Perang Uang: Kenapa Orang Amerika dan Rusia Berbeda dalam Mengurus Keuangan Keluarga?

Persahabatan, cinta, kebencian, dan emosi lainnya itu bersifat universal, tetapi ketika menyangkut uang dan anggaran keluarga, orang-orang Rusia dan Amerika sangat berbeda. Reporter asli Rusia kami yang tinggal di AS tahu mengapa kedua negara memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap penghematan dan pengeluaran.

"Jadi ... Berapa banyak biaya belanja bulanan kita?" ujar pacarku yang berkewarganegaraan AS, menatap jauh ke mataku. Saya tidak yakin saya memahaminya dengan baik. Bahan makanan? Ya, itu topik romantis untuk diskusi.

"Apa?" saya berseru. Ya, kami tinggal bersama tapi saya tak yakin apa saya siap mendiskusikan bahan makanan atau popok saat ini.

“Bahan makanan adalah salah satu pengeluaran utama dalam anggaran keluarga. Berapa banyak yang kamu habiskan setahun?"

"Kamu bercanda kan? Kenapa aku harus tahu pengeluaran belanja tahunanku? Ini bukan peluncuran roket. Saya tak berminat,” jawab saya.

Di akhir percakapan, saya mulai merasa stres. Tidak, saya tak tertarik dengan bahan makanan. Saya tak tahu bagaimana kita membagi tagihan. Saya tak akan menagih kamu jika saya membeli alpukat. Jika kamu begitu peduli tentang belanjaan, itu semua urusan kamu.

Menghabiskan uang di Uni Soviet

Ini jelas bukan cara kebanyakan keluarga Amerika yang saya tahu dalam merencanakan anggaran mereka. Bagaimana pun juga, perencanaan keuangan jangka panjang tidak masuk akal bagi saya. Saya dibesarkan di Uni Soviet di mana menghabiskan uang untuk sesuatu yang berkualitas itu tak mungkin. Hanya sedikit barang tersedia di toko, dan Anda harus antre untuk apa pun yang tersedia.

Bagi kebanyakan orang Rusia, keuangan adalah sesuatu yang tak dapat diprediksi. Ya, memang perencanaan anggaran sangat bergantung pada kepribadian dan latar belakang, tetapi, secara umum orang Amerika lebih memahami uang. Mereka juga lebih memusingkan keuangan daripada orang Rusia yang biasanya baru sangat khawatir jika rekening mereka mendekati nol.

Tidak mengherankan, uang adalah salah satu penyebab utama pertengkaran dalam keluarga campuran Rusia-Amerika. “Pendekatan istri saya (orang Rusia) adalah bahwa jika kita punya uang, kita harus membelanjakannya,” keluh Martin Jersey, seorang pengusaha Amerika yang tinggal di Connecticut. "Kami memiliki tiga anak, tetapi ia tak mengerti bahwa kami harus menabung untuk masa depan mereka."

Simpan untuk sekolah? Tak ada yang bisa diprediksi

Sebagian besar orang Rusia berusia 25 hingga 60 tahun berasal dari generasi yang berkali-kali kehabisan tabungan dan kemudian mengumpulkannya lagi. Saya telah bertemu orang-orang yang menjadi kaya dalam semalam. Tabungan orang tua saya berubah menjadi kertas tak berharga selama krisis keuangan 1998. Gaji saya sering kali mengalami devaluasi selama hampir 15 tahun kerja.

Saya tidak memercayai pemerintah, dana investasi, bank, atau penasihat keuangan. Mereka semua antara gagal, bohong, atau kabur dengan uang Anda. Jika Anda dibesarkan di Rusia, hanya ada satu hal yang Anda ketahui pasti: benar-benar TAK ADA yang dapat diprediksi di dunia ini. Lebih baik menghabiskan uang Anda sebelum terlambat, dan saya lebih suka menghabiskannya untuk jalan-jalan, acara, atau pendidikan; sesuatu yang akan saya ingat dan nikmati.

“Istri saya (orang Rusia) merasa kami membutuhkan liburan mahal, naik pesawat ke tempat yang jauh dan eksotis, tetapi 95 persen orang Amerika tak pernah berlibur seperti itu,” kata konsultan bisnis Amerika, David, kepada saya. “Kami tumbuh dalam kondisi yang ketat, di mana jika seseorang punya uang tambahan, ia lebih suka menyimpannya untuk uang perguruan tinggi atau acara dan pengeluaran hidup besar dan penting lainnya.”

Banyak orang Rusia tumbuh dalam kondisi yang sama, tetapi entah mengapa kami punya pandangan yang sangat berbeda.

Hiduplah dengan maksimal dan nikmati

"Orang Rusia tidak pernah memiliki budaya konsumen selama sebagian besar abad ke-20, jadi mereka sangat ingin hidup maksimal dan menikmatinya," kata John, mantan pekerja LSM. “Secara umum, orang Rusia cenderung menghargai pengalaman dibandingkan orang Amerika. Istri saya (orang Rusia) melihat liburan senilai 5,000 dolar AS (75,9 juta rupiah) sebagai sesuatu yang akan diingat anak-anak sepanjang hidup mereka. Saya sebaliknya berpikir lebih baik menyimpan uang ini untuk pendidikan mereka karena itu sesuatu yang jelas akan menentukan masa depan mereka.”

Kebanyakan orang Amerika menikmati standard hidup yang tinggi, tetapi ini semua butuh biaya. Mereka harus membayar hampir semuanya dan menderita stres berat karena khawatir tak akan punya cukup uang. Di AS, orang menghabiskan banyak waktu dan energi dalam merencanakan anggaran mereka. Itu adalah sesuatu yang tak akan pernah dipelajari oleh kebanyakan orang Rusia kecuali kondisi ekonomi di negara mereka menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi.

Orang Amerika juga dapat belajar sesuatu dari perspektif "tak bertanggung jawab"-nya orang Rusia: terkadang pengalaman hidup lebih penting daripada uang yang Anda keluarkan. Pacar saya mengatakan bahwa ia belajar ini dan percaya bahwa suatu hari pandangan kami akan “bertemu di tengah jalan".

Saya tahu bahwa argumen kami tak akan mengubah keyakinan saya bahwa pengeluaran untuk kegembiraan dan kenyamanan itu perlu; bagaimanapun juga, sedikit pengeluaran di sana-sini tidak akan membuat perbedaan besar. Saya sudah menghitung pengeluaran bahan makanan saya. Dan, ya, harganya jauh lebih mahal dari yang saya harapkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki