Seperti Apakah Orang Amerika di Mata Film-Film Rusia?

Aktor Rusia Viktor Sukhorukov (tengah) dalam pengambilan gambar film baru "Brother-2".

Aktor Rusia Viktor Sukhorukov (tengah) dalam pengambilan gambar film baru "Brother-2".

TASS
Film-film Hollywood tentang Rusia seringnya membahas orang berlatih dengan beruang, bermain balalaikas (instrumen seperti gitar berbentuk segitiga), dan meminum vodka. Tapi film Rusia tentang orang Ameika juga memiliki stereotip tersendiri. Seperti apakah sutradara Rusia melihat orang Amerika?

Sedari dulu AS dan Uni Soviet mencoba mengerti satu sama lain melalui berbagai cara, termasuk melalui film. Tentu saja, ideologi yang digambarkan dalam film jauh berbeda dibanding kejadian nyata. Namun inilah kenapa saat ini menarik untuk mempelajari klise-klise tersebut. Di mata warga Soviet, gambaran tentang orang Amerika berubah dari waktu ke waktu, dari koboi, pemain sirkus keliling pada tahun 1920-an, mata-mata saat Perang Dingin, hingga siswa pertukaran biasa.

Kami lebih baik dari Anda: film era Revolusi hingga Perang Dunia II

Dalam film-film Soviet era awal, protagonis Amerika pada umumnya adalah orang baik, yang menemukan kualitas terbaiknya di Uni Soviet, tidak seperti orang Soviet dalam film-film Amerika, yang selalu digambarkan bahwa mereka penuh ilusi.

Pembuat film pada era awal Uni Soviet memiliki kualitas di bawah Hollywood. Mereka meminjam teknik dan genre Amerika mulai dari western hingga musikal, dan mengadaptasinya ke keadaan di Uni Soviet.

Di film-film Soviet, pengunjung dari AS biasanya pebisnis (mirip dengan Rothschild dan Rockefeller), koboi, dan pemeran teater yang mirip Marlene Dietrich (sering digambarkan oleh aktris Rusia Lyubov Orlova). Orang Amerika, yang di negara mereka takut akan kehidupan komunisme, digambarkan datang ke Uni Soviet dan takjub akan kebaikan dan keadilan sosial di sana.

Salah satu film yang paling terkenal pada era 1920-an, The Extraordinary Adventures of Mr. West in the Land of the Bolsheviks (1924) yang disutradarai oleh Lev Kuleshov, menunjukkan stereotip era tersebut – si protagonis adalah orang naif dan dan mudah percaya, yang kemudian menjadi korban pemerasan, namun semuanya berakhir baik-baik saja setelah seorang polisi menunjukkannya kota Moskow yang telah diperbarui oleh orang Bolshevik. Stereotipe ini saat ini dijadikan bahan lawakan. Kuleshov juga pernah membuat film di mana mantan orang kaya berubah menjadi maling, dan ia memakai jasa aktor dari keluarga ningrat, Leonid Obolensky.

Dua belas tahun kemudian, dalam film Circus (1936), aktris asal AS Marion Dickson (diperankan oleh Lyubov Orlova) digambarkan bergabung ke dalam sirkus Soviet. Menyembunyikan rahasia besar (ayah dari anaknya adalah seorang berkulit hitam), Dickson sebenarnya adalah budak dari seorang agen dan pelanggan tetap asal AS. Namun di Uni Soviet, di mana tidak ada rasisme dan seluruh bangsa dan ras hidup harmonis di bawa kepemimpinan Stalin, rahasia tersebut tidaklah memalukan. Bersama dengan teman-teman Soviet yang dapat dipercaya, sang aktris AS tersebut berpindah menjadi warga Soviet dan berparade untuk masa depan yang cerah.

Film "Circus". Sumber: Kinopoisk.ru

Musuh dalam selimut: Film Soviet menjelang Perang Dingin

Setelah Perang Dunia II, anggapan orang Soviet terhadap orang Amerika berubah drastis, dan digambarkan oleh jurnalis yang berkonflik. Dalam film The Russian Question (1947) yang disutradarai Mikhail Romm, wartawan Amerika Harry Smith (Vsevolod Aksenov) dikirim ke Uni Soviet untuk menulis propaganda mengenai horor yang terjadi di sana, namun ia kembali dengan materi yang inspirasional sehingga membuat atasannya tidak senang. Ia kemudian kehilangan pekerjannya dan terasing di masyarakat.

Dalam Encounter at the Elbe yang disutdarai Grigory Alexandrov, yang menjadi film paling laris di Uni Soviet pada 1949 (24.2 juta orang menontonnya), Lyubov Orlova berperan sebagai Janet Sherwood, wartawan yang sebenarnya agen CIA dan sedang menyiapkan konspirasi melalui bantuan Nazi. Ini adalah film dengan pesan negara paling berani yang Alexandrov pernah sutradarai. Tidak heran ia dan Orlova memenangkan Penghargaan Stalin tahun berikutnya.

Film Farewell, America yang disutradarai Alexander Dovzhenko memiliki kisah yang menarik. Ia mengadaptasi sebuah buku dari mantan pegawai Departemen Negeri AS Annabelle Bucar, yang berpindah menjadi warga negara Uni Soviet dan menghabiskan sisa hidupnya bekerja di radio Moskow.

Protagonis filmnya, jurnalis Amerika Anna Bedward, dikirim untuk bekerja di Kedubes AS di Moskow, dan kemudian memutuskan untuk tetap tinggal di sana karena merasa kecewa dengan cara kerja pemerintah AS.

Film "Farewell, America". Sumber: Kinopoisk.ru

Film Dovzhenko tersebut merupakan bentuk agitprop (propaganda komunis dalam bentuk seni atau literatur). “Baca kalimatmu sedemikian rupa sampai saya bisa jijik mendengar mereka (orang Amerika),” ujarnya kepada para pemeran. Pegawai di Kedubes AS tersebut digambarkan sebagai pemabuk, tukang selingkuh, dan orang gila. Stalin secara pribadi memerintahkan pengambilan gambar film tersebut dihentikan karena ia tidak percaya pada Bucar. Film itu pada akhirnya tidak selesai, dan baru ditayangkan di Festival Film Berlin pada 1990-an.

Karya klasik sosialisme dewasa: 1970-1980-an

Pada tahun 1970, film Soviet membebaskan dirinya dari keidentikkan dengan Hollywood, meskipun banyak genre seperti western dan musikal yang mengadopsi film-film Amerika. Banyak film yang diadaptasi dari buku-buku karya pengarang Amerika – menunjukkan kecacatan sistem Barat yang mengacu pada ketimpangan klasik dan kerakusan sistem kapital.

Sutradara Soviet dengan bebas membuat film berdasarkan novel-novel dari Robert Penn Warren (All the King’s Men tentang korupsi politik AS, 1971), Mayne Reid (The Headless Horseman, 1973. Ironisnya, aktor utama Oleg Vidov pindah ke AS 12 tahun kemudian), Lionel White (Rafferty, tentang korupsi terstruktur dan hubungannya ke mafia, 1980), dan banyak lainnya. Ranah perang tidak lagi di Uni Soviet, tapi di daerah AS – yang merupakan musuh ideologis Uni Soviet. Film-film itu juga menambahkan kritik sosial terhadap AS ketika ia tidak ada di sumber aslinya.

Film "The Headless Horseman. Sumber: Kinopoisk.ru

Tidak lagi musuh: Orang Amerika setelah Perestroika

Diawali sejak akhir 1980-an, ketika imigrasi massal ke AS dimulai, perbedaan pilihan dan kultur AS dan Uni Soviet sangat populer di film. Dalam The American Daughter (1995), protagonis yang diperankan Vladimir Mashkov berakhir di penjara di AS karena telah menculik anaknya, yang mantan istrinya bawa ke AS. Kemudian ada juga film Shirli-Myrli (1995) yang menceritakan dua saudara kembar yang mengakui mereka “membenci orang kulit hitam”, dan kemudian menemukan bahwa mereka juga punya kakak berkulit hitam di AS, yang ibu mereka berikan ke Kedubes AS setelah lahir.

Film "The American Daughter". Sumber: Kinopoisk.ru

Tokoh Amerika dalam film-film Rusia kini telah berubah drastis. Saat ini, orang Amerika di Rusia biasanya siswa pertukaran, seperti digambarkan karakter Phil Richards dalam komedi situasi Interns (2010). Semua orang tertawa melihatnya karena ia tidak bisa mengerti mengapa di Rusia semua hal sangat tertata secara tidak logis.

Komedi situasi "Interns". Sumber: Kinopoisk.ru

Seiring waktu, film-film komedi menggambarkan hubungan AS-Rusia, di mana ciri khas dan perbedaan kedua negara tergambar jelas dalam komedi-komedi Hollywood. Sebagai contoh, orang Amerika tidak akan pernah mengerti kenapa orang Rusia makan aspic atau dressed herring. Seperti apapun hubungan politik keduanya, sepertinya tidak mungkin orang Rusia menggambarkan orang Amerika semengancam yang ada di layar. Ketika pada tahun 1980-an mantan Presiden AS Ronald Reagan menyebut Uni Soviet sebagai “Kerajaan Iblis”, George Lucas kaget. Menurut sang kreator Star Wars, semua pemerintahan adalah kerajaan iblis.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.