligus syal.

6. Seragam Sekolah

Di Uni Soviet, anak-anak memiliki seragam sekolah khusus mereka sendiri. Untuk anak laki-laki, setelan gelap, hampir bergaya militer, sedangkan untuk anak perempuan, rok cokelat dengan celemek hitam atau putih. Sebagai aturan, seragam itu memiliki aksesori tambahan, yaitu dasi merah sebagai tanda keanggotaan Pionir Muda (gerakan kepanduan pada era Soviet).

Meski gagasan mengenakan seragam sekolah itu sendiri berasal dari era kekairsaran, seragam versi Sovietlah yang menjadi “olok-olok” di Rusia modern. Seragam sekolah dihapuskan di Rusia pada 1994 karena dianggap sebagai peninggalan zaman Soviet. Meski begitu, beberapa anak masa kini mengenakannya selama pesta kelulusan (tanpa, tentu saja, memiliki perasaan nostalgia terhadap sekolah era Soviet). Pada 24 – 26 Mei, Anda dapat menjumpai gadis-gadis remaja dengan celemek putih di kota Rusia mana pun.

Di mana Anda bisa memakainya? Ke pesta prom di Rusia atau selama pesta Halloween. Saat ini, seragam ini tersedia di ratusan toko online.

Romantisme antara Adidas dan Rusia bermula pada era Uni Soviet. Kala itu, tak ada seorang pun yang menduga bahwa Adidas akan menjadi ciri khas dunia kriminal Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki